<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KAI Impor KRL dari China, Lebih Murah dari Jepang?</title><description>KAI Commuter membeberkan alasan perusahaan mengimpor tiga rangkaian kereta (trainset) dari pabrikan asal China.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/03/320/2964873/kai-impor-krl-dari-china-lebih-murah-dari-jepang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/03/320/2964873/kai-impor-krl-dari-china-lebih-murah-dari-jepang"/><item><title>KAI Impor KRL dari China, Lebih Murah dari Jepang?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/03/320/2964873/kai-impor-krl-dari-china-lebih-murah-dari-jepang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/03/320/2964873/kai-impor-krl-dari-china-lebih-murah-dari-jepang</guid><pubDate>Sabtu 03 Februari 2024 10:50 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/03/320/2964873/kai-impor-krl-dari-china-lebih-murah-dari-jepang-Y3HHU7RMnL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Impor Kereta KRL Jabodetabek (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/03/320/2964873/kai-impor-krl-dari-china-lebih-murah-dari-jepang-Y3HHU7RMnL.jpg</image><title>Impor Kereta KRL Jabodetabek (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMi8xLzE3NjgzMC81L3g4czFubDQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter membeberkan alasan perusahaan mengimpor tiga rangkaian kereta (trainset) dari pabrikan asal China, CRRC Sifang Co. Ltd senilai Rp783 miliar. Salah satu yang dipertimbangkan adalah harga yang ditawarkan.
Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengungkapkan, dalam proses persiapan teknis, pihaknya terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak penyedia atau manufaktur dari beberapa negara produsen sarana KRL.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Sudah Temui Jokowi di Istana, Apa Hasilnya?

&quot;(Namun) setelah proposal resmi dari J-TREC (produsen KRL Jepang), kami terima Oktober 2023 lalu, pihak produsen ini menyampaikan adanya perubahan rekomendasi teknis dan pembiayaan yang diajukan dari proposal sebelumnya,&quot; terang Anne dalam keterangan resminya dikutip Sabtu (3/2/2023).
Selain terus melakukan komunikasi dengan J-TREC Jepang, KAI Commuter juga melakukan komunikasi ke Korea Selatan (Wojin dan Dawonsys) dan China (CRRC Cifang Qingdao) yang juga memproduksi kereta cepat Whoosh.

BACA JUGA:
Luhut Putuskan Impor 3 KRL Baru Buatan China Rp783 Miliar

&quot;Setelah menerima proposal dari keempat pihak tersebut, dari hasil pembahasan proses pengadaan Sarana KRL, CCRC Sifang dapat memenuhi spesifikasi teknis dan time delivery yang sesuai dengan persyaratan dan harga yang kompetitif dibandingkan produk lainnya,&quot; tutur Anne.Anne menambahkan, dari sisi reputasi dan rekam jejak, CRRC Sifang juga sudah bekerjasama dengan 28 negara di Dunia dalam menyediakan sarana commuter EMU dengan berbagai kondisi di negara masing-masing pengimpornya.
&quot;Ini juga yang memperkuat KAI Commuter untuk bekerjasama dengan CRRC Sifang. Dalam kerjasama ini KAI Commuter dan CRRC Sifang juga sepakat untuk melakukan transfer knowledge untuk penanganan operasional kedepan,&quot; imbuh Anne.
Lebih lanjut Anne menyampaikan, tiga rangkaian sarana KRL impor seri KCI-SFC120-V itu juga sudah sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Anne bilang, KAI Commuter juga harus memenuhi persyaratan dengan mengajukan terlebih dahulu ke DJKA.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMi8xLzE3NjgzMC81L3g4czFubDQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter membeberkan alasan perusahaan mengimpor tiga rangkaian kereta (trainset) dari pabrikan asal China, CRRC Sifang Co. Ltd senilai Rp783 miliar. Salah satu yang dipertimbangkan adalah harga yang ditawarkan.
Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengungkapkan, dalam proses persiapan teknis, pihaknya terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak penyedia atau manufaktur dari beberapa negara produsen sarana KRL.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Sudah Temui Jokowi di Istana, Apa Hasilnya?

&quot;(Namun) setelah proposal resmi dari J-TREC (produsen KRL Jepang), kami terima Oktober 2023 lalu, pihak produsen ini menyampaikan adanya perubahan rekomendasi teknis dan pembiayaan yang diajukan dari proposal sebelumnya,&quot; terang Anne dalam keterangan resminya dikutip Sabtu (3/2/2023).
Selain terus melakukan komunikasi dengan J-TREC Jepang, KAI Commuter juga melakukan komunikasi ke Korea Selatan (Wojin dan Dawonsys) dan China (CRRC Cifang Qingdao) yang juga memproduksi kereta cepat Whoosh.

BACA JUGA:
Luhut Putuskan Impor 3 KRL Baru Buatan China Rp783 Miliar

&quot;Setelah menerima proposal dari keempat pihak tersebut, dari hasil pembahasan proses pengadaan Sarana KRL, CCRC Sifang dapat memenuhi spesifikasi teknis dan time delivery yang sesuai dengan persyaratan dan harga yang kompetitif dibandingkan produk lainnya,&quot; tutur Anne.Anne menambahkan, dari sisi reputasi dan rekam jejak, CRRC Sifang juga sudah bekerjasama dengan 28 negara di Dunia dalam menyediakan sarana commuter EMU dengan berbagai kondisi di negara masing-masing pengimpornya.
&quot;Ini juga yang memperkuat KAI Commuter untuk bekerjasama dengan CRRC Sifang. Dalam kerjasama ini KAI Commuter dan CRRC Sifang juga sepakat untuk melakukan transfer knowledge untuk penanganan operasional kedepan,&quot; imbuh Anne.
Lebih lanjut Anne menyampaikan, tiga rangkaian sarana KRL impor seri KCI-SFC120-V itu juga sudah sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Anne bilang, KAI Commuter juga harus memenuhi persyaratan dengan mengajukan terlebih dahulu ke DJKA.

</content:encoded></item></channel></rss>
