<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut Dukung Prabowo, Pakar: Sudah Dilindungi Jokowi</title><description>Hendri Satrio ikut mengomentari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/03/320/2964948/luhut-dukung-prabowo-pakar-sudah-dilindungi-jokowi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/03/320/2964948/luhut-dukung-prabowo-pakar-sudah-dilindungi-jokowi"/><item><title>Luhut Dukung Prabowo, Pakar: Sudah Dilindungi Jokowi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/03/320/2964948/luhut-dukung-prabowo-pakar-sudah-dilindungi-jokowi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/03/320/2964948/luhut-dukung-prabowo-pakar-sudah-dilindungi-jokowi</guid><pubDate>Sabtu 03 Februari 2024 15:05 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/03/320/2964948/luhut-dukung-prabowo-pakar-sudah-dilindungi-jokowi-IvnuXXhsAx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/03/320/2964948/luhut-dukung-prabowo-pakar-sudah-dilindungi-jokowi-IvnuXXhsAx.jpg</image><title>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMi8xLzE3NjgzMC81L3g4czFubDQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pakar Komunikasi Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio ikut mengomentari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang terang-terangan mendukung salah satu pasangan calon presiden wakil presiden.
Menurut Hendri, aksi blak-blakan Luhut itu lantaran merasa sudah dilindungi oleh pernyataan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang menyebutkan bahwa Presiden dan Menteri boleh ikut berkampanye.

BACA JUGA:
Luhut Putuskan Impor 3 KRL Baru Buatan China Rp783 Miliar

&quot;Ya kalau Pak Luhut terang-terangan itu kan sudah dilindungi oleh Pak Jokowi, Presiden. Sehingga atasan Pak Luhut sudah bilang bahwa menteri boleh kampanye, boleh berpihak selama tidak menggunakan fasilitas (negara) segala macam. Itulah jadi wajar kalau Pak Luhut, ya karena merasa sudah dilindungi Pak Jokowi ya dia bablas gitu,&quot; terangnya ketika dihubungi MNC Portal Indonesia, Sabtu (3/2/2024).
Kendati demikian Hendri menekankan bahwa sebaiknya tidak berpihak kepada salah satu pasangan capres dan cawapres.

BACA JUGA:
Luhut Resmi Dukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024

&quot;Ya walaupun sebaiknya kan selama mejadi menteri bagaimana caranya memisahkan diri tidak menggunakan fasilitas negara? itukan jabatannya nempel ya. Memang si sebaiknya tidak berpihak,&quot; tutupnya.Seperti ramai diberitakan, pernyataan Luhut yang mendukung salah satu pasangan capres dan cawapres tersebut disampaikannya melalui unggahan di instagram pribadinya @luhut.pandjaitan.
Luhut mengungkapkan, alasannya memilih pasangan capres dan cawapres itu karena keberlanjutan. Kendati demikian dirinya  berharap agar masyarakat memilih pemimpin yang tepat sesuai kebutuhan dan tantangan zaman saat ini.
&quot;Kita semua belajar dari tantangan dan ujian yang sudah kita lalui bersama, dari mulai pandemi, konflik geopolitik, dan ancaman perubahan iklim di masa depan. Negeri ini butuh pemimpin yang berani sekaligus bisa bersahabat dengan seluruh negara, baik negara maju maupun negara berkembang,&quot; pungkas Luhut dalam unggaha tersebut.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMi8xLzE3NjgzMC81L3g4czFubDQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pakar Komunikasi Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio ikut mengomentari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang terang-terangan mendukung salah satu pasangan calon presiden wakil presiden.
Menurut Hendri, aksi blak-blakan Luhut itu lantaran merasa sudah dilindungi oleh pernyataan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang menyebutkan bahwa Presiden dan Menteri boleh ikut berkampanye.

BACA JUGA:
Luhut Putuskan Impor 3 KRL Baru Buatan China Rp783 Miliar

&quot;Ya kalau Pak Luhut terang-terangan itu kan sudah dilindungi oleh Pak Jokowi, Presiden. Sehingga atasan Pak Luhut sudah bilang bahwa menteri boleh kampanye, boleh berpihak selama tidak menggunakan fasilitas (negara) segala macam. Itulah jadi wajar kalau Pak Luhut, ya karena merasa sudah dilindungi Pak Jokowi ya dia bablas gitu,&quot; terangnya ketika dihubungi MNC Portal Indonesia, Sabtu (3/2/2024).
Kendati demikian Hendri menekankan bahwa sebaiknya tidak berpihak kepada salah satu pasangan capres dan cawapres.

BACA JUGA:
Luhut Resmi Dukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024

&quot;Ya walaupun sebaiknya kan selama mejadi menteri bagaimana caranya memisahkan diri tidak menggunakan fasilitas negara? itukan jabatannya nempel ya. Memang si sebaiknya tidak berpihak,&quot; tutupnya.Seperti ramai diberitakan, pernyataan Luhut yang mendukung salah satu pasangan capres dan cawapres tersebut disampaikannya melalui unggahan di instagram pribadinya @luhut.pandjaitan.
Luhut mengungkapkan, alasannya memilih pasangan capres dan cawapres itu karena keberlanjutan. Kendati demikian dirinya  berharap agar masyarakat memilih pemimpin yang tepat sesuai kebutuhan dan tantangan zaman saat ini.
&quot;Kita semua belajar dari tantangan dan ujian yang sudah kita lalui bersama, dari mulai pandemi, konflik geopolitik, dan ancaman perubahan iklim di masa depan. Negeri ini butuh pemimpin yang berani sekaligus bisa bersahabat dengan seluruh negara, baik negara maju maupun negara berkembang,&quot; pungkas Luhut dalam unggaha tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
