<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ternyata China Kuasai Pengelolaan Sumber Daya Laut RI</title><description>Sektor kelautan di Indonesia mempunyai potensi yang cukup besar untuk diolah dan membawa keuntungan bagi negara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/05/320/2965872/ternyata-china-kuasai-pengelolaan-sumber-daya-laut-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/05/320/2965872/ternyata-china-kuasai-pengelolaan-sumber-daya-laut-ri"/><item><title>Ternyata China Kuasai Pengelolaan Sumber Daya Laut RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/05/320/2965872/ternyata-china-kuasai-pengelolaan-sumber-daya-laut-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/05/320/2965872/ternyata-china-kuasai-pengelolaan-sumber-daya-laut-ri</guid><pubDate>Senin 05 Februari 2024 15:36 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/05/320/2965872/ternyata-china-kuasai-pengelolaan-sumber-daya-laut-ri-Q4tK9whAEo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengelolaan sumber daya laut masih dikuasai China (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/05/320/2965872/ternyata-china-kuasai-pengelolaan-sumber-daya-laut-ri-Q4tK9whAEo.jpg</image><title>Pengelolaan sumber daya laut masih dikuasai China (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA - Sektor kelautan di Indonesia mempunyai potensi yang cukup besar untuk diolah dan membawa keuntungan bagi negara. Namun, Indonesia memerlukan investasi besar untuk mengolah sumber daya kelautan tersebut.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut, berdasarkan data pada tahun 2023, nilai pasar untuk komoditas udang di Indonesia sendiri pada tahun 2023 sebesar USD60,4 miliar, kemudian rumput laut memiliki potensi pasar sebesar USD16,7 miliar, nilai pasar ikan tilapia sebesar USD13,9 miliar. Selain itu, potensi pasar untuk komoditas kepiting di Indonesia pada tahun 2023 sebesar USD879 miliar, dan Lobster sebesar USD7,2 miliar.

BACA JUGA:
Sektor Kelautan Berpotensi Untung Besar, Ini 5 Harta Karun yang Ada di Laut Indonesia

Meski demikian, besarnya potensi kelautan di Indonesia saat ini masih banyak yang dikelola oleh pihak asing. Misalnya untuk Penanaman Modal Asing (PMA) yang masuk untuk mengolah sumber daya kelautan di Indonesia saat ini masih didominasi oleh China.
&quot;PMA terbesar dari Republik Rakyat Tiongkok mencapai Rp370,74 miliar disusul Malaysia Rp240, 47 miliar dan Swiss Rp152,89 miliar,&quot; ujar Trenggono dalam acara Indonesia Marine and Fisher Bussines Forum 2024 di Jakarta, Senin (5/2/2024).

BACA JUGA:
Bisnis Kelautan dan Perikanan 2023 Penuh Tantangan 

Lebih lanjut, Trenggono menyebutkan berdasarkan bidang usaha dari investasi yang masuk, pengolahan ikan menempati urutan pertama dengan nilai investasi sebesar Rp3,65 triliun, budidaya perikanan Rp2,6 triliun, pemasaran Rp1,95 triliun, penangkapan ikan Rp1,18 triliun, dan jasa perikanan Rp185,51 triliun.Trenggono menambah, KKP dalam memastikan pembangunan sektor Kelautan  dan Perikanan dan berkelanjutan telah mengimplementasikan 5 arah  kebijakan ekonomi biru.
Pertama memperluas kawasan konservasi laut, kedua penangkapan ikan  terukur berbasis kuota, ketiga pengembangan budidaya lautan pesisir dan  darat yang berkelanjutan, keempat pengawasan dan pengendalian kawasan  pesisir dan Pulau-Pulau kecil, dan kelima pembersihan sampah plastik di  laut melalui gerakan partisipasi nelayan atau bulan cinta laut.
&quot;Perbaikan tata kelola perikanan di laut, dilakukan melalui kebijakan  penangkapan ikan tropor berbasis kuota, yang diatur dalam Peraturan  Pemerintah nomor 11 tahun 2023 tentang Penangkapan Ikan Terukur,&quot;  tutupnya.</description><content:encoded>


JAKARTA - Sektor kelautan di Indonesia mempunyai potensi yang cukup besar untuk diolah dan membawa keuntungan bagi negara. Namun, Indonesia memerlukan investasi besar untuk mengolah sumber daya kelautan tersebut.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut, berdasarkan data pada tahun 2023, nilai pasar untuk komoditas udang di Indonesia sendiri pada tahun 2023 sebesar USD60,4 miliar, kemudian rumput laut memiliki potensi pasar sebesar USD16,7 miliar, nilai pasar ikan tilapia sebesar USD13,9 miliar. Selain itu, potensi pasar untuk komoditas kepiting di Indonesia pada tahun 2023 sebesar USD879 miliar, dan Lobster sebesar USD7,2 miliar.

BACA JUGA:
Sektor Kelautan Berpotensi Untung Besar, Ini 5 Harta Karun yang Ada di Laut Indonesia

Meski demikian, besarnya potensi kelautan di Indonesia saat ini masih banyak yang dikelola oleh pihak asing. Misalnya untuk Penanaman Modal Asing (PMA) yang masuk untuk mengolah sumber daya kelautan di Indonesia saat ini masih didominasi oleh China.
&quot;PMA terbesar dari Republik Rakyat Tiongkok mencapai Rp370,74 miliar disusul Malaysia Rp240, 47 miliar dan Swiss Rp152,89 miliar,&quot; ujar Trenggono dalam acara Indonesia Marine and Fisher Bussines Forum 2024 di Jakarta, Senin (5/2/2024).

BACA JUGA:
Bisnis Kelautan dan Perikanan 2023 Penuh Tantangan 

Lebih lanjut, Trenggono menyebutkan berdasarkan bidang usaha dari investasi yang masuk, pengolahan ikan menempati urutan pertama dengan nilai investasi sebesar Rp3,65 triliun, budidaya perikanan Rp2,6 triliun, pemasaran Rp1,95 triliun, penangkapan ikan Rp1,18 triliun, dan jasa perikanan Rp185,51 triliun.Trenggono menambah, KKP dalam memastikan pembangunan sektor Kelautan  dan Perikanan dan berkelanjutan telah mengimplementasikan 5 arah  kebijakan ekonomi biru.
Pertama memperluas kawasan konservasi laut, kedua penangkapan ikan  terukur berbasis kuota, ketiga pengembangan budidaya lautan pesisir dan  darat yang berkelanjutan, keempat pengawasan dan pengendalian kawasan  pesisir dan Pulau-Pulau kecil, dan kelima pembersihan sampah plastik di  laut melalui gerakan partisipasi nelayan atau bulan cinta laut.
&quot;Perbaikan tata kelola perikanan di laut, dilakukan melalui kebijakan  penangkapan ikan tropor berbasis kuota, yang diatur dalam Peraturan  Pemerintah nomor 11 tahun 2023 tentang Penangkapan Ikan Terukur,&quot;  tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
