<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Indonesia 2023 Tumbuh 5,05%, Menko Airlangga: Lebih Tinggi dari Perkiraan</title><description>BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2023 tumbuh 5,05%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/05/320/2965922/ekonomi-indonesia-2023-tumbuh-5-05-menko-airlangga-lebih-tinggi-dari-perkiraan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/05/320/2965922/ekonomi-indonesia-2023-tumbuh-5-05-menko-airlangga-lebih-tinggi-dari-perkiraan"/><item><title>Ekonomi Indonesia 2023 Tumbuh 5,05%, Menko Airlangga: Lebih Tinggi dari Perkiraan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/05/320/2965922/ekonomi-indonesia-2023-tumbuh-5-05-menko-airlangga-lebih-tinggi-dari-perkiraan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/05/320/2965922/ekonomi-indonesia-2023-tumbuh-5-05-menko-airlangga-lebih-tinggi-dari-perkiraan</guid><pubDate>Senin 05 Februari 2024 16:50 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/05/320/2965922/ekonomi-indonesia-2023-tumbuh-5-05-menko-airlangga-lebih-tinggi-dari-perkiraan-z9075ciQXU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Airlangga sebut ekonomi 2023 lebih tinggi dari perkiraan (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/05/320/2965922/ekonomi-indonesia-2023-tumbuh-5-05-menko-airlangga-lebih-tinggi-dari-perkiraan-z9075ciQXU.jpg</image><title>Menko Airlangga sebut ekonomi 2023 lebih tinggi dari perkiraan (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8zMC8xLzE3NjcxNi81L3g4cng3N3Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2023 tumbuh 5,05%. Sementara, pada kuartal IV tahun lalu tumbuh di posisi 5,04%.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Tanah Air sepanjang tahun lalu tumbuh positif. Bahkan, melebihi perkiraan awal, yakni 5,03%.

BACA JUGA:
Piala Dunia U-17 hingga Persiapan Pemilu Dorong Ekonomi RI 2023


&amp;ldquo;Jadi kalau kita lihat pertumbuhan ekonomi kita itu di tahun 2023 itu 5,05%, dan secara triwulan 5,04%. Nah, kalau kita lihat dengan angka ini, maka angka kita lebih tinggi dari konsensus forecast yang pada waktu itu diperkirakan pertumbuhan ekonomi di tahun 2023 adalah 5,03%,&amp;rdquo; ujar Airlangga saat konferensi pers, Jakarta Pusat, Senin (5/2/2024).
Berdasarkan data BPS, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi dalam negeri selama 2023 ditopang oleh membaiknya kinerja di berbagai sektor baik lapangan usaha, pengeluaran, konsumsi rumah tangga, industri dan investasi, hingga proses hilirisasi pertambangan di kawasan Timur Indonesia.

BACA JUGA:
Capai 5,05%, Ini Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2023


Kinerja apik beberapa sektor bisnis itu juga imbas dari kebijakan pemerintah pusat. Airlangga merinci kebijakan yang dimaksud antara lain, adanya Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) atau PPN ditanggung pemerintah.
Lalu, subsidi biaya administrasi bagi perumahan masyarakat berpenghasilan rendah, penebalan bantuan sosial (bansos) untuk mitigasi El Nino, menjaga daya beli masyarakat, serta akselerasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Berdasarkan sektor lapangan usaha, sektor konstruksi tumbuh 7,68%, di  mana pertumbuhan ini merupakan kedua terbesar sesudah sektor industri  pengolahan yang tingginya 4,07%.
&amp;ldquo;Namun kontribusi industri masih 19,08%, jadi memang masih yang  tertinggi. Kemudian, kalau kita lihat juga capaian pertumbuhan ini   didukung juga oleh konsumsi rumah tangga sebesar 4,82 secara YoY dan  juga investasi sebesar 4,40% YoY,&amp;rdquo; papar dia.
Dari lapangan usaha, transportasi dan pergudangan tumbuh 13,96%.  Bidang ini tumbuh tinggi karena pemulihan (recovery) dari Covid-19.
Dari segi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi adalah Lembaga  Non-profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT), di mana pengeluaran di  luar konsumsi rumah tangga secara tahunan adalah 9,83%.
&amp;ldquo;Terjaganya konsumsi rumah tangga serta meningkatnya di tengah  situasi eksternal yang penuh ketidakpastian ini sejalan dengan kebijakan  pemerintah yang menstimulasi ekonomi di triwulan ke-4 yang lalu,&amp;rdquo;  bebernya.
Adapun, dari spasial struktur ekonomi Indonesia masih didominasi di  pulau Jawa, dengan persentase kontribusinya sebesar 57,05% terhadap  keseluruhan ekonomi, namun tahun ini terlihat kontribusi spasial  mengalami peningkatan, terutama di daerah  Sulawesi, Bali, Nusa  Tenggara, dan Papua.
Tak hanya itu, Airlangga mengatakan pertumbuhan ekonomi secara  impresif dicapai oleh Maluku Utara (Malut) dengan pertumbuhan sebesar  20,49% lalu, Sulawesi Tengah (Sulteng) di posisi 11,91%.
Menurutnya, baik pertumbuhan ekonomi domestik di Malut dan Sulawesi  Tengah ditopang oleh hilirisasi daripada logam ataupun nikel.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8zMC8xLzE3NjcxNi81L3g4cng3N3Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2023 tumbuh 5,05%. Sementara, pada kuartal IV tahun lalu tumbuh di posisi 5,04%.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Tanah Air sepanjang tahun lalu tumbuh positif. Bahkan, melebihi perkiraan awal, yakni 5,03%.

BACA JUGA:
Piala Dunia U-17 hingga Persiapan Pemilu Dorong Ekonomi RI 2023


&amp;ldquo;Jadi kalau kita lihat pertumbuhan ekonomi kita itu di tahun 2023 itu 5,05%, dan secara triwulan 5,04%. Nah, kalau kita lihat dengan angka ini, maka angka kita lebih tinggi dari konsensus forecast yang pada waktu itu diperkirakan pertumbuhan ekonomi di tahun 2023 adalah 5,03%,&amp;rdquo; ujar Airlangga saat konferensi pers, Jakarta Pusat, Senin (5/2/2024).
Berdasarkan data BPS, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi dalam negeri selama 2023 ditopang oleh membaiknya kinerja di berbagai sektor baik lapangan usaha, pengeluaran, konsumsi rumah tangga, industri dan investasi, hingga proses hilirisasi pertambangan di kawasan Timur Indonesia.

BACA JUGA:
Capai 5,05%, Ini Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2023


Kinerja apik beberapa sektor bisnis itu juga imbas dari kebijakan pemerintah pusat. Airlangga merinci kebijakan yang dimaksud antara lain, adanya Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) atau PPN ditanggung pemerintah.
Lalu, subsidi biaya administrasi bagi perumahan masyarakat berpenghasilan rendah, penebalan bantuan sosial (bansos) untuk mitigasi El Nino, menjaga daya beli masyarakat, serta akselerasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Berdasarkan sektor lapangan usaha, sektor konstruksi tumbuh 7,68%, di  mana pertumbuhan ini merupakan kedua terbesar sesudah sektor industri  pengolahan yang tingginya 4,07%.
&amp;ldquo;Namun kontribusi industri masih 19,08%, jadi memang masih yang  tertinggi. Kemudian, kalau kita lihat juga capaian pertumbuhan ini   didukung juga oleh konsumsi rumah tangga sebesar 4,82 secara YoY dan  juga investasi sebesar 4,40% YoY,&amp;rdquo; papar dia.
Dari lapangan usaha, transportasi dan pergudangan tumbuh 13,96%.  Bidang ini tumbuh tinggi karena pemulihan (recovery) dari Covid-19.
Dari segi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi adalah Lembaga  Non-profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT), di mana pengeluaran di  luar konsumsi rumah tangga secara tahunan adalah 9,83%.
&amp;ldquo;Terjaganya konsumsi rumah tangga serta meningkatnya di tengah  situasi eksternal yang penuh ketidakpastian ini sejalan dengan kebijakan  pemerintah yang menstimulasi ekonomi di triwulan ke-4 yang lalu,&amp;rdquo;  bebernya.
Adapun, dari spasial struktur ekonomi Indonesia masih didominasi di  pulau Jawa, dengan persentase kontribusinya sebesar 57,05% terhadap  keseluruhan ekonomi, namun tahun ini terlihat kontribusi spasial  mengalami peningkatan, terutama di daerah  Sulawesi, Bali, Nusa  Tenggara, dan Papua.
Tak hanya itu, Airlangga mengatakan pertumbuhan ekonomi secara  impresif dicapai oleh Maluku Utara (Malut) dengan pertumbuhan sebesar  20,49% lalu, Sulawesi Tengah (Sulteng) di posisi 11,91%.
Menurutnya, baik pertumbuhan ekonomi domestik di Malut dan Sulawesi  Tengah ditopang oleh hilirisasi daripada logam ataupun nikel.</content:encoded></item></channel></rss>
