<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sat Set! Ganjar Pranowo Tantang Pemuda Bekasi Bereskan Bantargebang</title><description>Calon Presiden RI nomor urut 3 Ganjar Pranowo bertemu pendiri Waste4change Mohamad Bijaksana Junerosano.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/05/320/2965937/sat-set-ganjar-pranowo-tantang-pemuda-bekasi-bereskan-bantargebang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/05/320/2965937/sat-set-ganjar-pranowo-tantang-pemuda-bekasi-bereskan-bantargebang"/><item><title>Sat Set! Ganjar Pranowo Tantang Pemuda Bekasi Bereskan Bantargebang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/05/320/2965937/sat-set-ganjar-pranowo-tantang-pemuda-bekasi-bereskan-bantargebang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/05/320/2965937/sat-set-ganjar-pranowo-tantang-pemuda-bekasi-bereskan-bantargebang</guid><pubDate>Senin 05 Februari 2024 17:15 WIB</pubDate><dc:creator> Royandi Hutasoit</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/05/320/2965937/sat-set-ganjar-pranowo-tantang-pemuda-bekasi-bereskan-bantargebang-flRegp5P1S.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar tantang pemuda Bekasi beresi bantar gebang (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/05/320/2965937/sat-set-ganjar-pranowo-tantang-pemuda-bekasi-bereskan-bantargebang-flRegp5P1S.jpg</image><title>Ganjar tantang pemuda Bekasi beresi bantar gebang (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wNS8xLzE3NjkyMy81L3g4czY2NzY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Calon Presiden RI nomor urut 3 Ganjar Pranowo bertemu pendiri Waste4change Mohamad Bijaksana Junerosano. Kepada Capres yang diusung Partai Perindo, Sano menceritakan keresahannya pada persoalan sampah yang tak kunjung selesai di wilayah Bekasi.
Perusahaan jasa pengelolaan sampah berbasis daur ulang ini mampu mengolah sampah sebanyak 60 ton per hari. Dia mengatakan, West4Change sudah memiliki klien terdiri dari 200 lembaga, institusi serta 1.500 rumah warga dengan memastikan terjadinya sirkular ekonomi.

BACA JUGA:
Ajak sang Ibu, Ini Momen Almira Minta Foto Bareng Ganjar saat Pulang Sekolah


&quot;Pengelolaan sampah dengan dipilah masing-masing jenis yang ada,&quot; kata Sano, Senin (5/2/2024).
Setiap klien juga diedukasi, diberi pemahaman bahwa sampah dipilah menjadi tiga. Misalnya sampah residu yakni sampah yang tidak bisa dikelola lagi atau tidak bisa menjadi daur ulang.

BACA JUGA:
Ganjar Ungkap Potensi 17 Juta Lapangan Kerja dari Pengolahan Sampah


&quot;Seperti misalnya sachet, kemudian plastik yang tipis-tipis itu kemudian menjadi RDF namanya. Produk-produk yang menjadi bahan bakar untuk semen. Jadi ada rantai berikutnya, setelah Waste4Change ini kemudian bisa menjadikan ekonomi itu berputar,&amp;rdquo; katanya.
Ganjar pun semakin kagum saat melihat pengolahan sampah organik  menjadi maggot atau pakan ternak melalui metode open window-kompas.
&quot;Ini contoh yang cukup bagus, bisa kita tunjukkan kepada publik  praktiknya sudah terjadi sejak tahun 2015. Saya tantang sama beliau,  bisa nggak diselesaikan Bantargebang, bisa. Nah, kalau kita bicara  ekonomi sirkular ternyata ini bagus sekali,&quot; katanya.
Tantangan Ganjar itu disambut antusias oleh Sano. Sama seperti  pengelolaan sampah yang dia kerjakan di Bekasi, persoalan sampah dapat  diselesaikan jika pemimpin mempunyai kesadaran lingkungan dan berani  membuat kebijakan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wNS8xLzE3NjkyMy81L3g4czY2NzY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Calon Presiden RI nomor urut 3 Ganjar Pranowo bertemu pendiri Waste4change Mohamad Bijaksana Junerosano. Kepada Capres yang diusung Partai Perindo, Sano menceritakan keresahannya pada persoalan sampah yang tak kunjung selesai di wilayah Bekasi.
Perusahaan jasa pengelolaan sampah berbasis daur ulang ini mampu mengolah sampah sebanyak 60 ton per hari. Dia mengatakan, West4Change sudah memiliki klien terdiri dari 200 lembaga, institusi serta 1.500 rumah warga dengan memastikan terjadinya sirkular ekonomi.

BACA JUGA:
Ajak sang Ibu, Ini Momen Almira Minta Foto Bareng Ganjar saat Pulang Sekolah


&quot;Pengelolaan sampah dengan dipilah masing-masing jenis yang ada,&quot; kata Sano, Senin (5/2/2024).
Setiap klien juga diedukasi, diberi pemahaman bahwa sampah dipilah menjadi tiga. Misalnya sampah residu yakni sampah yang tidak bisa dikelola lagi atau tidak bisa menjadi daur ulang.

BACA JUGA:
Ganjar Ungkap Potensi 17 Juta Lapangan Kerja dari Pengolahan Sampah


&quot;Seperti misalnya sachet, kemudian plastik yang tipis-tipis itu kemudian menjadi RDF namanya. Produk-produk yang menjadi bahan bakar untuk semen. Jadi ada rantai berikutnya, setelah Waste4Change ini kemudian bisa menjadikan ekonomi itu berputar,&amp;rdquo; katanya.
Ganjar pun semakin kagum saat melihat pengolahan sampah organik  menjadi maggot atau pakan ternak melalui metode open window-kompas.
&quot;Ini contoh yang cukup bagus, bisa kita tunjukkan kepada publik  praktiknya sudah terjadi sejak tahun 2015. Saya tantang sama beliau,  bisa nggak diselesaikan Bantargebang, bisa. Nah, kalau kita bicara  ekonomi sirkular ternyata ini bagus sekali,&quot; katanya.
Tantangan Ganjar itu disambut antusias oleh Sano. Sama seperti  pengelolaan sampah yang dia kerjakan di Bekasi, persoalan sampah dapat  diselesaikan jika pemimpin mempunyai kesadaran lingkungan dan berani  membuat kebijakan.</content:encoded></item></channel></rss>
