<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Denmark dan Spanyol Investasi Rp7,9 Triliun Garap Sektor Maritim RI</title><description>Spanyol dan Denmark investasi dengan total USD504 juta atau setara Rp7,93 triliun di sektor maritim.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/05/320/2965953/denmark-dan-spanyol-investasi-rp7-9-triliun-garap-sektor-maritim-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/05/320/2965953/denmark-dan-spanyol-investasi-rp7-9-triliun-garap-sektor-maritim-ri"/><item><title>Denmark dan Spanyol Investasi Rp7,9 Triliun Garap Sektor Maritim RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/05/320/2965953/denmark-dan-spanyol-investasi-rp7-9-triliun-garap-sektor-maritim-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/05/320/2965953/denmark-dan-spanyol-investasi-rp7-9-triliun-garap-sektor-maritim-ri</guid><pubDate>Senin 05 Februari 2024 17:49 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/05/320/2965953/denmark-dan-spanyol-investasi-rp7-9-triliun-garap-sektor-maritim-ri-CgH7yA7hai.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Denmark dan Spanyol investasi di RI (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/05/320/2965953/denmark-dan-spanyol-investasi-rp7-9-triliun-garap-sektor-maritim-ri-CgH7yA7hai.jpg</image><title>Denmark dan Spanyol investasi di RI (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMy8xLzE3Njg2MS81L3g4czNseXc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Spanyol dan Denmark investasi dengan total USD504 juta atau setara Rp7,93 triliun di sektor maritim. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, Denmark sendiri berinvestasi senilai USD145 juta pada tahun 2024 ini untuk mengoperasikan 20 satelit yang dapat memantau langsung aktivitas kelautan di Indonesia.
Menurutnya, investasi untuk pemasangan 20 satelit tersebut menjadi bagian penting untuk melindungi sumber daya kelautan Indonesia, dari aktivitas-aktivitas pelanggaran hukum, seperti pencurian.

BACA JUGA:
Ganjar Bilang Perisitwa 98 Jangan Terulang, Demokrasi Investasi Paling Mahal


&quot;(Satelit) itu akan terus beroperasi 24 jam sesuai wilayah Indonesia untuk bisa memonitor dan meng- capture gitu ya yang terjadi di laut dan ini kita gunakan untuk mengetahui situasi apa yang terjadi,&quot; ujar Trenggono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/2/2024).
Trenggono menjelaskan, pemasangan satelit akan dilakukan secara bertahap yang dimulai pada tahun ini. Pada tahap pertama pemasangan satelit ditargetkan rampung pada bulan Juni mendatang. &quot;Tahun ini satu,  Insyaallah kalau tidak ada alasan Juni sudah selesai,&quot; lanjutnya.

BACA JUGA:
UEA Tertarik Investasi Kereta Bawah Tanah di Bali 


Selain itu, Trenggono menjelaskan pihaknya juga menjalin kerjasama dengan negara Spanyol untuk pengadaan 10 unit kapal pengawas laut Indonesia melalui skema pinjaman sebesar USD359 juta.
&quot;Spanyol itu  kapal pengawas atau surveillance kita punya underwater, drone untuk bisa mengetahui kalau ada kerusakan pada padang lamun,&quot; lanjut Trenggono.
Menurutnya peran investor sangat dibutuhkan dalam mengelola kekayaan  laut di Indonesia. Setidaknya ada 5 komoditas kelautan di Indonesia yang  punya potensi besar untuk diolah kedepannya. Seperti udang, rumput  laut, ikan tilapa, kepiting, dan lobster.
&quot;Jadi tidak hanya soal ikan, ikan tidak selesai, karena berbagai  macam jenis, setidaknya ada 5 yang kita ingin kita dikuasai untuk  menjadi champion,&quot; katanya.
Lebih lanjut, Trenggono memaparkan nilai pasar untuk komoditas udang  di Indonesia sendiri pada tahun 2023 sebesar USD60,4 miliar, kemudian  rumput laut memiliki potensi pasar sebesar USD16,7 miliar, nilai pasar  ikan talapia sebesar USD13,9 miliar.
Selain itu, potensi pasar untuk komoditas kepiting di Indonesia pada  tahun 2023 sebesar USD879 miliar, dan Lobster sebesar USD7,2 miliar.  &quot;Konsumsi ikan dalam negeri mencapai 13 juta ton setiap tahunnya dari  segala jenis, saya kita bahkan kita masih impor seperti salmon, karena  kebutuhan ikan kita juga cukup besar,&quot; tutup Trenggono.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMy8xLzE3Njg2MS81L3g4czNseXc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Spanyol dan Denmark investasi dengan total USD504 juta atau setara Rp7,93 triliun di sektor maritim. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, Denmark sendiri berinvestasi senilai USD145 juta pada tahun 2024 ini untuk mengoperasikan 20 satelit yang dapat memantau langsung aktivitas kelautan di Indonesia.
Menurutnya, investasi untuk pemasangan 20 satelit tersebut menjadi bagian penting untuk melindungi sumber daya kelautan Indonesia, dari aktivitas-aktivitas pelanggaran hukum, seperti pencurian.

BACA JUGA:
Ganjar Bilang Perisitwa 98 Jangan Terulang, Demokrasi Investasi Paling Mahal


&quot;(Satelit) itu akan terus beroperasi 24 jam sesuai wilayah Indonesia untuk bisa memonitor dan meng- capture gitu ya yang terjadi di laut dan ini kita gunakan untuk mengetahui situasi apa yang terjadi,&quot; ujar Trenggono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/2/2024).
Trenggono menjelaskan, pemasangan satelit akan dilakukan secara bertahap yang dimulai pada tahun ini. Pada tahap pertama pemasangan satelit ditargetkan rampung pada bulan Juni mendatang. &quot;Tahun ini satu,  Insyaallah kalau tidak ada alasan Juni sudah selesai,&quot; lanjutnya.

BACA JUGA:
UEA Tertarik Investasi Kereta Bawah Tanah di Bali 


Selain itu, Trenggono menjelaskan pihaknya juga menjalin kerjasama dengan negara Spanyol untuk pengadaan 10 unit kapal pengawas laut Indonesia melalui skema pinjaman sebesar USD359 juta.
&quot;Spanyol itu  kapal pengawas atau surveillance kita punya underwater, drone untuk bisa mengetahui kalau ada kerusakan pada padang lamun,&quot; lanjut Trenggono.
Menurutnya peran investor sangat dibutuhkan dalam mengelola kekayaan  laut di Indonesia. Setidaknya ada 5 komoditas kelautan di Indonesia yang  punya potensi besar untuk diolah kedepannya. Seperti udang, rumput  laut, ikan tilapa, kepiting, dan lobster.
&quot;Jadi tidak hanya soal ikan, ikan tidak selesai, karena berbagai  macam jenis, setidaknya ada 5 yang kita ingin kita dikuasai untuk  menjadi champion,&quot; katanya.
Lebih lanjut, Trenggono memaparkan nilai pasar untuk komoditas udang  di Indonesia sendiri pada tahun 2023 sebesar USD60,4 miliar, kemudian  rumput laut memiliki potensi pasar sebesar USD16,7 miliar, nilai pasar  ikan talapia sebesar USD13,9 miliar.
Selain itu, potensi pasar untuk komoditas kepiting di Indonesia pada  tahun 2023 sebesar USD879 miliar, dan Lobster sebesar USD7,2 miliar.  &quot;Konsumsi ikan dalam negeri mencapai 13 juta ton setiap tahunnya dari  segala jenis, saya kita bahkan kita masih impor seperti salmon, karena  kebutuhan ikan kita juga cukup besar,&quot; tutup Trenggono.</content:encoded></item></channel></rss>
