<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rokok Elektrik Bisa Turunkan Jumlah Perokok di RI?</title><description>pelaku usaha meyakini pemanfaatan produk  tembakau alternative dapat menurunkan prevalensi merokok di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/05/320/2966038/rokok-elektrik-bisa-turunkan-jumlah-perokok-di-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/05/320/2966038/rokok-elektrik-bisa-turunkan-jumlah-perokok-di-ri"/><item><title>Rokok Elektrik Bisa Turunkan Jumlah Perokok di RI?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/05/320/2966038/rokok-elektrik-bisa-turunkan-jumlah-perokok-di-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/05/320/2966038/rokok-elektrik-bisa-turunkan-jumlah-perokok-di-ri</guid><pubDate>Senin 05 Februari 2024 20:26 WIB</pubDate><dc:creator>Fadila Nur Hasan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/05/320/2966038/rokok-elektrik-bisa-turunkan-jumlah-perokok-di-ri-E6oFtXUokC.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Pengusaha rokok elektik optimis vape bisa menurunkan jumlah perokok (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/05/320/2966038/rokok-elektrik-bisa-turunkan-jumlah-perokok-di-ri-E6oFtXUokC.jfif</image><title>Pengusaha rokok elektik optimis vape bisa menurunkan jumlah perokok (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yNy8xLzE2OTc2NC81L3g4bmk4cnM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Asosiasi pelaku usaha produk tembakau alternatif meyakini pemanfaatan produk tembakau alternative dapat menurunkan prevalensi merokok di Indonesia. Produk tembakau alternatif dapat dioptimalkan perokok yang ingin mengubah gaya hidup dan beralih dari kebiasaannya.
Ketua Asosiasi Ritel Vape Indonesia (ARVINDO) Fachmi Kurnia Firmansyah, menjelaskan produk tembakau alternatif adalah produk penghantar nikotin tanpa proses pembakaran. Sebagian produk tembakau alternatif menerapkan proses pemanasan sehingga tidak menghasilkan TAR, partikel padat yang dihasilkan ketika rokok dibakar dan bersifat karsinogenik atau dapat menyebabkan kanker.

BACA JUGA:
BLT Buruh Rokok Cair Maret 2024, Segini Besarannya


&amp;ldquo;Produk tembakau alternatif layaknya diperlakukan sebagai harm reduction (pengurangan bahaya) untuk para perokok dewasa. Implementasi harm reduction ini seperti penggunaan gula rendah kalori dan beras merah untuk orang yang memiliki penyakit diabetes atau upaya mencegah diabetes, tetapi tidak bisa lepas dari rasa manis dan kebiasaan mengonsumsi nasi,&amp;rdquo; kata Fachmi, Senin (5/2/2024).
Dalam penelitian ilmiah &amp;ldquo;Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products 2015&amp;rdquo; dari Departemen Kesehatan dan Pelayanan Sosial atau UK Health Security Agency (UKHSA) di Inggris, menunjukkan bahwa produk tembakau alternatif memiliki risiko 90-95% lebih rendah daripada rokok. Bukti ini menjadi landasan bagi negara seperti Selandia Baru, Jepang, Swedia, dan Inggris untuk memaksimalkan produk tembakau alternatif sebagai strategi mengurangi prevalensi merokok di negara tersebut.

BACA JUGA:
Turunkan Prevalensi Merokok, Ini Saran untuk Pemerintah


Bahkan, Kementerian Kesehatan Inggris meluncurkan program &amp;lsquo;swap to stop&amp;rsquo; dengan membagikan perlengkapan rokok elektronik (vape) secara gratis kepada satu juta perokok dewasa. Hal ini ditujukan untuk mencapai target menjadi negara bebas asap mulai tahun 2030.
&amp;ldquo;Kami berharap agar pemerintah Indonesia mau merujuk ke negara-negara yang telah berhasil mengoptimalkan produk tembakau alternatif sebagai salah satu langkah menekan prevalensi merokok dan penyakit yang disebabkan karena kebiasaan merokok,&amp;rdquo; ujar Fachmi.
Sebagai langkah awal dalam memaksimalkan produk tembakau alternatif,  Fachmi mendukung pemerintah dalam melakukan penelitian oleh lembaga yang  independen sehingga dapat membuat kebijakan dan memberikan informasi  komprehensif bagi masyarakat, khususnya perokok dewasa.
&amp;ldquo;Sebagai asosiasi pelaku industri produk tembakau alternatif, kami  semua siap menjadi mitra pemerintah dalam upaya menurunkan risiko dari  kebiasaan merokok,&amp;rdquo; imbuhnya.
Pada kesempatan berbeda, Sekretaris Umum Asosiasi Personal Vaporizer  (APVI), Garindra Kartasasmita, mengatakan masyarakat semakin paham  tentang risiko kesehatan akibat kebiasaan merokok. Oleh karena itu,  penggunaan produk tembakau alternatif dapat membantu perokok dewasa  beralih dari kebiasaannya.
Garindra juga menekankan pentingnya akses terhadap informasi produk  tembakau alternatif yang komprehensif sebagai  upaya mencegah informasi  keliru. Bukan hanya itu, hasil riset ilmiah juga dapat menjadi acuan  yang sahih baik bagi informasi yang beredar maupun peraturan.
&amp;ldquo;Kami berharap pemerintah lebih objektif terhadap riset produk  tembakau alternatif agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat.  Selain itu, hasil riset juga dapat menjadi landasan pembuatan regulasi  yang sesuai dengan profil risiko produk tersebut,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yNy8xLzE2OTc2NC81L3g4bmk4cnM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Asosiasi pelaku usaha produk tembakau alternatif meyakini pemanfaatan produk tembakau alternative dapat menurunkan prevalensi merokok di Indonesia. Produk tembakau alternatif dapat dioptimalkan perokok yang ingin mengubah gaya hidup dan beralih dari kebiasaannya.
Ketua Asosiasi Ritel Vape Indonesia (ARVINDO) Fachmi Kurnia Firmansyah, menjelaskan produk tembakau alternatif adalah produk penghantar nikotin tanpa proses pembakaran. Sebagian produk tembakau alternatif menerapkan proses pemanasan sehingga tidak menghasilkan TAR, partikel padat yang dihasilkan ketika rokok dibakar dan bersifat karsinogenik atau dapat menyebabkan kanker.

BACA JUGA:
BLT Buruh Rokok Cair Maret 2024, Segini Besarannya


&amp;ldquo;Produk tembakau alternatif layaknya diperlakukan sebagai harm reduction (pengurangan bahaya) untuk para perokok dewasa. Implementasi harm reduction ini seperti penggunaan gula rendah kalori dan beras merah untuk orang yang memiliki penyakit diabetes atau upaya mencegah diabetes, tetapi tidak bisa lepas dari rasa manis dan kebiasaan mengonsumsi nasi,&amp;rdquo; kata Fachmi, Senin (5/2/2024).
Dalam penelitian ilmiah &amp;ldquo;Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products 2015&amp;rdquo; dari Departemen Kesehatan dan Pelayanan Sosial atau UK Health Security Agency (UKHSA) di Inggris, menunjukkan bahwa produk tembakau alternatif memiliki risiko 90-95% lebih rendah daripada rokok. Bukti ini menjadi landasan bagi negara seperti Selandia Baru, Jepang, Swedia, dan Inggris untuk memaksimalkan produk tembakau alternatif sebagai strategi mengurangi prevalensi merokok di negara tersebut.

BACA JUGA:
Turunkan Prevalensi Merokok, Ini Saran untuk Pemerintah


Bahkan, Kementerian Kesehatan Inggris meluncurkan program &amp;lsquo;swap to stop&amp;rsquo; dengan membagikan perlengkapan rokok elektronik (vape) secara gratis kepada satu juta perokok dewasa. Hal ini ditujukan untuk mencapai target menjadi negara bebas asap mulai tahun 2030.
&amp;ldquo;Kami berharap agar pemerintah Indonesia mau merujuk ke negara-negara yang telah berhasil mengoptimalkan produk tembakau alternatif sebagai salah satu langkah menekan prevalensi merokok dan penyakit yang disebabkan karena kebiasaan merokok,&amp;rdquo; ujar Fachmi.
Sebagai langkah awal dalam memaksimalkan produk tembakau alternatif,  Fachmi mendukung pemerintah dalam melakukan penelitian oleh lembaga yang  independen sehingga dapat membuat kebijakan dan memberikan informasi  komprehensif bagi masyarakat, khususnya perokok dewasa.
&amp;ldquo;Sebagai asosiasi pelaku industri produk tembakau alternatif, kami  semua siap menjadi mitra pemerintah dalam upaya menurunkan risiko dari  kebiasaan merokok,&amp;rdquo; imbuhnya.
Pada kesempatan berbeda, Sekretaris Umum Asosiasi Personal Vaporizer  (APVI), Garindra Kartasasmita, mengatakan masyarakat semakin paham  tentang risiko kesehatan akibat kebiasaan merokok. Oleh karena itu,  penggunaan produk tembakau alternatif dapat membantu perokok dewasa  beralih dari kebiasaannya.
Garindra juga menekankan pentingnya akses terhadap informasi produk  tembakau alternatif yang komprehensif sebagai  upaya mencegah informasi  keliru. Bukan hanya itu, hasil riset ilmiah juga dapat menjadi acuan  yang sahih baik bagi informasi yang beredar maupun peraturan.
&amp;ldquo;Kami berharap pemerintah lebih objektif terhadap riset produk  tembakau alternatif agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat.  Selain itu, hasil riset juga dapat menjadi landasan pembuatan regulasi  yang sesuai dengan profil risiko produk tersebut,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
