<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anggaran Kementerian Rp50 Triliun Diblokir untuk Bansos dan Subsidi Pupuk</title><description>Pemerintah memblokir anggaran kementerian dan lembaga (K/L) senilai Rp50 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/05/320/2966072/anggaran-kementerian-rp50-triliun-diblokir-untuk-bansos-dan-subsidi-pupuk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/05/320/2966072/anggaran-kementerian-rp50-triliun-diblokir-untuk-bansos-dan-subsidi-pupuk"/><item><title>Anggaran Kementerian Rp50 Triliun Diblokir untuk Bansos dan Subsidi Pupuk</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/05/320/2966072/anggaran-kementerian-rp50-triliun-diblokir-untuk-bansos-dan-subsidi-pupuk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/05/320/2966072/anggaran-kementerian-rp50-triliun-diblokir-untuk-bansos-dan-subsidi-pupuk</guid><pubDate>Senin 05 Februari 2024 21:30 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/05/320/2966072/anggaran-kementerian-rp50-triliun-diblokir-untuk-bansos-dan-subsidi-pupuk-R3ZzkxPEiJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggaran kementerian dan lembaga diblokir untuk pupuk subsidi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/05/320/2966072/anggaran-kementerian-rp50-triliun-diblokir-untuk-bansos-dan-subsidi-pupuk-R3ZzkxPEiJ.jpg</image><title>Anggaran kementerian dan lembaga diblokir untuk pupuk subsidi (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMi8xLzE3NjgzNC81L3g4czFyZHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah memblokir anggaran kementerian dan lembaga (K/L) senilai Rp50 triliun. Langkah ini adalah automatic adjustment atau penyesuaian otomatis belanja kementerian dan lembaga tahun anggaran 2024.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, sebagian dari pemblokiran anggaran K/L akan dialokasikan untuk bantuan sosial (bansos) dan subsidi pupuk. Adapun, nilai subsidi pupuk yang ditambal pemerintah sepanjang 2024 sebesar Rp14 triliun.

BACA JUGA:
Jokowi Setujui Anggaran Subsidi Pupuk Ditambah Rp14 Triliun untuk 2,5 Juta Petani


&amp;ldquo;Nanti itu teknik-tekniknya ada macam-macam cara (sumber anggaran pupuk subsidi), salah satunya automatic adjustment, salah satunya,&amp;rdquo; ujar Airlangga saat ditemui di tempat kerjanya, Senin (5/2/2024).

BACA JUGA:
Mahfud MD: Petani Makin Sedikit tapi Subsidi Pupuk Makin Naik, Pasti Ada yang Salah


Presiden Joko Widodo (Jokowi), lanjut dia, sudah menyetujui tambahan anggaran subsidi pupuk senilai Rp14 triliun. Airlangga menyebut, dengan tambahan anggaran itu pemerintah menargetkan 2,5 juta petani sebagai penerima pupuk bersubsidi.

Setiap tahunnya, pemerintah mengalokasikan anggaran pupuk subsidi  senilai Rp25 triliun. Jika ada dana tambahan Rp14 triliun, maka anggaran  pupuk subsidi di tahun ini menyentuh Rp39 triliun.
&amp;ldquo;Subsidi pupuk itu penting karena kita masuk dalam musim tanam,  kemarin dengan dana yang ada Rp26 triliun itu untuk hanya mencakup 5,7  juta petani, sehingga kita harus menambahkan buat 2,5 juta petani,&amp;rdquo;  paparnya.
&amp;ldquo;Subsidi pupuk ini tidak boleh lambat, sehingga bapak Presiden sudah  menyetujui untuk ditambahkan subsidi Rp14 triliun,&amp;rdquo; beber dia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMi8xLzE3NjgzNC81L3g4czFyZHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah memblokir anggaran kementerian dan lembaga (K/L) senilai Rp50 triliun. Langkah ini adalah automatic adjustment atau penyesuaian otomatis belanja kementerian dan lembaga tahun anggaran 2024.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, sebagian dari pemblokiran anggaran K/L akan dialokasikan untuk bantuan sosial (bansos) dan subsidi pupuk. Adapun, nilai subsidi pupuk yang ditambal pemerintah sepanjang 2024 sebesar Rp14 triliun.

BACA JUGA:
Jokowi Setujui Anggaran Subsidi Pupuk Ditambah Rp14 Triliun untuk 2,5 Juta Petani


&amp;ldquo;Nanti itu teknik-tekniknya ada macam-macam cara (sumber anggaran pupuk subsidi), salah satunya automatic adjustment, salah satunya,&amp;rdquo; ujar Airlangga saat ditemui di tempat kerjanya, Senin (5/2/2024).

BACA JUGA:
Mahfud MD: Petani Makin Sedikit tapi Subsidi Pupuk Makin Naik, Pasti Ada yang Salah


Presiden Joko Widodo (Jokowi), lanjut dia, sudah menyetujui tambahan anggaran subsidi pupuk senilai Rp14 triliun. Airlangga menyebut, dengan tambahan anggaran itu pemerintah menargetkan 2,5 juta petani sebagai penerima pupuk bersubsidi.

Setiap tahunnya, pemerintah mengalokasikan anggaran pupuk subsidi  senilai Rp25 triliun. Jika ada dana tambahan Rp14 triliun, maka anggaran  pupuk subsidi di tahun ini menyentuh Rp39 triliun.
&amp;ldquo;Subsidi pupuk itu penting karena kita masuk dalam musim tanam,  kemarin dengan dana yang ada Rp26 triliun itu untuk hanya mencakup 5,7  juta petani, sehingga kita harus menambahkan buat 2,5 juta petani,&amp;rdquo;  paparnya.
&amp;ldquo;Subsidi pupuk ini tidak boleh lambat, sehingga bapak Presiden sudah  menyetujui untuk ditambahkan subsidi Rp14 triliun,&amp;rdquo; beber dia.</content:encoded></item></channel></rss>
