<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengerikan! Ini Teror Pinjol yang Tak Manusiawi</title><description>Fenomena pinjaman online semakin menunjukkan sisi gelapnya dengan praktik penagihan yang tidak manusiawi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/06/320/2965885/mengerikan-ini-teror-pinjol-yang-tak-manusiawi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/06/320/2965885/mengerikan-ini-teror-pinjol-yang-tak-manusiawi"/><item><title>Mengerikan! Ini Teror Pinjol yang Tak Manusiawi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/06/320/2965885/mengerikan-ini-teror-pinjol-yang-tak-manusiawi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/06/320/2965885/mengerikan-ini-teror-pinjol-yang-tak-manusiawi</guid><pubDate>Selasa 06 Februari 2024 06:02 WIB</pubDate><dc:creator>Meliana Tesa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/05/320/2965885/mengerikan-ini-teror-pinjol-yang-tak-manusiawi-VT2majBkrc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Soal Pinjaman online yang Tak Manusiawi. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/05/320/2965885/mengerikan-ini-teror-pinjol-yang-tak-manusiawi-VT2majBkrc.jpg</image><title>Soal Pinjaman online yang Tak Manusiawi. (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMi8xLzE3NjgxNS81L3g4czB6Ymc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Fenomena pinjaman online (Pinjol) semakin menunjukkan sisi gelapnya dengan praktik penagihan yang tidak manusiawi. Biasanya, nasabah yang gagal bayar kerap dihubungi secara terus menerus melalui pesan dan telepon.
Jika penagihan belum membuahkan hasil, pihak debt collector yang bekerja sama dengan pinjaman online ilegal bahkan dapat mendatangi rumah nasabah.

BACA JUGA:
Apakah Benar Pinjol Akan Menghubungi Semua Kontak?

Lantas apakah benar pinjaman online akan menghubungi semua kontak? Pinjol tidak segan untuk melakukan penagihan dengan melakukan berbagai cara. Biasanya, pada tahap awal penagihan nasabah hanya akan dihubungi secara terus menerus melalui pesan ataupun telepon.
Mereka juga tak segan menghubungi orang-orang terdekat dari nasabah dengan berbagai cara, termasuk pengiriman pesan, penambahan ke grup, dan panggilan telepon.

BACA JUGA:
8 Fakta Terbaru Pinjol, Ada Cerita Bos OJK Kena Teror

Tidak hanya kepada nasabah, pihak debt collector pinjol juga tidak segan untuk melakukan penagihan dengan cara menghubungi orang-orang terdekat dari nasabah. Biasanya adalah dengan mengirimkan pesan, memasukkan ke dalam grup, ataupun menelepon siapa saja yang ada di daftar kontak sang nasabah.Aksi sejenis ini lagi-lagi hanya terjadi pada layanan pinjaman online ilegal. Layanan pinjaman online yang legal dan terdaftar di OJK biasanya dilarang untuk mengakses kontak. Pinjol-pinjol tersebut hanya diizinkan untuk mengakses kamera, lokasi dan suara saja.
Namun, pinjol ilegal biasanya juga akan meminta akses kontak atau bahkan juga galeri saat melakukan download aplikasi.
Langkah ini dianggap sebagai strategi jaga-jaga oleh pinjol ilegal, mempersiapkan senjata tambahan untuk penagihan jika nasabah mengalami kesulitan membayar. Akibatnya, akses yang diberikan oleh nasabah dapat digunakan secara tidak etis dan tidak manusiawi oleh pihak pinjol ilegal.
Baca Selengkapnya: Apakah Benar Pinjol Akan Menghubungi Semua Kontak?</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMi8xLzE3NjgxNS81L3g4czB6Ymc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Fenomena pinjaman online (Pinjol) semakin menunjukkan sisi gelapnya dengan praktik penagihan yang tidak manusiawi. Biasanya, nasabah yang gagal bayar kerap dihubungi secara terus menerus melalui pesan dan telepon.
Jika penagihan belum membuahkan hasil, pihak debt collector yang bekerja sama dengan pinjaman online ilegal bahkan dapat mendatangi rumah nasabah.

BACA JUGA:
Apakah Benar Pinjol Akan Menghubungi Semua Kontak?

Lantas apakah benar pinjaman online akan menghubungi semua kontak? Pinjol tidak segan untuk melakukan penagihan dengan melakukan berbagai cara. Biasanya, pada tahap awal penagihan nasabah hanya akan dihubungi secara terus menerus melalui pesan ataupun telepon.
Mereka juga tak segan menghubungi orang-orang terdekat dari nasabah dengan berbagai cara, termasuk pengiriman pesan, penambahan ke grup, dan panggilan telepon.

BACA JUGA:
8 Fakta Terbaru Pinjol, Ada Cerita Bos OJK Kena Teror

Tidak hanya kepada nasabah, pihak debt collector pinjol juga tidak segan untuk melakukan penagihan dengan cara menghubungi orang-orang terdekat dari nasabah. Biasanya adalah dengan mengirimkan pesan, memasukkan ke dalam grup, ataupun menelepon siapa saja yang ada di daftar kontak sang nasabah.Aksi sejenis ini lagi-lagi hanya terjadi pada layanan pinjaman online ilegal. Layanan pinjaman online yang legal dan terdaftar di OJK biasanya dilarang untuk mengakses kontak. Pinjol-pinjol tersebut hanya diizinkan untuk mengakses kamera, lokasi dan suara saja.
Namun, pinjol ilegal biasanya juga akan meminta akses kontak atau bahkan juga galeri saat melakukan download aplikasi.
Langkah ini dianggap sebagai strategi jaga-jaga oleh pinjol ilegal, mempersiapkan senjata tambahan untuk penagihan jika nasabah mengalami kesulitan membayar. Akibatnya, akses yang diberikan oleh nasabah dapat digunakan secara tidak etis dan tidak manusiawi oleh pihak pinjol ilegal.
Baca Selengkapnya: Apakah Benar Pinjol Akan Menghubungi Semua Kontak?</content:encoded></item></channel></rss>
