<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BUMN Jadi Koperasi, Erick Thohir: Anies-Cak Imin Harusnya Tegur Timnya</title><description>Menteri BUMN  Erick Thohir menegaskan tudingan soal pengubahan status BUMN menjadi koperasi merupakan salah alamat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/06/320/2966446/bumn-jadi-koperasi-erick-thohir-anies-cak-imin-harusnya-tegur-timnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/06/320/2966446/bumn-jadi-koperasi-erick-thohir-anies-cak-imin-harusnya-tegur-timnya"/><item><title>BUMN Jadi Koperasi, Erick Thohir: Anies-Cak Imin Harusnya Tegur Timnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/06/320/2966446/bumn-jadi-koperasi-erick-thohir-anies-cak-imin-harusnya-tegur-timnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/06/320/2966446/bumn-jadi-koperasi-erick-thohir-anies-cak-imin-harusnya-tegur-timnya</guid><pubDate>Selasa 06 Februari 2024 15:50 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/06/320/2966446/bumn-jadi-koperasi-erick-thohir-anies-cak-imin-harusnya-tegur-timnya-k9jfrNgqzJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tanggapan Erick Thohir soal status BUMN jadi koperasi (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/06/320/2966446/bumn-jadi-koperasi-erick-thohir-anies-cak-imin-harusnya-tegur-timnya-k9jfrNgqzJ.jpg</image><title>Tanggapan Erick Thohir soal status BUMN jadi koperasi (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMS8xLzE3MzAxNS81L3g4cDg5MGo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri BUMN  Erick Thohir menegaskan tudingan soal pengubahan status BUMN menjadi koperasi merupakan salah alamat.
Erick mengaku hanya memberikan tanggapan atas pertanyaan yang disodorkan wartawan mengenai gagasan dari tim sukses (timses) Capres-Cawapres 1 untuk mengubah BUMN menjadi koperasi.

BACA JUGA:
Erick Thohir Disebut Pelintir Isu BUMN Jadi Koperasi, Stafsus Angkat Bicara


&quot;Kalau saya, kan hanya menjawab dan merespons wartawan. Yang nanya bahwa pendapat itu dari tim AMIN, itu ya wartawan. Saya hanya merespons dan menjawab,&quot; ujar Erick di Jakarta, Selasa (6/2/2024).
Untuk itu, Erick menyebut Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar seharusnya melakukan klarifikasi dan menegur timses yang membuat ide tersebut karena membuat resah seluruh karyawan BUMN dan juga mitra BUMN, baik swasta maupun UMKM.

BACA JUGA:
Deretan Komisaris BUMN yang Mengundurkan Diri dan Merapat ke Ganjar


Hal ini juga memiliki dampak negatif dalam upaya transformasi BUMN yang terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
&quot;Kalau memang bukan dari tim AMIN, harusnya Pak Anies dan Cak Imin bukan tegur saya, tapi tegur jubir yang melakukan konferensi pers mengenai hal ini. Videonya ada kok,&quot; paparnya.
Sebagai seorang pemimpin, Erick hanya memberikan pandangan yang  berlandaskan fakta dan data terkait kontribusi besar BUMN bagi negara  dan masyarakat.
Tak hanya itu, BUMN sebagai sepertiga kekuatan ekonomi Indonesia juga  memiliki peran vital dalam penyediaan lapangan kerja, menjadi  penyeimbang ekonomi, hingga meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil,  menengah (UMKM).
&quot;Sangat ironis dan tidak masuk akal mengubah BUMN menjadi koperasi  karena akan membuat banyak pengangguran dan menyakiti perjuangan insan  BUMN yang telah bekerja keras menjadi agen perubahan untuk mendukung  pertumbuhan ekonomi Indonesia,&quot; beber dia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMS8xLzE3MzAxNS81L3g4cDg5MGo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri BUMN  Erick Thohir menegaskan tudingan soal pengubahan status BUMN menjadi koperasi merupakan salah alamat.
Erick mengaku hanya memberikan tanggapan atas pertanyaan yang disodorkan wartawan mengenai gagasan dari tim sukses (timses) Capres-Cawapres 1 untuk mengubah BUMN menjadi koperasi.

BACA JUGA:
Erick Thohir Disebut Pelintir Isu BUMN Jadi Koperasi, Stafsus Angkat Bicara


&quot;Kalau saya, kan hanya menjawab dan merespons wartawan. Yang nanya bahwa pendapat itu dari tim AMIN, itu ya wartawan. Saya hanya merespons dan menjawab,&quot; ujar Erick di Jakarta, Selasa (6/2/2024).
Untuk itu, Erick menyebut Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar seharusnya melakukan klarifikasi dan menegur timses yang membuat ide tersebut karena membuat resah seluruh karyawan BUMN dan juga mitra BUMN, baik swasta maupun UMKM.

BACA JUGA:
Deretan Komisaris BUMN yang Mengundurkan Diri dan Merapat ke Ganjar


Hal ini juga memiliki dampak negatif dalam upaya transformasi BUMN yang terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
&quot;Kalau memang bukan dari tim AMIN, harusnya Pak Anies dan Cak Imin bukan tegur saya, tapi tegur jubir yang melakukan konferensi pers mengenai hal ini. Videonya ada kok,&quot; paparnya.
Sebagai seorang pemimpin, Erick hanya memberikan pandangan yang  berlandaskan fakta dan data terkait kontribusi besar BUMN bagi negara  dan masyarakat.
Tak hanya itu, BUMN sebagai sepertiga kekuatan ekonomi Indonesia juga  memiliki peran vital dalam penyediaan lapangan kerja, menjadi  penyeimbang ekonomi, hingga meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil,  menengah (UMKM).
&quot;Sangat ironis dan tidak masuk akal mengubah BUMN menjadi koperasi  karena akan membuat banyak pengangguran dan menyakiti perjuangan insan  BUMN yang telah bekerja keras menjadi agen perubahan untuk mendukung  pertumbuhan ekonomi Indonesia,&quot; beber dia.</content:encoded></item></channel></rss>
