<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beli KRL China, KAI: Produksinya Sesuai Kebutuhan Kita</title><description>PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter membeli rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) dari CRRC Sifang Co., Ltd, China.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/06/320/2966554/beli-krl-china-kai-produksinya-sesuai-kebutuhan-kita</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/06/320/2966554/beli-krl-china-kai-produksinya-sesuai-kebutuhan-kita"/><item><title>Beli KRL China, KAI: Produksinya Sesuai Kebutuhan Kita</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/06/320/2966554/beli-krl-china-kai-produksinya-sesuai-kebutuhan-kita</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/06/320/2966554/beli-krl-china-kai-produksinya-sesuai-kebutuhan-kita</guid><pubDate>Selasa 06 Februari 2024 18:52 WIB</pubDate><dc:creator>Putri Syifa Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/06/320/2966554/beli-krl-china-kai-produksinya-sesuai-kebutuhan-kita-TYN2sD32TZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KAI beli KRL dari China (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/06/320/2966554/beli-krl-china-kai-produksinya-sesuai-kebutuhan-kita-TYN2sD32TZ.jpg</image><title>KAI beli KRL dari China (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter membeli rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) dari CRRC Sifang Co., Ltd, China. Harga murah bukan satu-satunya alasan untuk membeli namun ada hal teknis lain yang mampu dipenuhi oleh Negara Tirai Bambu tersebut.

BACA JUGA:
Skybridge Stasiun Bojong Bakal Ditambah, Penumpang KRL Bisa Lebih Cepat

Sekretaris Perusahaan KAI Commuter Anne Purba menyebut, harga yang ditawarkan oleh pihak China memang lebih murah jika dibandingkan dengan produksi Jepang. Namun, secara spesifikasi teknis, produk buatan China lebih mendekati apa yang dibutuhkan oleh Indonesia.
&quot;Ada spesifikasi teknis yang sangat mendekati ya dari CRRC. Karena dia memang produksi benar-benar sesuai kebutuhan kita,&quot; ujar Anne dilansir dari Antara, Selasa (6/2/2024).

BACA JUGA:
KAI Impor KRL dari China, Lebih Murah dari Jepang?

Anne menjelaskan, produksi China lebih unggul dari segi materi badan kereta karena menggunakan stainless steel, sedangkan buatan Korea Selatan masih menggunakan aluminium.
Selain itu, dari sisi harga, pengiriman, regulasi dalam negeri hingga hal teknis lainnya seperti air conditioner (AC) dalam KRL, ruang gerak di dalam rangkaian hingga prasarana lainnya, proposal yang diajukan China lebih cocok dengan kondisi di Indonesia.&quot;Pada saat kami menerima semua proposal itu memang CRRC paling  kompetitif. Dan mereka juga kerja sama dengan 28 negara dalam pengadaan  sarana kereta baik commuter atau high speed train di beberapa negara,  termasuk Eropa dan Asia,&quot; kata Anne.
Anne juga membantah bahwa pengadaan KRL baru dari China karena  mendapat ancaman tidak akan mendapat pendanaan untuk proyek Kereta Cepat  Jakarta-Bandung (KCJB) jika ngotot mengimpor dari Jepang.
Saat ini, Indonesia masih menjalin kerja sama dengan Korea Selatan  dan Jepang untuk pengadaan kereta. Dengan Korea dan Eropa, Indonesia  bekerja sama untuk pengadaan kereta bandara, sedangkan dengan Jepang,  Indonesia masih berkerja sama mengenai teknologi.
&quot;Tidak ada hubungannya. Pengadaannya, prosesnya, benar-benar tidak  ada pengaruh dari siapapun, makanya selalu ada BPKP, LKPP jadi memang  proses pengadaan harus ada pembanding, tidak ada rekomendasi dari  siapapun,&quot; ucap Anne.</description><content:encoded>


JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter membeli rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) dari CRRC Sifang Co., Ltd, China. Harga murah bukan satu-satunya alasan untuk membeli namun ada hal teknis lain yang mampu dipenuhi oleh Negara Tirai Bambu tersebut.

BACA JUGA:
Skybridge Stasiun Bojong Bakal Ditambah, Penumpang KRL Bisa Lebih Cepat

Sekretaris Perusahaan KAI Commuter Anne Purba menyebut, harga yang ditawarkan oleh pihak China memang lebih murah jika dibandingkan dengan produksi Jepang. Namun, secara spesifikasi teknis, produk buatan China lebih mendekati apa yang dibutuhkan oleh Indonesia.
&quot;Ada spesifikasi teknis yang sangat mendekati ya dari CRRC. Karena dia memang produksi benar-benar sesuai kebutuhan kita,&quot; ujar Anne dilansir dari Antara, Selasa (6/2/2024).

BACA JUGA:
KAI Impor KRL dari China, Lebih Murah dari Jepang?

Anne menjelaskan, produksi China lebih unggul dari segi materi badan kereta karena menggunakan stainless steel, sedangkan buatan Korea Selatan masih menggunakan aluminium.
Selain itu, dari sisi harga, pengiriman, regulasi dalam negeri hingga hal teknis lainnya seperti air conditioner (AC) dalam KRL, ruang gerak di dalam rangkaian hingga prasarana lainnya, proposal yang diajukan China lebih cocok dengan kondisi di Indonesia.&quot;Pada saat kami menerima semua proposal itu memang CRRC paling  kompetitif. Dan mereka juga kerja sama dengan 28 negara dalam pengadaan  sarana kereta baik commuter atau high speed train di beberapa negara,  termasuk Eropa dan Asia,&quot; kata Anne.
Anne juga membantah bahwa pengadaan KRL baru dari China karena  mendapat ancaman tidak akan mendapat pendanaan untuk proyek Kereta Cepat  Jakarta-Bandung (KCJB) jika ngotot mengimpor dari Jepang.
Saat ini, Indonesia masih menjalin kerja sama dengan Korea Selatan  dan Jepang untuk pengadaan kereta. Dengan Korea dan Eropa, Indonesia  bekerja sama untuk pengadaan kereta bandara, sedangkan dengan Jepang,  Indonesia masih berkerja sama mengenai teknologi.
&quot;Tidak ada hubungannya. Pengadaannya, prosesnya, benar-benar tidak  ada pengaruh dari siapapun, makanya selalu ada BPKP, LKPP jadi memang  proses pengadaan harus ada pembanding, tidak ada rekomendasi dari  siapapun,&quot; ucap Anne.</content:encoded></item></channel></rss>
