<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyaluran Bansos Beras 10 Kg Dihentikan Mulai 11 Februari 2024</title><description>Pemerintah bakal menghentikan sementara penyaluran bantuan sosial (bansos) beras 10 kilogram (Kg).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/06/320/2966617/penyaluran-bansos-beras-10-kg-dihentikan-mulai-11-februari-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/06/320/2966617/penyaluran-bansos-beras-10-kg-dihentikan-mulai-11-februari-2024"/><item><title>Penyaluran Bansos Beras 10 Kg Dihentikan Mulai 11 Februari 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/06/320/2966617/penyaluran-bansos-beras-10-kg-dihentikan-mulai-11-februari-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/06/320/2966617/penyaluran-bansos-beras-10-kg-dihentikan-mulai-11-februari-2024</guid><pubDate>Selasa 06 Februari 2024 21:13 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/06/320/2966617/penyaluran-bansos-beras-10-kg-dihentikan-mulai-11-februari-2024-OMDwrdVnRz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penyaluran bansos beras bakal dihentikan sementara (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/06/320/2966617/penyaluran-bansos-beras-10-kg-dihentikan-mulai-11-februari-2024-OMDwrdVnRz.jpg</image><title>Penyaluran bansos beras bakal dihentikan sementara (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wNC8xLzE3NjkyMC81L3g4czVqajg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah bakal menghentikan sementara penyaluran bantuan sosial (bansos) beras 10 kilogram (Kg) untuk 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan, pemerintah sedang mempertimbangkan ulang pelaksanaan bantuan pangan tersebut.
Otoritas akan menyetop sementara waktu distribusi bansos beras 10 kilogram sejak 11-14 Februari 2024. Adapun pertimbangan utamanya adalah pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang mulai digelar pada 14 Februari tahun ini.

BACA JUGA:
Anggaran Diblokir untuk Alokasi Bansos, Ganjar Pertanyakan Data Kemiskinan


&amp;ldquo;Sedang dipertimbangkan untuk dihentikan sementara di hari tenang tanggal 11 Februari sampai dengan pencoblosan 14 Februari 2024,&amp;rdquo; ujar Arief saat dihubungi MNC Portal, Selasa (6/2/2024).
Arief juga belum dapat memastikan kapan bansos beras untuk masyarakat kelompok menengah bawah ini kembali digulirkan pemerintah, pasca pemilu. Kendati begitu, Perum Bulog dipastikan tetap menjaga pasokan beras agar tetap terpenuhi.

BACA JUGA:
Anggaran Kementerian Rp50 Triliun Diblokir untuk Bansos dan Subsidi Pupuk


&amp;ldquo;Kami akan informasikan kembali secepatnya karena Bulog juga sudah membuat perencanaan distribusi se-Indonesia,&amp;rdquo; papar dia.
Menurutnya, bansos beras sudah direncanakan pemerintah jauh-jauh hari, karena dibutuhkan masyarakat, di saat produktivitas pertanian di beberapa wilayah mengalami penurunan tajam, dampak El Nino.Pada saat bersamaan bantuan pangan beras juga dipandang efektif  menahan kenaikan harga beras di pasaran, akibat turunnya produksi beras.
&amp;ldquo;Seperti diketahui bantuan pangan beras sudah direncanakan jauh jauh  hari dan sangat diperlukan saudara saudara kita yang terbawah. Pada saat  bersamaan bantuan pangan beras ini sangat efektif menahan kenaikan  harga akibat turunnya produksi beras,&amp;rdquo; ucapnya.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wNC8xLzE3NjkyMC81L3g4czVqajg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah bakal menghentikan sementara penyaluran bantuan sosial (bansos) beras 10 kilogram (Kg) untuk 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan, pemerintah sedang mempertimbangkan ulang pelaksanaan bantuan pangan tersebut.
Otoritas akan menyetop sementara waktu distribusi bansos beras 10 kilogram sejak 11-14 Februari 2024. Adapun pertimbangan utamanya adalah pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang mulai digelar pada 14 Februari tahun ini.

BACA JUGA:
Anggaran Diblokir untuk Alokasi Bansos, Ganjar Pertanyakan Data Kemiskinan


&amp;ldquo;Sedang dipertimbangkan untuk dihentikan sementara di hari tenang tanggal 11 Februari sampai dengan pencoblosan 14 Februari 2024,&amp;rdquo; ujar Arief saat dihubungi MNC Portal, Selasa (6/2/2024).
Arief juga belum dapat memastikan kapan bansos beras untuk masyarakat kelompok menengah bawah ini kembali digulirkan pemerintah, pasca pemilu. Kendati begitu, Perum Bulog dipastikan tetap menjaga pasokan beras agar tetap terpenuhi.

BACA JUGA:
Anggaran Kementerian Rp50 Triliun Diblokir untuk Bansos dan Subsidi Pupuk


&amp;ldquo;Kami akan informasikan kembali secepatnya karena Bulog juga sudah membuat perencanaan distribusi se-Indonesia,&amp;rdquo; papar dia.
Menurutnya, bansos beras sudah direncanakan pemerintah jauh-jauh hari, karena dibutuhkan masyarakat, di saat produktivitas pertanian di beberapa wilayah mengalami penurunan tajam, dampak El Nino.Pada saat bersamaan bantuan pangan beras juga dipandang efektif  menahan kenaikan harga beras di pasaran, akibat turunnya produksi beras.
&amp;ldquo;Seperti diketahui bantuan pangan beras sudah direncanakan jauh jauh  hari dan sangat diperlukan saudara saudara kita yang terbawah. Pada saat  bersamaan bantuan pangan beras ini sangat efektif menahan kenaikan  harga akibat turunnya produksi beras,&amp;rdquo; ucapnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
