<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Tips Dagang Batik Online, Jangan Murahan!</title><description>Bisnis batik masih menarik dan berpotensi karena pasar di Indonesia sangat besar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/06/455/2966377/5-tips-dagang-batik-online-jangan-murahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/06/455/2966377/5-tips-dagang-batik-online-jangan-murahan"/><item><title>5 Tips Dagang Batik Online, Jangan Murahan!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/06/455/2966377/5-tips-dagang-batik-online-jangan-murahan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/06/455/2966377/5-tips-dagang-batik-online-jangan-murahan</guid><pubDate>Selasa 06 Februari 2024 14:10 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/06/455/2966377/5-tips-dagang-batik-online-jangan-murahan-5RzJ4RgAIH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips dagang batik online (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/06/455/2966377/5-tips-dagang-batik-online-jangan-murahan-5RzJ4RgAIH.jpg</image><title>Tips dagang batik online (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMi80LzE3NjgwNi81L3g4czB3ODY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
YOGYAKARTA - Bisnis batik masih menarik dan berpotensi karena pasar di Indonesia sangat besar. Bahkan batik menjadi pakaian untuk sekolah, kerja dan keseharian.
Hanya saja bisnis batik dengan platform online memiliki tantangan. Oleh karena itu, masyarakat yang mau merintis usaha batik dengan platform belanja online dapat memperhatikan sejumlah hal berikut ini:

BACA JUGA:
Pengusaha Batik Harap Ekonomi RI Stabil di Tahun Politik


1. Pondasi bisnis
CEO Rianty Batik Aditya Suryadinata mengatakan, dalam membuat usaha yang berkelanjutan tentu dibutuhkan pondasi yang kuat. Dasar ini wajib dimiliki para pelaku usaha.
&quot;Kalau tips dari saya, kalau mau buat usaha sustain dan lama. Harus punya pondasi kuat, tidak ada jalan pindah,&quot; ujar Adit dal Workshop Batik Bersama Shop Tokopedia, di Malioboro, Yogyakarta, Selasa (6/2/2024).

BACA JUGA:
TikTok Tokopedia Jembatani Akses Modal UMKM Batik 


2. Branding
Menurut Adit, branding sebuah produk yang mau dijual juga harus kuat. Pelaku usaha mesti membuat produk itu unik.
&quot;Branding misal apa? Batik kualitas premium dengan harga terjangkau,&quot; ujarnya.
3. Kualitas Batik
Lanjut Adit, yang mesti diperhatikan dengan baik adalah kualitas yang  harus dipertahankan bagaimanapun kondisi usaha. Pasalnya kualitas  produk sangat berkaitan dengan kepercayaan pembeli.
&quot;Sempat kejadian bahan baku katun sampai naik dua kali lipat. Itu  waktu dekat sebelum pandemi karena dolar kan naik juga. Itu kita  pertahanin harganya. Cuma saat itu pandemi kualitas sama karena  menyangkut kepercayaan,&quot; ujarnya.
4. Jangan Murah-murahan
Adit menyoroti soal perang harga murah-murahan. Menurutnya, pelaku  usaha atau UMKM jangan niat jualan dengan harga membanting harga  semurah-murahnya supaya laku saja.
Sebab hal tersebut tidak akan bertahan lama. Di mana pembeli nantinya  akan beralih ke seller yang harganya jauh lebih murah lagi.
&quot;Kalau cuma berbanding harga murah orang pasti akan pindah ke yang  lebih murah. Jadi buat orang sustain pada brand itu,&quot; ujarnya.
5. Berani Ambil Risiko
Pengusaha lokal harus berani ambil risiko dengan mempersiapkan produk  lebih banyak. Sebab, ketika memutuskan menjual barang secara online  harus instan dan cepat.
&quot;UMKM tidak mau ambil risiko dapat pesanan kemudian barang tidak ada.  Online kan barang harus ada, harus berani ambil sedikit risiko. Harus  ada stok dan itu penting,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMi80LzE3NjgwNi81L3g4czB3ODY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
YOGYAKARTA - Bisnis batik masih menarik dan berpotensi karena pasar di Indonesia sangat besar. Bahkan batik menjadi pakaian untuk sekolah, kerja dan keseharian.
Hanya saja bisnis batik dengan platform online memiliki tantangan. Oleh karena itu, masyarakat yang mau merintis usaha batik dengan platform belanja online dapat memperhatikan sejumlah hal berikut ini:

BACA JUGA:
Pengusaha Batik Harap Ekonomi RI Stabil di Tahun Politik


1. Pondasi bisnis
CEO Rianty Batik Aditya Suryadinata mengatakan, dalam membuat usaha yang berkelanjutan tentu dibutuhkan pondasi yang kuat. Dasar ini wajib dimiliki para pelaku usaha.
&quot;Kalau tips dari saya, kalau mau buat usaha sustain dan lama. Harus punya pondasi kuat, tidak ada jalan pindah,&quot; ujar Adit dal Workshop Batik Bersama Shop Tokopedia, di Malioboro, Yogyakarta, Selasa (6/2/2024).

BACA JUGA:
TikTok Tokopedia Jembatani Akses Modal UMKM Batik 


2. Branding
Menurut Adit, branding sebuah produk yang mau dijual juga harus kuat. Pelaku usaha mesti membuat produk itu unik.
&quot;Branding misal apa? Batik kualitas premium dengan harga terjangkau,&quot; ujarnya.
3. Kualitas Batik
Lanjut Adit, yang mesti diperhatikan dengan baik adalah kualitas yang  harus dipertahankan bagaimanapun kondisi usaha. Pasalnya kualitas  produk sangat berkaitan dengan kepercayaan pembeli.
&quot;Sempat kejadian bahan baku katun sampai naik dua kali lipat. Itu  waktu dekat sebelum pandemi karena dolar kan naik juga. Itu kita  pertahanin harganya. Cuma saat itu pandemi kualitas sama karena  menyangkut kepercayaan,&quot; ujarnya.
4. Jangan Murah-murahan
Adit menyoroti soal perang harga murah-murahan. Menurutnya, pelaku  usaha atau UMKM jangan niat jualan dengan harga membanting harga  semurah-murahnya supaya laku saja.
Sebab hal tersebut tidak akan bertahan lama. Di mana pembeli nantinya  akan beralih ke seller yang harganya jauh lebih murah lagi.
&quot;Kalau cuma berbanding harga murah orang pasti akan pindah ke yang  lebih murah. Jadi buat orang sustain pada brand itu,&quot; ujarnya.
5. Berani Ambil Risiko
Pengusaha lokal harus berani ambil risiko dengan mempersiapkan produk  lebih banyak. Sebab, ketika memutuskan menjual barang secara online  harus instan dan cepat.
&quot;UMKM tidak mau ambil risiko dapat pesanan kemudian barang tidak ada.  Online kan barang harus ada, harus berani ambil sedikit risiko. Harus  ada stok dan itu penting,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
