<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tren Belanja Online Orang RI, UMKM Diminta Lakukan Ini agar Tetap Cuan</title><description>Pelaku UMKM diharapkan dapat beradaptasi dengan era digital yang dinamis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/06/455/2966533/tren-belanja-online-orang-ri-umkm-diminta-lakukan-ini-agar-tetap-cuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/06/455/2966533/tren-belanja-online-orang-ri-umkm-diminta-lakukan-ini-agar-tetap-cuan"/><item><title>Tren Belanja Online Orang RI, UMKM Diminta Lakukan Ini agar Tetap Cuan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/06/455/2966533/tren-belanja-online-orang-ri-umkm-diminta-lakukan-ini-agar-tetap-cuan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/06/455/2966533/tren-belanja-online-orang-ri-umkm-diminta-lakukan-ini-agar-tetap-cuan</guid><pubDate>Selasa 06 Februari 2024 18:23 WIB</pubDate><dc:creator>Mieke Dearni Br Tarigan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/06/455/2966533/tren-belanja-online-orang-ri-umkm-diminta-lakukan-ini-agar-tetap-cuan-mNXXnDcjNv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tren belanja online orang RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/06/455/2966533/tren-belanja-online-orang-ri-umkm-diminta-lakukan-ini-agar-tetap-cuan-mNXXnDcjNv.jpg</image><title>Tren belanja online orang RI (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yOS8xLzE3NjY2Ni81L3g4cnZwaXg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pelaku UMKM diharapkan dapat beradaptasi dengan era digital yang dinamis. Perusahaan jasa pengiriman berbasis teknologi Ninja Xpress merilis hasil riset dari Suara UKM Negeri Vol 4 yang membahas tentang &quot;Seluk Beluk Social Commerce di Indonesia&quot;.
Dalam kolaborasi dengan Milieu Insight, studi ini melibatkan lebih dari 600 responden yang merupakan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berjualan secara online.

BACA JUGA:
 Warga Koja Harap Partai Perindo Bantu Lebih Banyak UMKM 


&amp;ldquo;Era digital adalah era yang dinamis dan transformatif. Pelaku UKM tidak sebaiknya bergantung pada satu platform belanja atau transaksi online saja,&amp;rdquo; kata Chief of Marketing Ninja Xpress Andi Djoewarsa.Dalam acara suara UKM Negeri Vol.4 di Ninja Studio Jakarta Selatan,Selasa (6/2/2024).
Menurut Andi, strategi multi-platform dapat meminimalkan dampak bisnis jika ada isu di salah satu platform.

BACA JUGA:
TikTok Tokopedia Jembatani Akses Modal UMKM Batik 


&amp;ldquo;Kami mendorong pelaku UKM untuk mengembangkan situs online sendiri dan memanfaatkan social commerce untuk meningkatkan pendapatan,&amp;rdquo; imbuhnya.
Adapun tujuan dari riset ini adalah untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang penggunaan social commerce dalam menjangkau target pasar dan meningkatkan penjualan. Social commerce sendiri merujuk pada platform yang berawal dari interaksi sosial dan digunakan untuk mengembangkan komunitas pengguna yang kemudian dapat dijadikan sumber pendapatan melalui berjualan. Hal ini di ungkapkan Chief of Marketing Ninja Xpress Andi Djoewarsa.
Berdasarkan riset Suara UKM Negeri Vol 3 yang membahas tentang &quot;Masa  Depan pembelanja online atau e-shopper di Indonesia&quot;, ditemukan bahwa  terdapat kelompok pembeli online yang disebut E-Shopaholics. Kelompok  ini terdiri dari mereka yang sudah terbiasa dan terus menerus berbelanja  secara online.
Selain itu,riset tersebut juga menemukan bahwa media sosial menjadi  mesin pencari utama bagi para E-Shopaholics, dan mereka cenderung  berbelanja di berbagai platform, baik itu marketplace maupun media  sosial. Temuan ini juga didukung oleh studi &quot;Bold Moves: Leading  Southeast Asia&amp;rsquo;s next wave of consumer growth&quot; yang menunjukkan bahwa  media sosial tidak hanya berfungsi sebagai platform berjejaring, tetapi  juga sebagai sumber informasi yang berpengaruh dalam pengambilan  keputusan seseorang.
&amp;ldquo;Ninja Xpress hadir dengan layanan pembuatan website khusus untuk  para pelaku UKM. Dengan memiliki platform sendiri, mereka dapat  mengembangkan bisnis dan meningkatkan penjualan melalui social media.  Selain itu, layanan foto dan video produk yang disediakan oleh Ninja  Xpress membantu meningkatkan relevansi konten dengan produk yang dijual  oleh UKM tersebut,&amp;rdquo; tutup andi.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yOS8xLzE3NjY2Ni81L3g4cnZwaXg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pelaku UMKM diharapkan dapat beradaptasi dengan era digital yang dinamis. Perusahaan jasa pengiriman berbasis teknologi Ninja Xpress merilis hasil riset dari Suara UKM Negeri Vol 4 yang membahas tentang &quot;Seluk Beluk Social Commerce di Indonesia&quot;.
Dalam kolaborasi dengan Milieu Insight, studi ini melibatkan lebih dari 600 responden yang merupakan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berjualan secara online.

BACA JUGA:
 Warga Koja Harap Partai Perindo Bantu Lebih Banyak UMKM 


&amp;ldquo;Era digital adalah era yang dinamis dan transformatif. Pelaku UKM tidak sebaiknya bergantung pada satu platform belanja atau transaksi online saja,&amp;rdquo; kata Chief of Marketing Ninja Xpress Andi Djoewarsa.Dalam acara suara UKM Negeri Vol.4 di Ninja Studio Jakarta Selatan,Selasa (6/2/2024).
Menurut Andi, strategi multi-platform dapat meminimalkan dampak bisnis jika ada isu di salah satu platform.

BACA JUGA:
TikTok Tokopedia Jembatani Akses Modal UMKM Batik 


&amp;ldquo;Kami mendorong pelaku UKM untuk mengembangkan situs online sendiri dan memanfaatkan social commerce untuk meningkatkan pendapatan,&amp;rdquo; imbuhnya.
Adapun tujuan dari riset ini adalah untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang penggunaan social commerce dalam menjangkau target pasar dan meningkatkan penjualan. Social commerce sendiri merujuk pada platform yang berawal dari interaksi sosial dan digunakan untuk mengembangkan komunitas pengguna yang kemudian dapat dijadikan sumber pendapatan melalui berjualan. Hal ini di ungkapkan Chief of Marketing Ninja Xpress Andi Djoewarsa.
Berdasarkan riset Suara UKM Negeri Vol 3 yang membahas tentang &quot;Masa  Depan pembelanja online atau e-shopper di Indonesia&quot;, ditemukan bahwa  terdapat kelompok pembeli online yang disebut E-Shopaholics. Kelompok  ini terdiri dari mereka yang sudah terbiasa dan terus menerus berbelanja  secara online.
Selain itu,riset tersebut juga menemukan bahwa media sosial menjadi  mesin pencari utama bagi para E-Shopaholics, dan mereka cenderung  berbelanja di berbagai platform, baik itu marketplace maupun media  sosial. Temuan ini juga didukung oleh studi &quot;Bold Moves: Leading  Southeast Asia&amp;rsquo;s next wave of consumer growth&quot; yang menunjukkan bahwa  media sosial tidak hanya berfungsi sebagai platform berjejaring, tetapi  juga sebagai sumber informasi yang berpengaruh dalam pengambilan  keputusan seseorang.
&amp;ldquo;Ninja Xpress hadir dengan layanan pembuatan website khusus untuk  para pelaku UKM. Dengan memiliki platform sendiri, mereka dapat  mengembangkan bisnis dan meningkatkan penjualan melalui social media.  Selain itu, layanan foto dan video produk yang disediakan oleh Ninja  Xpress membantu meningkatkan relevansi konten dengan produk yang dijual  oleh UKM tersebut,&amp;rdquo; tutup andi.</content:encoded></item></channel></rss>
