<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang RI Rp8.000 Triliun, Jokowi Bakal Warisi ke Presiden Baru</title><description>Utang pemerintah diperkirakan mencapai Rp8.041 triliun di masa akhir kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/07/320/2966438/utang-ri-rp8-000-triliun-jokowi-bakal-warisi-ke-presiden-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/07/320/2966438/utang-ri-rp8-000-triliun-jokowi-bakal-warisi-ke-presiden-baru"/><item><title>Utang RI Rp8.000 Triliun, Jokowi Bakal Warisi ke Presiden Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/07/320/2966438/utang-ri-rp8-000-triliun-jokowi-bakal-warisi-ke-presiden-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/07/320/2966438/utang-ri-rp8-000-triliun-jokowi-bakal-warisi-ke-presiden-baru</guid><pubDate>Rabu 07 Februari 2024 06:35 WIB</pubDate><dc:creator>Meliana Tesa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/06/320/2966438/utang-ri-rp8-000-triliun-jokowi-bakal-warisi-ke-presiden-baru-wwrKaKdvy7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Utang Indonesia Naik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/06/320/2966438/utang-ri-rp8-000-triliun-jokowi-bakal-warisi-ke-presiden-baru-wwrKaKdvy7.jpg</image><title>Utang Indonesia Naik (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8zMC8xLzE3NjcxNi81L3g4cng3N3Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Utang pemerintah diperkirakan mencapai Rp8.041 triliun di masa akhir kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Utang tersebut harus ditanggung oleh presiden selanjutnya.
Diketahui angka ini mencapai 38,11% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Secara rasio angka utang ini masih relatif rendah dibandingkan pada 2022 yang sebesar 38,65%, demikian juga pada tahun 2021 yang mencapai 41%.

BACA JUGA:
Usai Bertemu Jokowi di Istana, Sri Mulyani: Aku Sudah Tahu Pertanyaannya

Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza, mengatakan siapapun Presiden baru yang akan terpilih nanti bakal siap mewarisi beban tersebut.
&amp;ldquo;Nah, inilah yang diwariskan oleh pemerintahan Pak Jokowi ini, yang harus ditanggung oleh pemerintahan baru. Siapapun nanti yang akan terpilih menjadi presidennya,&amp;rdquo; kata Handi dalam Diskusi Universitas Paramadina &amp;lsquo;Masalah APBN, Utang, dan Tax Ratio Rendah. PR Presiden Yang Akan Datang.

BACA JUGA:
Jokowi Setujui Anggaran Subsidi Pupuk Ditambah Rp14 Triliun untuk 2,5 Juta Petani

Handi memaparkan utang ini bakal menjadi tanggungan pemerintah setiap tahun, karena wajib menganggarkan biaya pokok dan bunga utang. Dia menghitung beban tersebut berada hampir menembus angka Rp500 triliun setiap tahun.&amp;ldquo;Bayangkan anggaran belanja kita cuma Rp3.000 triliun ya di 2024 ini, jadi Rp500 triliun itu sudah kita belanjakan untuk membayar utang. Inilah yang membebani APBN kita,&amp;rdquo; jelasnya.
Sebagaimana diketahui, bahwa rasio ini masih terhitung normal atau wajar sesuai UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, di mana batas rasio utang terhadap PDB maksimal 60%.
Namun, Handi melihat pemerintahan baru nanti tidak boleh abai terhadap rasio tersebut. Pasalnya, rasio utang pemerintah saat ini telah menyentuh ambang batas psikologis.
Baca Selengkapnya: Jokowi Bakal Warisi Utang Rp8.000 Triliun ke Presiden Baru</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8zMC8xLzE3NjcxNi81L3g4cng3N3Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Utang pemerintah diperkirakan mencapai Rp8.041 triliun di masa akhir kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Utang tersebut harus ditanggung oleh presiden selanjutnya.
Diketahui angka ini mencapai 38,11% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Secara rasio angka utang ini masih relatif rendah dibandingkan pada 2022 yang sebesar 38,65%, demikian juga pada tahun 2021 yang mencapai 41%.

BACA JUGA:
Usai Bertemu Jokowi di Istana, Sri Mulyani: Aku Sudah Tahu Pertanyaannya

Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza, mengatakan siapapun Presiden baru yang akan terpilih nanti bakal siap mewarisi beban tersebut.
&amp;ldquo;Nah, inilah yang diwariskan oleh pemerintahan Pak Jokowi ini, yang harus ditanggung oleh pemerintahan baru. Siapapun nanti yang akan terpilih menjadi presidennya,&amp;rdquo; kata Handi dalam Diskusi Universitas Paramadina &amp;lsquo;Masalah APBN, Utang, dan Tax Ratio Rendah. PR Presiden Yang Akan Datang.

BACA JUGA:
Jokowi Setujui Anggaran Subsidi Pupuk Ditambah Rp14 Triliun untuk 2,5 Juta Petani

Handi memaparkan utang ini bakal menjadi tanggungan pemerintah setiap tahun, karena wajib menganggarkan biaya pokok dan bunga utang. Dia menghitung beban tersebut berada hampir menembus angka Rp500 triliun setiap tahun.&amp;ldquo;Bayangkan anggaran belanja kita cuma Rp3.000 triliun ya di 2024 ini, jadi Rp500 triliun itu sudah kita belanjakan untuk membayar utang. Inilah yang membebani APBN kita,&amp;rdquo; jelasnya.
Sebagaimana diketahui, bahwa rasio ini masih terhitung normal atau wajar sesuai UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, di mana batas rasio utang terhadap PDB maksimal 60%.
Namun, Handi melihat pemerintahan baru nanti tidak boleh abai terhadap rasio tersebut. Pasalnya, rasio utang pemerintah saat ini telah menyentuh ambang batas psikologis.
Baca Selengkapnya: Jokowi Bakal Warisi Utang Rp8.000 Triliun ke Presiden Baru</content:encoded></item></channel></rss>
