<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mundur dari Komut Pertamina, Segini Total Bonus yang Ditinggalkan Ahok</title><description>Ahok meninggalkan bonus yang sangat besar dari Pertamina.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/07/320/2966640/mundur-dari-komut-pertamina-segini-total-bonus-yang-ditinggalkan-ahok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/07/320/2966640/mundur-dari-komut-pertamina-segini-total-bonus-yang-ditinggalkan-ahok"/><item><title>Mundur dari Komut Pertamina, Segini Total Bonus yang Ditinggalkan Ahok</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/07/320/2966640/mundur-dari-komut-pertamina-segini-total-bonus-yang-ditinggalkan-ahok</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/07/320/2966640/mundur-dari-komut-pertamina-segini-total-bonus-yang-ditinggalkan-ahok</guid><pubDate>Rabu 07 Februari 2024 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Mieke Dearni Br Tarigan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/06/320/2966640/mundur-dari-komut-pertamina-segini-total-bonus-yang-ditinggalkan-ahok-GbxvOU1OTM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bonus besar yang ditinggalkan Ahok (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/06/320/2966640/mundur-dari-komut-pertamina-segini-total-bonus-yang-ditinggalkan-ahok-GbxvOU1OTM.jpg</image><title>Bonus besar yang ditinggalkan Ahok (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wNC8xLzE3Njg3MS81L3g4czN3b2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ahok meninggalkan bonus yang sangat besar dari Pertamina sebagai bentuk dukungan kepada Ganjar Mahfud. Keputusan ini diambil setelah mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengundurkan diri dari posisi Komisaris Utama di salah satu Badan Usaha Milik Negara tersebut.
Tentu saja keputusannya untuk mundur dari jabatan itu didasari oleh keinginan pribadi. Pastinya beberapa netizen merasa kecewa dengan keputusan Ahok tersebut, mengingat dia sebenarnya bisa mendapatkan total bonus yang besar. Hal ini dikarenakan Pertamina melaporkan kinerjanya setiap tahun.

BACA JUGA:
Ganjar : Ahok Bantu Saya karena Sebuah Nilai


Ternyata Ahok menolak total bonus yang fantastis dari Pertamina demi mendukung Ganjar Mahfud, yang bisa mencapai triliunan rupiah. Saat itu, Pertamina mencatatkan laba hampir mencapai Rp 37 triliun (belum diaudit) pada Semester 1 tahun 2023.
Jika dihitung, 1% dari Rp 37 triliun adalah Rp 370 miliar. Meskipun ada potensi mendapatkan bonus yang besar, Ahok tetap memilih untuk mundur agar dapat ikut serta dalam kampanye Ganjar-Mahfud.

BACA JUGA:
Ahok Hadiri Kampanye Akbar Relawan Ganjar-Mahfud di Los Angeles


Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir memberi ijin alasan Ahok mundur dari pucuk kepemimpinan Dewan Komisaris Pertamina lantaran memilih masuk dalam tim sukses (timses) Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Erick memandang, keputusan Ahok bukan soal salah dan benar, namun karena pilihan. Karena itu, patut dihargai.
&amp;ldquo;Kan sama, pilihan. Pak Ahok mundurkan, ada juga Komisaris waktu itu  dari BSI, waktu itu saudara Arief Rosyid, pilihan semua kan, bukan salah  dan benar, ini kan era demokrasi yang harus kita hargai,&amp;rdquo; paparnya.
Ternyata Ahok bukan satu-satunya Komisaris BUMN yang memilih mundur  dari jabatan strategis di perusahaan pelat merah. Ada beberapa nama  Komisaris di BUMN lain yang juga mengambil langkah serupa. Alasannya  adalah karena mereka memilih untuk bergabung dengan tim sukses salah  satu pasangan calon dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun ini.
Salah satu contohnya adalah Abdi Negara Nurdin, yang lebih dikenal  sebagai Abdee Slank. Dia memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan  Komisaris Independen PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) yang  dijabatinya sejak Mei 2021.
Baca Selengkapnya : Segini Total Bonus Fantastis yang Ditolak Ahok dari Pertamina demi Dukung Ganjar Mahfud</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wNC8xLzE3Njg3MS81L3g4czN3b2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ahok meninggalkan bonus yang sangat besar dari Pertamina sebagai bentuk dukungan kepada Ganjar Mahfud. Keputusan ini diambil setelah mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengundurkan diri dari posisi Komisaris Utama di salah satu Badan Usaha Milik Negara tersebut.
Tentu saja keputusannya untuk mundur dari jabatan itu didasari oleh keinginan pribadi. Pastinya beberapa netizen merasa kecewa dengan keputusan Ahok tersebut, mengingat dia sebenarnya bisa mendapatkan total bonus yang besar. Hal ini dikarenakan Pertamina melaporkan kinerjanya setiap tahun.

BACA JUGA:
Ganjar : Ahok Bantu Saya karena Sebuah Nilai


Ternyata Ahok menolak total bonus yang fantastis dari Pertamina demi mendukung Ganjar Mahfud, yang bisa mencapai triliunan rupiah. Saat itu, Pertamina mencatatkan laba hampir mencapai Rp 37 triliun (belum diaudit) pada Semester 1 tahun 2023.
Jika dihitung, 1% dari Rp 37 triliun adalah Rp 370 miliar. Meskipun ada potensi mendapatkan bonus yang besar, Ahok tetap memilih untuk mundur agar dapat ikut serta dalam kampanye Ganjar-Mahfud.

BACA JUGA:
Ahok Hadiri Kampanye Akbar Relawan Ganjar-Mahfud di Los Angeles


Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir memberi ijin alasan Ahok mundur dari pucuk kepemimpinan Dewan Komisaris Pertamina lantaran memilih masuk dalam tim sukses (timses) Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Erick memandang, keputusan Ahok bukan soal salah dan benar, namun karena pilihan. Karena itu, patut dihargai.
&amp;ldquo;Kan sama, pilihan. Pak Ahok mundurkan, ada juga Komisaris waktu itu  dari BSI, waktu itu saudara Arief Rosyid, pilihan semua kan, bukan salah  dan benar, ini kan era demokrasi yang harus kita hargai,&amp;rdquo; paparnya.
Ternyata Ahok bukan satu-satunya Komisaris BUMN yang memilih mundur  dari jabatan strategis di perusahaan pelat merah. Ada beberapa nama  Komisaris di BUMN lain yang juga mengambil langkah serupa. Alasannya  adalah karena mereka memilih untuk bergabung dengan tim sukses salah  satu pasangan calon dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun ini.
Salah satu contohnya adalah Abdi Negara Nurdin, yang lebih dikenal  sebagai Abdee Slank. Dia memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan  Komisaris Independen PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) yang  dijabatinya sejak Mei 2021.
Baca Selengkapnya : Segini Total Bonus Fantastis yang Ditolak Ahok dari Pertamina demi Dukung Ganjar Mahfud</content:encoded></item></channel></rss>
