<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Alasan Menko Luhut Pilih Impor KRL dari China</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan buka suara soal impor KRL China yang dilakukan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/07/320/2967135/ini-alasan-menko-luhut-pilih-impor-krl-dari-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/07/320/2967135/ini-alasan-menko-luhut-pilih-impor-krl-dari-china"/><item><title>Ini Alasan Menko Luhut Pilih Impor KRL dari China</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/07/320/2967135/ini-alasan-menko-luhut-pilih-impor-krl-dari-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/07/320/2967135/ini-alasan-menko-luhut-pilih-impor-krl-dari-china</guid><pubDate>Rabu 07 Februari 2024 19:39 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/07/320/2967135/ini-alasan-menko-luhut-pilih-impor-krl-dari-china-OEhuPGEbpv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luhut buka suara soal impor KRL China (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/07/320/2967135/ini-alasan-menko-luhut-pilih-impor-krl-dari-china-OEhuPGEbpv.jpg</image><title>Luhut buka suara soal impor KRL China (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMy8xLzE3Njg2MS81L3g4czNseXc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan buka suara soal impor KRL China yang dilakukan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter. Luhut menilai, upaya tersebut sejatinya guna memenuhi kebutuhan sambil menunggu produksi KRL oleh PT INKA di Jawa Timur.
&quot;Itu sudah pernah dirapatin, supaya bridging saja dulu 3 trainset sambil kita membangun di Banyuwangi dengan INKA di Madiun,&quot; jelasnya ketika ditemui di Kemenko Marves, Jakarta, Rabu (7/2/2024).

BACA JUGA:
Luhut: Kenaikan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor Belum Berlaku


Lebih lanjut, Luhut menegaskan bahwa ke depan pemerintah akan memprioritaskan gerbong-gerbong KRL yang beroperasi merupakan produksi dari INKA. Apabila terpaksa mendatangkan dari luar negeri maka pemerintah takkan membuka jalan impor KRL bekas.
&quot;Kita inginnya buatan dalam negeri. Kan ngapain kita impor bekas, impor aja yang jadi sekalian. Tapi, 3 trainset ini bridging aja untuk membangun yang di dalam negeri,&quot; terangnya.

BACA JUGA:
Jokowi Disebut Tak Bisa Kerja, Luhut Pasang Badan: Lihat dengan Kepala! 


Sebelumnya, Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba juga telah membeberkan alasan perusahaan mengimpor tiga rangkaian kereta (trainset) dari pabrikan asal China, CRRC Sifang Co. Ltd senilai Rp783 miliar. Salah satu yang dipertimbangkan adalah harga yang ditawarkan.
Anne Purba mengungkapkan, dalam proses persiapan teknis, pihaknya terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak penyedia atau manufaktur dari beberapa negara produsen sarana KRL.

&quot;(Namun) setelah proposal resmi dari J-TREC (produsen KRL Jepang),  kami terima Oktober 2023 lalu, pihak produsen ini menyampaikan adanya  perubahan rekomendasi teknis dan pembiayaan yang diajukan dari proposal  sebelumnya,&quot; terang Anne dalam keterangan resminya dikutip Sabtu  (3/2/2023) lalu.
Selain terus melakukan komunikasi dengan J-TREC Jepang, KAI Commuter  juga melakukan komunikasi ke Korea Selatan (Wojin dan Dawonsys) dan  China (CRRC Cifang Qingdao) yang juga memproduksi kereta cepat Whoosh.
&quot;Setelah menerima proposal dari keempat pihak tersebut, dari hasil  pembahasan proses pengadaan Sarana KRL, CCRC Sifang dapat memenuhi  spesifikasi teknis dan time delivery yang sesuai dengan persyaratan dan  harga yang kompetitif dibandingkan produk lainnya,&quot; tutur Anne.
Anne menambahkan, dari sisi reputasi dan rekam jejak, CRRC Sifang  juga sudah bekerjasama dengan 28 negara di Dunia dalam menyediakan  sarana commuter EMU dengan berbagai kondisi di negara masing-masing  pengimpornya.
&quot;Ini juga yang memperkuat KAI Commuter untuk bekerjasama dengan CRRC  Sifang. Dalam kerjasama ini KAI Commuter dan CRRC Sifang juga sepakat  untuk melakukan transfer knowledge untuk penanganan operasional ke  depan,&quot; imbuh Anne.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMy8xLzE3Njg2MS81L3g4czNseXc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan buka suara soal impor KRL China yang dilakukan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter. Luhut menilai, upaya tersebut sejatinya guna memenuhi kebutuhan sambil menunggu produksi KRL oleh PT INKA di Jawa Timur.
&quot;Itu sudah pernah dirapatin, supaya bridging saja dulu 3 trainset sambil kita membangun di Banyuwangi dengan INKA di Madiun,&quot; jelasnya ketika ditemui di Kemenko Marves, Jakarta, Rabu (7/2/2024).

BACA JUGA:
Luhut: Kenaikan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor Belum Berlaku


Lebih lanjut, Luhut menegaskan bahwa ke depan pemerintah akan memprioritaskan gerbong-gerbong KRL yang beroperasi merupakan produksi dari INKA. Apabila terpaksa mendatangkan dari luar negeri maka pemerintah takkan membuka jalan impor KRL bekas.
&quot;Kita inginnya buatan dalam negeri. Kan ngapain kita impor bekas, impor aja yang jadi sekalian. Tapi, 3 trainset ini bridging aja untuk membangun yang di dalam negeri,&quot; terangnya.

BACA JUGA:
Jokowi Disebut Tak Bisa Kerja, Luhut Pasang Badan: Lihat dengan Kepala! 


Sebelumnya, Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba juga telah membeberkan alasan perusahaan mengimpor tiga rangkaian kereta (trainset) dari pabrikan asal China, CRRC Sifang Co. Ltd senilai Rp783 miliar. Salah satu yang dipertimbangkan adalah harga yang ditawarkan.
Anne Purba mengungkapkan, dalam proses persiapan teknis, pihaknya terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak penyedia atau manufaktur dari beberapa negara produsen sarana KRL.

&quot;(Namun) setelah proposal resmi dari J-TREC (produsen KRL Jepang),  kami terima Oktober 2023 lalu, pihak produsen ini menyampaikan adanya  perubahan rekomendasi teknis dan pembiayaan yang diajukan dari proposal  sebelumnya,&quot; terang Anne dalam keterangan resminya dikutip Sabtu  (3/2/2023) lalu.
Selain terus melakukan komunikasi dengan J-TREC Jepang, KAI Commuter  juga melakukan komunikasi ke Korea Selatan (Wojin dan Dawonsys) dan  China (CRRC Cifang Qingdao) yang juga memproduksi kereta cepat Whoosh.
&quot;Setelah menerima proposal dari keempat pihak tersebut, dari hasil  pembahasan proses pengadaan Sarana KRL, CCRC Sifang dapat memenuhi  spesifikasi teknis dan time delivery yang sesuai dengan persyaratan dan  harga yang kompetitif dibandingkan produk lainnya,&quot; tutur Anne.
Anne menambahkan, dari sisi reputasi dan rekam jejak, CRRC Sifang  juga sudah bekerjasama dengan 28 negara di Dunia dalam menyediakan  sarana commuter EMU dengan berbagai kondisi di negara masing-masing  pengimpornya.
&quot;Ini juga yang memperkuat KAI Commuter untuk bekerjasama dengan CRRC  Sifang. Dalam kerjasama ini KAI Commuter dan CRRC Sifang juga sepakat  untuk melakukan transfer knowledge untuk penanganan operasional ke  depan,&quot; imbuh Anne.</content:encoded></item></channel></rss>
