<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Daftar Antrean IPO 2024 di BEI, Ada 4 Perusahaan Raksasa   </title><description>24 perusahaan dikabarkan masuk dalam antrean pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/08/278/2967449/daftar-antrean-ipo-2024-di-bei-ada-4-perusahaan-raksasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/08/278/2967449/daftar-antrean-ipo-2024-di-bei-ada-4-perusahaan-raksasa"/><item><title>Daftar Antrean IPO 2024 di BEI, Ada 4 Perusahaan Raksasa   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/08/278/2967449/daftar-antrean-ipo-2024-di-bei-ada-4-perusahaan-raksasa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/08/278/2967449/daftar-antrean-ipo-2024-di-bei-ada-4-perusahaan-raksasa</guid><pubDate>Kamis 08 Februari 2024 16:12 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/08/278/2967449/daftar-antrean-ipo-2024-di-bei-ada-4-perusahaan-raksasa-ufPrYgRi5J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Daftar Antrean IPO di BEI. (Foto: Okezone.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/08/278/2967449/daftar-antrean-ipo-2024-di-bei-ada-4-perusahaan-raksasa-ufPrYgRi5J.jpg</image><title>Daftar Antrean IPO di BEI. (Foto: Okezone.com/MPI)</title></images><description>JAKARTA - 24 perusahaan dikabarkan masuk dalam antrean pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari jumlah tersebut, ada 4 raksasa dengan aset jumbo.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan keempat perusahaan itu memiliki aset di atas Rp250 miliar.
&amp;ldquo;Hingga 7 Februari 2024, terdapat 24 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI. 4 perusahaan aset skala besar,&amp;rdquo; kata Nyoman kepada wartawan, Kamis (8/2/2024).

BACA JUGA:
Sukseskan IPO TOSK, MNC Sekuritas Targetkan 10 Pencatatan Efek di 2024

Bursa juga menghimpun 17 korporasi dengan aset skala menengah dalam rentang Rp50 miliar sampai Rp250 miliar. Ini disusul 3 calon emiten beraset kecil di bawah Rp50 miliar.
Sektor konsumer masih mendominasi pencatatan saham, terdiri dari 5 perusahaan konsumer siklikal, dan 4 nonsiklikal.

BACA JUGA:
IPO Pekan Depan, Cek Dulu Laporan Keuangan Multikarya Asia

Adapun 8 korporasi dari sektor industri juga siap meramaikan geliat penerbitan saham. Tak berhenti, ada 3 calon emiten dari sektor teknologi, dan 2 dari basic materials atau bahan baku.
Setidaknya terdapat 1 perusahaan yang masing-masing mewakili sektor infrastruktur, dan properti-real estate.Aktivitas pencatatan saham masih menjadi incaran perusahaan memasuki pertengahan kuartal pertama tahun ini. Tak main-main, belum genap dua bulan tahun 2024 berjalan, dana yang terkumpul dari initial public offering (IPO) menembus Rp3 triliun.
&amp;ldquo;Sudah tercatat 13 perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dana dihimpun Rp3,00 triliun,&amp;rdquo; tandas Nyoman.</description><content:encoded>JAKARTA - 24 perusahaan dikabarkan masuk dalam antrean pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari jumlah tersebut, ada 4 raksasa dengan aset jumbo.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan keempat perusahaan itu memiliki aset di atas Rp250 miliar.
&amp;ldquo;Hingga 7 Februari 2024, terdapat 24 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI. 4 perusahaan aset skala besar,&amp;rdquo; kata Nyoman kepada wartawan, Kamis (8/2/2024).

BACA JUGA:
Sukseskan IPO TOSK, MNC Sekuritas Targetkan 10 Pencatatan Efek di 2024

Bursa juga menghimpun 17 korporasi dengan aset skala menengah dalam rentang Rp50 miliar sampai Rp250 miliar. Ini disusul 3 calon emiten beraset kecil di bawah Rp50 miliar.
Sektor konsumer masih mendominasi pencatatan saham, terdiri dari 5 perusahaan konsumer siklikal, dan 4 nonsiklikal.

BACA JUGA:
IPO Pekan Depan, Cek Dulu Laporan Keuangan Multikarya Asia

Adapun 8 korporasi dari sektor industri juga siap meramaikan geliat penerbitan saham. Tak berhenti, ada 3 calon emiten dari sektor teknologi, dan 2 dari basic materials atau bahan baku.
Setidaknya terdapat 1 perusahaan yang masing-masing mewakili sektor infrastruktur, dan properti-real estate.Aktivitas pencatatan saham masih menjadi incaran perusahaan memasuki pertengahan kuartal pertama tahun ini. Tak main-main, belum genap dua bulan tahun 2024 berjalan, dana yang terkumpul dari initial public offering (IPO) menembus Rp3 triliun.
&amp;ldquo;Sudah tercatat 13 perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dana dihimpun Rp3,00 triliun,&amp;rdquo; tandas Nyoman.</content:encoded></item></channel></rss>
