<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Intip Rencana Harta Djaya Karya (MEJA) Usai IPO</title><description>Saham PT Harta Djaya Karya Tbk atau HDK (MEJA) resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/12/278/2968993/intip-rencana-harta-djaya-karya-meja-usai-ipo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/12/278/2968993/intip-rencana-harta-djaya-karya-meja-usai-ipo"/><item><title>Intip Rencana Harta Djaya Karya (MEJA) Usai IPO</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/12/278/2968993/intip-rencana-harta-djaya-karya-meja-usai-ipo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/12/278/2968993/intip-rencana-harta-djaya-karya-meja-usai-ipo</guid><pubDate>Senin 12 Februari 2024 12:09 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/12/278/2968993/intip-rencana-harta-djaya-karya-meja-usai-ipo-fY8RK8xJp1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harta Djaya Karya listing hari ini (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/12/278/2968993/intip-rencana-harta-djaya-karya-meja-usai-ipo-fY8RK8xJp1.jpg</image><title>Harta Djaya Karya listing hari ini (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Saham PT Harta Djaya Karya Tbk atau HDK (MEJA) resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan mengaku optimistis ke perkembangan bisnis setelah resmi IPO.
Direktur Utama Harta Djaya Karya, Richie Adrian Hartanto Suryadi mengatakan, perseroan menawarkan sebanyak 480 juta saham baru dengan harga Rp103, dana yang terkumpul sebesar Rp49,44 miliar.

BACA JUGA:
157 Saham Hijau, IHSG Dibuka Menguat ke 7.268


&quot;70% akan kami kembalikan untuk modal kerja lagi dimana fokus modal kerja ini dari project on going sekarang, project yang mau kita jalankan dan kita menyiapkan untuk ekspansi di industri interior ini,&quot; jelas Richie dalam Market Review IDX, Senin (12/2/2024).
Harta Djaya Karya telah lama menjadi pelaku terkemuka di industri konsultasi desain, konstruksi interior, dan pabrikasi furnitur. Dengan komitmen yang tak berubah selama lebih dari 10 tahun, Perseroan terus menyediakan layanan unggul kepada kliennya.

BACA JUGA:
Rekomendasi Saham Hari Ini saat IHSG Menguat


Pengalaman yang kaya telah memperkuat posisi MEJA sebagai pemimpin industri dalam menyediakan solusi desain dan konstruksi interior yang inovatif.
Dalam masa mendatang, MEJA telah merinci sebuah strategi yang bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan bisnisnya. Rencana ini mencakup inisiatif seperti pembangunan workshop baru, dengan fokus pada peningkatan kapasitas produksi perusahaan.
Selain itu, MEJA berencana untuk mendirikan 'Experience Center' di beberapa lokasi yang strategis, sebagai langkah nyata untuk memperluas cakupan target pemasaran perusahaan.
Seiring dengan upaya perluasan ini, MEJA juga memiliki rencana untuk  memperkenalkan brand internal yang eksklusif untuk produk furnitur  buatannya.
Langkah ini diharapkan tidak hanya akan meningkatkan citra merek  Perseroan, tetapi juga memberikan nilai tambah kepada pelanggan dengan  menyajikan produk yang unik dan berkualitas tinggi.
Dana hasil IPO tersebut rencananya akan digunakan untuk pembelian  aset tetap berupa peralatan kerja kantor, peralatan kerja proyek  kemudian sewa bangunan, kendaraan, dan pengembangan sistem informasi.
Sebagian besar dana hasil IPO tersebut akan dialokasikan untuk modal  kerja seperti pembelian persediaan bahan baku, biaya kontraktor, desain  interior, dan pengadaan furnitur.
Bersamaan dengan IPO ini, MEJA juga menerbitkan sebanyak 480.000.000  Waran Seri I dengan rasio setiap pemegang 1 Saham Baru berhak memperoleh  1 Waran Seri I dengan harga pelaksanaan sebesar Rp115,- per saham.
Dalam proses IPO ini, MEJA secara resmi telah menunjuk PT MNC  Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan PT Erdikha Elit  Sekuritas sebagai Penjamin Emisi Efek.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Saham PT Harta Djaya Karya Tbk atau HDK (MEJA) resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan mengaku optimistis ke perkembangan bisnis setelah resmi IPO.
Direktur Utama Harta Djaya Karya, Richie Adrian Hartanto Suryadi mengatakan, perseroan menawarkan sebanyak 480 juta saham baru dengan harga Rp103, dana yang terkumpul sebesar Rp49,44 miliar.

BACA JUGA:
157 Saham Hijau, IHSG Dibuka Menguat ke 7.268


&quot;70% akan kami kembalikan untuk modal kerja lagi dimana fokus modal kerja ini dari project on going sekarang, project yang mau kita jalankan dan kita menyiapkan untuk ekspansi di industri interior ini,&quot; jelas Richie dalam Market Review IDX, Senin (12/2/2024).
Harta Djaya Karya telah lama menjadi pelaku terkemuka di industri konsultasi desain, konstruksi interior, dan pabrikasi furnitur. Dengan komitmen yang tak berubah selama lebih dari 10 tahun, Perseroan terus menyediakan layanan unggul kepada kliennya.

BACA JUGA:
Rekomendasi Saham Hari Ini saat IHSG Menguat


Pengalaman yang kaya telah memperkuat posisi MEJA sebagai pemimpin industri dalam menyediakan solusi desain dan konstruksi interior yang inovatif.
Dalam masa mendatang, MEJA telah merinci sebuah strategi yang bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan bisnisnya. Rencana ini mencakup inisiatif seperti pembangunan workshop baru, dengan fokus pada peningkatan kapasitas produksi perusahaan.
Selain itu, MEJA berencana untuk mendirikan 'Experience Center' di beberapa lokasi yang strategis, sebagai langkah nyata untuk memperluas cakupan target pemasaran perusahaan.
Seiring dengan upaya perluasan ini, MEJA juga memiliki rencana untuk  memperkenalkan brand internal yang eksklusif untuk produk furnitur  buatannya.
Langkah ini diharapkan tidak hanya akan meningkatkan citra merek  Perseroan, tetapi juga memberikan nilai tambah kepada pelanggan dengan  menyajikan produk yang unik dan berkualitas tinggi.
Dana hasil IPO tersebut rencananya akan digunakan untuk pembelian  aset tetap berupa peralatan kerja kantor, peralatan kerja proyek  kemudian sewa bangunan, kendaraan, dan pengembangan sistem informasi.
Sebagian besar dana hasil IPO tersebut akan dialokasikan untuk modal  kerja seperti pembelian persediaan bahan baku, biaya kontraktor, desain  interior, dan pengadaan furnitur.
Bersamaan dengan IPO ini, MEJA juga menerbitkan sebanyak 480.000.000  Waran Seri I dengan rasio setiap pemegang 1 Saham Baru berhak memperoleh  1 Waran Seri I dengan harga pelaksanaan sebesar Rp115,- per saham.
Dalam proses IPO ini, MEJA secara resmi telah menunjuk PT MNC  Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan PT Erdikha Elit  Sekuritas sebagai Penjamin Emisi Efek.</content:encoded></item></channel></rss>
