<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Grab dan GOTO Merger? Ini Jawabannya</title><description>Grab Holdings Ltd dan GoTo Group (GOTO) telah memulai kesepakatan untuk melakukan penggabungan alias merger.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/12/320/2968811/grab-dan-goto-merger-ini-jawabannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/12/320/2968811/grab-dan-goto-merger-ini-jawabannya"/><item><title>Grab dan GOTO Merger? Ini Jawabannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/12/320/2968811/grab-dan-goto-merger-ini-jawabannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/12/320/2968811/grab-dan-goto-merger-ini-jawabannya</guid><pubDate>Senin 12 Februari 2024 03:11 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Amirah Nasution</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/12/320/2968811/grab-dan-goto-merger-ini-jawabannya-NI289VlKkS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grab-GOTO Marger (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/12/320/2968811/grab-dan-goto-merger-ini-jawabannya-NI289VlKkS.jpg</image><title>Grab-GOTO Marger (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xMS8xLzE3NzE2OC81L3g4c2o2dmc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -  Grab Holdings Ltd dan GoTo Group (GOTO) telah memulai kesepakatan untuk melakukan penggabungan alias merger.
Hal tersebut sebagai sebuah kombinasi potensial yang bertujuan untuk mengatasi kerugian yang telah dialami oleh kedua perusahaan selama bertahun-tahun, akibat persaingan yang ketat di antara keduanya.

BACA JUGA:
GOTO-Grab Bakal Merger

Melansir Bloomberg, Jumat, 9 Februari 2024, kedua perusahaan yang juga merupakan pemimpin layanan pesan-antar makanan di wilayah berpenduduk lebih dari 650 juta orang itu sedang melakukan diskusi awal tentang berbagai skenario terkait merger.
Salah satu opsi potensial yakni, Grab yang berbasis di Singapura mengakuisisi GOTO dengan menggunakan uang tunai, saham, atau kombinasi keduanya. Sumber Bloomberg menambahkan bahwa, perusahaan Indonesia lebih terbuka terhadap kesepakatan setelah Patrick Walujo mengambil alih posisi chief executive officer (CEO) tahun lalu.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Pimpin Aksi Penanganan Banjir di Grobogan: Ajak Gotong Royong dan Fokus pada Kelompok Rentan

&amp;ldquo;Diskusi telah berlangsung, pemegang saham utama kedua perusahaan mendukung kesepakatan, dan telah mendorong pembicaraan,&amp;rdquo; kata sumber yang tidak ingin disebut namanya, dikutip dari Bloomberg.Diskusi tersebut mungkin  tidak akan mengarah pada merger besar-besaran atau kesepakatan apapun. Adapun, opsi-opsi yang telah dieksplorasi oleh kedua perusahaan juga mencakup pemisahan pasar utama mereka, dengan Grab mendapatkan kendali atas basis di Singapura dan beberapa pasar lainnya, sementara GOTO tetap memegang kendali di Indonesia.
Meskipun demikian, di satu sisi, valuasi akan tetap menjadi rintangan utama dalam setiap kesepakatan, karena saham GOTO telah turun sekitar 30% dalam 12 bulan terakhir. Kekhawatiran lainnya terkait merger ini yakni struktur dan tata kelola kesepakatan.
Kendati demikian, seorang perwakilan GOTO mengatakan bahwa tidak ada diskusi seperti itu (merger) yang terjadi antara perusahaan dengan Grab. Sementara itu, perwakilan Grab menolak berkomentar terkait berita ini.
Lebih lanjut, Grab dan GoTo disebut-sebut telah mempertimbangkan potensi merger dalam beberapa tahun terakhir. Kali ini, diskusi dimulai kembali setelah GOTO melepaskan kendali atas unit e-commerce Tokopedia ke TikTok milik ByteDance Ltd. pada bulan Desember 2023 lalu.
Salah satu tantangan dalam negosiasi merger di masa lalu adalah kontrol. CEO Grab Anthony Tan, yang memegang sekitar 60% hak suara di perusahaannya, telah menganjurkan untuk memimpin entitas gabungan.
Sementara Patrick Walujo, yang mengambil alih pada bulan Juni 2023 lalu, berhasil mengarahkan GOTO menuju profitabilitas yang disesuaikan pada kuartal keempat. Hal itu menandai sebuah langkah maju dalam menunjukkan kepada para investor bahwa perusahaan memiliki potensi pendapatan jangka panjang.
Grab dan GOTO memang telah melakukan pembicaraan untuk menggabungkan bisnis mereka di masa lalu, namun tidak berhasil. Beberapa tahun yang lalu, keduanya membuat kemajuan substansial menuju kesepakatan, tetapi pembicaraan terkait merger keduanya kembali meredup karena perselisihan mengenai pengelolaan pasar utama Indonesia.
Baca selengkapnya: GOTO-Grab Bakal Merger</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xMS8xLzE3NzE2OC81L3g4c2o2dmc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -  Grab Holdings Ltd dan GoTo Group (GOTO) telah memulai kesepakatan untuk melakukan penggabungan alias merger.
Hal tersebut sebagai sebuah kombinasi potensial yang bertujuan untuk mengatasi kerugian yang telah dialami oleh kedua perusahaan selama bertahun-tahun, akibat persaingan yang ketat di antara keduanya.

BACA JUGA:
GOTO-Grab Bakal Merger

Melansir Bloomberg, Jumat, 9 Februari 2024, kedua perusahaan yang juga merupakan pemimpin layanan pesan-antar makanan di wilayah berpenduduk lebih dari 650 juta orang itu sedang melakukan diskusi awal tentang berbagai skenario terkait merger.
Salah satu opsi potensial yakni, Grab yang berbasis di Singapura mengakuisisi GOTO dengan menggunakan uang tunai, saham, atau kombinasi keduanya. Sumber Bloomberg menambahkan bahwa, perusahaan Indonesia lebih terbuka terhadap kesepakatan setelah Patrick Walujo mengambil alih posisi chief executive officer (CEO) tahun lalu.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Pimpin Aksi Penanganan Banjir di Grobogan: Ajak Gotong Royong dan Fokus pada Kelompok Rentan

&amp;ldquo;Diskusi telah berlangsung, pemegang saham utama kedua perusahaan mendukung kesepakatan, dan telah mendorong pembicaraan,&amp;rdquo; kata sumber yang tidak ingin disebut namanya, dikutip dari Bloomberg.Diskusi tersebut mungkin  tidak akan mengarah pada merger besar-besaran atau kesepakatan apapun. Adapun, opsi-opsi yang telah dieksplorasi oleh kedua perusahaan juga mencakup pemisahan pasar utama mereka, dengan Grab mendapatkan kendali atas basis di Singapura dan beberapa pasar lainnya, sementara GOTO tetap memegang kendali di Indonesia.
Meskipun demikian, di satu sisi, valuasi akan tetap menjadi rintangan utama dalam setiap kesepakatan, karena saham GOTO telah turun sekitar 30% dalam 12 bulan terakhir. Kekhawatiran lainnya terkait merger ini yakni struktur dan tata kelola kesepakatan.
Kendati demikian, seorang perwakilan GOTO mengatakan bahwa tidak ada diskusi seperti itu (merger) yang terjadi antara perusahaan dengan Grab. Sementara itu, perwakilan Grab menolak berkomentar terkait berita ini.
Lebih lanjut, Grab dan GoTo disebut-sebut telah mempertimbangkan potensi merger dalam beberapa tahun terakhir. Kali ini, diskusi dimulai kembali setelah GOTO melepaskan kendali atas unit e-commerce Tokopedia ke TikTok milik ByteDance Ltd. pada bulan Desember 2023 lalu.
Salah satu tantangan dalam negosiasi merger di masa lalu adalah kontrol. CEO Grab Anthony Tan, yang memegang sekitar 60% hak suara di perusahaannya, telah menganjurkan untuk memimpin entitas gabungan.
Sementara Patrick Walujo, yang mengambil alih pada bulan Juni 2023 lalu, berhasil mengarahkan GOTO menuju profitabilitas yang disesuaikan pada kuartal keempat. Hal itu menandai sebuah langkah maju dalam menunjukkan kepada para investor bahwa perusahaan memiliki potensi pendapatan jangka panjang.
Grab dan GOTO memang telah melakukan pembicaraan untuk menggabungkan bisnis mereka di masa lalu, namun tidak berhasil. Beberapa tahun yang lalu, keduanya membuat kemajuan substansial menuju kesepakatan, tetapi pembicaraan terkait merger keduanya kembali meredup karena perselisihan mengenai pengelolaan pasar utama Indonesia.
Baca selengkapnya: GOTO-Grab Bakal Merger</content:encoded></item></channel></rss>
