<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Panggil Sri Mulyani hingga Erick Thohir, Jokowi Minta Pasar Dibanjiri Beras Bulog</title><description>Presiden Jokowi memanggil beberapa menteri kabinetnya untuk membahas  mengenai masalah beras di Istana Kepresidenan pada hari ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/12/320/2968989/panggil-sri-mulyani-hingga-erick-thohir-jokowi-minta-pasar-dibanjiri-beras-bulog</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/12/320/2968989/panggil-sri-mulyani-hingga-erick-thohir-jokowi-minta-pasar-dibanjiri-beras-bulog"/><item><title>Panggil Sri Mulyani hingga Erick Thohir, Jokowi Minta Pasar Dibanjiri Beras Bulog</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/12/320/2968989/panggil-sri-mulyani-hingga-erick-thohir-jokowi-minta-pasar-dibanjiri-beras-bulog</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/12/320/2968989/panggil-sri-mulyani-hingga-erick-thohir-jokowi-minta-pasar-dibanjiri-beras-bulog</guid><pubDate>Senin 12 Februari 2024 12:02 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/12/320/2968989/panggil-sri-mulyani-hingga-erick-thohir-jokowi-minta-pasar-dibanjiri-beras-bulog-EYRyHyPZ5C.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi minta bapanas banjiri pasar dengan stok beras bulog (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/12/320/2968989/panggil-sri-mulyani-hingga-erick-thohir-jokowi-minta-pasar-dibanjiri-beras-bulog-EYRyHyPZ5C.jpg</image><title>Jokowi minta bapanas banjiri pasar dengan stok beras bulog (Foto: Setpres)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yOS80LzE3NjY2NC81L3g4cnZvcjU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi memanggil beberapa menteri kabinetnya untuk membahas mengenai masalah beras di Istana Kepresidenan pada hari ini. Di antaranya, Menteri Keuangan Sri Mulyani hingga Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.
&quot;Pagi ini, pagi-pagi sekali pak Presiden mengundang beberapa menteri terkait ada bu Menkeu, Mendag, Setkab, Setneg, hingga Pak Erick Menteri BUMN. Kepala Bapanas, Pak Menko Ekonomi dan Dirut Bulog.

BACA JUGA:
Harga Terus Naik, Aprindo Minta Jokowi Relaksasi HET Bahan Pokok


Hal yang dibahas mengenai isu perberasan nasional,&quot; kata Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/2/2024).
Arief mengaku diperintahkan Presiden Jokowi untuk mendistribusikan beras dari stok Bulog ke pasar-pasar. Dirinya bersama dengan Direktur Utama Bulog Bayu Krisnamurthi dan Menteri BUMN Erick Thohir akan meninjau langsung ke Pasar Induk Cipinang.

BACA JUGA:
Ratusan Perempuan Desak Jokowi Hentikan Cawe-Cawe di Pemilu 2024


&quot;Kami ditugaskan hari ini untuk mendistribusikan stok Bulog yang ada di Bulog ke pasar. Pertama pagi ini saya Pak Dirut Bulog dan Menteri BUMN akan ke pasar induk beras Cipinang untuk memastikan bongkar beras dari Port langsung ke Cipinang dan bisa langsung didistribusikan,&quot; kata Arief.
Arief mengungkapkan bahwa saat ini stok beras di Cipinang sekitar 34  ribu ton. Dan itu, katanya, akan didistribusikan ke pasar tradisional  dan juga modern market.
&quot;Jadi sekali lagi perintahnya adalah banjiri pasar,&quot; kata Arief.
Terkait adanya kelangkaan beras beberapa hari belakangan, Arief  meminta waktu untuk segala persiapan dalam penyaluran beras tersebut.
&quot;Ini sekarang tugas kami semua untuk memastikan sampai ke outlets  baik di pasar modern dan tradisional. Izinkan waktu untuk persiapan ini  semua segera,&quot; kata Arief.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yOS80LzE3NjY2NC81L3g4cnZvcjU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi memanggil beberapa menteri kabinetnya untuk membahas mengenai masalah beras di Istana Kepresidenan pada hari ini. Di antaranya, Menteri Keuangan Sri Mulyani hingga Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.
&quot;Pagi ini, pagi-pagi sekali pak Presiden mengundang beberapa menteri terkait ada bu Menkeu, Mendag, Setkab, Setneg, hingga Pak Erick Menteri BUMN. Kepala Bapanas, Pak Menko Ekonomi dan Dirut Bulog.

BACA JUGA:
Harga Terus Naik, Aprindo Minta Jokowi Relaksasi HET Bahan Pokok


Hal yang dibahas mengenai isu perberasan nasional,&quot; kata Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/2/2024).
Arief mengaku diperintahkan Presiden Jokowi untuk mendistribusikan beras dari stok Bulog ke pasar-pasar. Dirinya bersama dengan Direktur Utama Bulog Bayu Krisnamurthi dan Menteri BUMN Erick Thohir akan meninjau langsung ke Pasar Induk Cipinang.

BACA JUGA:
Ratusan Perempuan Desak Jokowi Hentikan Cawe-Cawe di Pemilu 2024


&quot;Kami ditugaskan hari ini untuk mendistribusikan stok Bulog yang ada di Bulog ke pasar. Pertama pagi ini saya Pak Dirut Bulog dan Menteri BUMN akan ke pasar induk beras Cipinang untuk memastikan bongkar beras dari Port langsung ke Cipinang dan bisa langsung didistribusikan,&quot; kata Arief.
Arief mengungkapkan bahwa saat ini stok beras di Cipinang sekitar 34  ribu ton. Dan itu, katanya, akan didistribusikan ke pasar tradisional  dan juga modern market.
&quot;Jadi sekali lagi perintahnya adalah banjiri pasar,&quot; kata Arief.
Terkait adanya kelangkaan beras beberapa hari belakangan, Arief  meminta waktu untuk segala persiapan dalam penyaluran beras tersebut.
&quot;Ini sekarang tugas kami semua untuk memastikan sampai ke outlets  baik di pasar modern dan tradisional. Izinkan waktu untuk persiapan ini  semua segera,&quot; kata Arief.</content:encoded></item></channel></rss>
