<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Blusukan ke Pasar Ritel Cek Harga Beras</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir blusukan ke pasar ritel untuk mengecek kenaikan harga beras.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/12/320/2969085/erick-thohir-blusukan-ke-pasar-ritel-cek-harga-beras</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/12/320/2969085/erick-thohir-blusukan-ke-pasar-ritel-cek-harga-beras"/><item><title>Erick Thohir Blusukan ke Pasar Ritel Cek Harga Beras</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/12/320/2969085/erick-thohir-blusukan-ke-pasar-ritel-cek-harga-beras</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/12/320/2969085/erick-thohir-blusukan-ke-pasar-ritel-cek-harga-beras</guid><pubDate>Senin 12 Februari 2024 14:49 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/12/320/2969085/erick-thohir-blusukan-ke-pasar-ritel-cek-harga-beras-h3JPHrVFJY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir blusukan cek harga beras di toko ritel (Foto: Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/12/320/2969085/erick-thohir-blusukan-ke-pasar-ritel-cek-harga-beras-h3JPHrVFJY.jpg</image><title>Erick Thohir blusukan cek harga beras di toko ritel (Foto: Kementerian BUMN)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMS8xLzE3Njc5Mi81L3g4cnppbWk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menteri BUMN Erick Thohir blusukan ke pasar ritel untuk mengecek kenaikan harga beras. Salah satu ritel yang didatangi Erick Thohir adalah Robinson Ramayana Ciplaz Klender, Ja&amp;shy;karta Timur. Pantauan MNC Portal Erick tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 WIB, setelah kehadiran Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi.
Di lokasi, Erick yang didampingi Bayu Krisnamurthi mengecek pasokan beras Bulog untuk program Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) alias operasi pasar.

BACA JUGA:
Gelontorkan 250.000 Ton Beras Jelang Pencoblosan Pemilu 2024, Ini Kata Erick Thohir


Ketika dikonfirmasi, Erick mengaku bahwa harga beras sedang terkerek naik. Kendati, hal itu tidak saja terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Namun, kenaikan harga terjadi hampir seluruh negara di dunia.
&amp;ldquo;Kalau harga melonjak itu bukan hanya di Indonesia, di seluruh dunia. Di Seluruh semua harga pangan memang sedang meningkat,&amp;rdquo; ujar Erick, Senin (12/2/2024).
&amp;ldquo;Karena itulah pemerintah terus hadir memberikan beberapa bantuan, seperti 22 juta KPM itu dibantu, itu namanya bantuan pangan 10 kg itu kuta terus jalankan, itu negara lain gak ada,&amp;rdquo; paparnya.

BACA JUGA:
Bulog Sudah Impor Beras 500.000 Ton


Untuk diketahui, para produsen telah menaikkan harga beli (tebus) sebesar 20-35 persen di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sejak sepekan terakhir, sehingga peritel juga harus menaikkan harga jual.
Para peritel terpaksa menjual komoditas bahan pokok seperti beras,  gula, dan minyak goreng di atas HET serta harga acuan lainnya. Asosiasi  Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyatakan hal ini disebabkan karena  mendapat harga yang tinggi dari produsen.
&quot;Faktanya saat ini kami tidak ada pilihan dan harus membeli dengan  harga di atas HET dari para produsen atau pemasok beras lokal, bagaimana  mungkin kami menjual dengan HET,&quot; ujar Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMS8xLzE3Njc5Mi81L3g4cnppbWk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menteri BUMN Erick Thohir blusukan ke pasar ritel untuk mengecek kenaikan harga beras. Salah satu ritel yang didatangi Erick Thohir adalah Robinson Ramayana Ciplaz Klender, Ja&amp;shy;karta Timur. Pantauan MNC Portal Erick tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 WIB, setelah kehadiran Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi.
Di lokasi, Erick yang didampingi Bayu Krisnamurthi mengecek pasokan beras Bulog untuk program Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) alias operasi pasar.

BACA JUGA:
Gelontorkan 250.000 Ton Beras Jelang Pencoblosan Pemilu 2024, Ini Kata Erick Thohir


Ketika dikonfirmasi, Erick mengaku bahwa harga beras sedang terkerek naik. Kendati, hal itu tidak saja terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Namun, kenaikan harga terjadi hampir seluruh negara di dunia.
&amp;ldquo;Kalau harga melonjak itu bukan hanya di Indonesia, di seluruh dunia. Di Seluruh semua harga pangan memang sedang meningkat,&amp;rdquo; ujar Erick, Senin (12/2/2024).
&amp;ldquo;Karena itulah pemerintah terus hadir memberikan beberapa bantuan, seperti 22 juta KPM itu dibantu, itu namanya bantuan pangan 10 kg itu kuta terus jalankan, itu negara lain gak ada,&amp;rdquo; paparnya.

BACA JUGA:
Bulog Sudah Impor Beras 500.000 Ton


Untuk diketahui, para produsen telah menaikkan harga beli (tebus) sebesar 20-35 persen di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sejak sepekan terakhir, sehingga peritel juga harus menaikkan harga jual.
Para peritel terpaksa menjual komoditas bahan pokok seperti beras,  gula, dan minyak goreng di atas HET serta harga acuan lainnya. Asosiasi  Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyatakan hal ini disebabkan karena  mendapat harga yang tinggi dari produsen.
&quot;Faktanya saat ini kami tidak ada pilihan dan harus membeli dengan  harga di atas HET dari para produsen atau pemasok beras lokal, bagaimana  mungkin kami menjual dengan HET,&quot; ujar Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey.</content:encoded></item></channel></rss>
