<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Impor 2 Juta Ton Beras, Bulog Jamin Pasokan Aman pada Lebaran 2024</title><description>Perum Bulog menargetkan impor 2 juta ton beras sepanjang 2024. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan pangan saat Ramadhan dan Lebaran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/12/320/2969196/impor-2-juta-ton-beras-bulog-jamin-pasokan-aman-pada-lebaran-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/12/320/2969196/impor-2-juta-ton-beras-bulog-jamin-pasokan-aman-pada-lebaran-2024"/><item><title>Impor 2 Juta Ton Beras, Bulog Jamin Pasokan Aman pada Lebaran 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/12/320/2969196/impor-2-juta-ton-beras-bulog-jamin-pasokan-aman-pada-lebaran-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/12/320/2969196/impor-2-juta-ton-beras-bulog-jamin-pasokan-aman-pada-lebaran-2024</guid><pubDate>Senin 12 Februari 2024 17:48 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/12/320/2969196/impor-2-juta-ton-beras-bulog-jamin-pasokan-aman-pada-lebaran-2024-kY5jvVIPWa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Impor Beras RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/12/320/2969196/impor-2-juta-ton-beras-bulog-jamin-pasokan-aman-pada-lebaran-2024-kY5jvVIPWa.jpg</image><title>Impor Beras RI (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8zMC8xLzE3NjcxNi81L3g4cng3N3Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Perum Bulog menargetkan impor 2 juta ton beras sepanjang 2024. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan pangan saat Ramadhan dan Lebaran, antisipasi kondisi sebelum panen raya, hingga menghadapi masa paceklik tahun ini.
Direktur Utama Bulog, Bayu Krisnamurthi mengatakan, pemerintah telah menerbitkan izin impor 2 juta beras, sehingga proses penjajakan tengah dilakukan dengan negara mitra. Pada tahap awal, perusahaan telah mendatangkan 500.000 ton beras.

BACA JUGA:
Bulog Sudah Impor Beras 500.000 Ton

&amp;ldquo;Kita kelola impor dengan baik, pemerintah telah memberikan izin untuk 2 juta ton, izin itu untuk satu tahun penuh (2024), jadi kita akan kelola sedemikian sehingga pasokan tersedia sekarang, menghadapi ramadhan dan lebaran,&amp;rdquo; ujar Bayu saat ditemui di Robinson Ramayana Ciplaz Klender, Ja&amp;not;karta Timur, Senin (12/2/2024).
Diperkirakan masa paceklik terjadi pada Juni, Juli, dan Oktober tahun ini. Sehingga, pasokan beras untuk program Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) atau operasi pasar harus tetap tersedia.

BACA JUGA:
Panggil Sri Mulyani hingga Erick Thohir, Jokowi Minta Pasar Dibanjiri Beras Bulog

&amp;ldquo;Lalu, menghadapi musim yang belum panen ini, sekaligus paceklik pada bulan Juni, Juni sampai Oktober itu juga kita siapkan, jadi insya Allah stok bulog tersedia dan terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,&amp;rdquo; paparnya.Kendati izin impor sudah dikantongi Bulog,  Bayu memastikan opsi impor tetap mempertimbangkan produksi di dalam negeri. Artinya, impor tetap dilaksanakan jika produksi beras di Tanah Air mengalami penurunan.
Saat ini, stok beras yang diamankan Bulog mencapai 1,2 juta ton, jumlah ini termasuk cadangan beras pemerintah (CBP). Sehingga, dipastikan tidak ada kelangkaan beras dasar di pasaran.
&amp;ldquo;Jadi Insya Allah stok Bulog tersedia dan terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sekarang juga cukup, untuk apa kita tambahkan karena masih cukup, sekarang tersedia 1,2 juta ton seperti kata pak menteri tadi, jadi cukup seperti kata pak Menteri tadi, jadi cukup sampai dengan Ramadhan dan Lebaran,&amp;rdquo; ungkap Bayu.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8zMC8xLzE3NjcxNi81L3g4cng3N3Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Perum Bulog menargetkan impor 2 juta ton beras sepanjang 2024. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan pangan saat Ramadhan dan Lebaran, antisipasi kondisi sebelum panen raya, hingga menghadapi masa paceklik tahun ini.
Direktur Utama Bulog, Bayu Krisnamurthi mengatakan, pemerintah telah menerbitkan izin impor 2 juta beras, sehingga proses penjajakan tengah dilakukan dengan negara mitra. Pada tahap awal, perusahaan telah mendatangkan 500.000 ton beras.

BACA JUGA:
Bulog Sudah Impor Beras 500.000 Ton

&amp;ldquo;Kita kelola impor dengan baik, pemerintah telah memberikan izin untuk 2 juta ton, izin itu untuk satu tahun penuh (2024), jadi kita akan kelola sedemikian sehingga pasokan tersedia sekarang, menghadapi ramadhan dan lebaran,&amp;rdquo; ujar Bayu saat ditemui di Robinson Ramayana Ciplaz Klender, Ja&amp;not;karta Timur, Senin (12/2/2024).
Diperkirakan masa paceklik terjadi pada Juni, Juli, dan Oktober tahun ini. Sehingga, pasokan beras untuk program Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) atau operasi pasar harus tetap tersedia.

BACA JUGA:
Panggil Sri Mulyani hingga Erick Thohir, Jokowi Minta Pasar Dibanjiri Beras Bulog

&amp;ldquo;Lalu, menghadapi musim yang belum panen ini, sekaligus paceklik pada bulan Juni, Juni sampai Oktober itu juga kita siapkan, jadi insya Allah stok bulog tersedia dan terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,&amp;rdquo; paparnya.Kendati izin impor sudah dikantongi Bulog,  Bayu memastikan opsi impor tetap mempertimbangkan produksi di dalam negeri. Artinya, impor tetap dilaksanakan jika produksi beras di Tanah Air mengalami penurunan.
Saat ini, stok beras yang diamankan Bulog mencapai 1,2 juta ton, jumlah ini termasuk cadangan beras pemerintah (CBP). Sehingga, dipastikan tidak ada kelangkaan beras dasar di pasaran.
&amp;ldquo;Jadi Insya Allah stok Bulog tersedia dan terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sekarang juga cukup, untuk apa kita tambahkan karena masih cukup, sekarang tersedia 1,2 juta ton seperti kata pak menteri tadi, jadi cukup seperti kata pak Menteri tadi, jadi cukup sampai dengan Ramadhan dan Lebaran,&amp;rdquo; ungkap Bayu.</content:encoded></item></channel></rss>
