<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Beras Mahal dan Langka, Pedagang Teriak</title><description>Reynaldi Sarijowan menyatakan harga beras di pasar saat ini makin tidak jelas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/12/320/2969241/harga-beras-mahal-dan-langka-pedagang-teriak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/12/320/2969241/harga-beras-mahal-dan-langka-pedagang-teriak"/><item><title>Harga Beras Mahal dan Langka, Pedagang Teriak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/12/320/2969241/harga-beras-mahal-dan-langka-pedagang-teriak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/12/320/2969241/harga-beras-mahal-dan-langka-pedagang-teriak</guid><pubDate>Senin 12 Februari 2024 19:15 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/12/320/2969241/harga-beras-mahal-dan-langka-pedagang-teriak-tpAIr4H5tO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga beras Naik (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/12/320/2969241/harga-beras-mahal-dan-langka-pedagang-teriak-tpAIr4H5tO.jpg</image><title>Harga beras Naik (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8zMC8xLzE3NjcxNi81L3g4cng3N3Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI (Ikatan Pedagang Pasar Indonesia), Reynaldi Sarijowan menyatakan harga beras di pasar saat ini makin tidak jelas, hal itu lantaran kenaikan harga beras yang terus melonjak belakangan.
Reynaldi menjelaskan, pihaknya mendapati laporan untuk harga beras medium terkerek di Rp13.500 perkilo sedangkan beras premium sudah menyentuh Rp18.500 perkilo. Kedua harga tersebut sudau melebihi Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan oleh Pemerintah.

BACA JUGA:
Erick Thohir Sebut Indonesia Bakal Surplus Beras 3,5 Juta Ton

&quot;Persoalan harga beras yang tak kunjung menyentuh HET ini disebabkan beberapa faktor,&quot; ujar Reynaldi melalui pernyataan tertulisnya, Senin (12/2/2024).
Lebih lanjut, Reynaldi mengungkapkan persoalan pertama datang dari Pemerintah yang dinilai kurang serius dalam pengelolaan perberasan sejak musim tanam tahun 2022 hingga kini sehingga produktivitas beras kita datanya simpang siur.

BACA JUGA:
Impor 2 Juta Ton Beras, Bulog Jamin Pasokan Aman pada Lebaran 2024

&quot;Kedua kami mendorong agar sinkronisasi data antara beras yang di sebarkan di masyarakat di gunakan untuk bansos dan yang disebarkan untuk pedagang pasar itu penting untuk keberlangsungan pasar agar harga dipasar tidak tinggi,&quot; sambungnya.IKAPPI mendorong agar pemerintah berhati-hati dengan lonjakan beras dan sulitnya beras di dapati di pasar tradisional terutama ketika masuknya momen Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
&quot;Musim pemilu sehingga banyak beras yang di ambil diluar pasar tradisional atau produsen besar. Ini yang harus di jaga oleh pemerintah untuk ke depan,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8zMC8xLzE3NjcxNi81L3g4cng3N3Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI (Ikatan Pedagang Pasar Indonesia), Reynaldi Sarijowan menyatakan harga beras di pasar saat ini makin tidak jelas, hal itu lantaran kenaikan harga beras yang terus melonjak belakangan.
Reynaldi menjelaskan, pihaknya mendapati laporan untuk harga beras medium terkerek di Rp13.500 perkilo sedangkan beras premium sudah menyentuh Rp18.500 perkilo. Kedua harga tersebut sudau melebihi Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan oleh Pemerintah.

BACA JUGA:
Erick Thohir Sebut Indonesia Bakal Surplus Beras 3,5 Juta Ton

&quot;Persoalan harga beras yang tak kunjung menyentuh HET ini disebabkan beberapa faktor,&quot; ujar Reynaldi melalui pernyataan tertulisnya, Senin (12/2/2024).
Lebih lanjut, Reynaldi mengungkapkan persoalan pertama datang dari Pemerintah yang dinilai kurang serius dalam pengelolaan perberasan sejak musim tanam tahun 2022 hingga kini sehingga produktivitas beras kita datanya simpang siur.

BACA JUGA:
Impor 2 Juta Ton Beras, Bulog Jamin Pasokan Aman pada Lebaran 2024

&quot;Kedua kami mendorong agar sinkronisasi data antara beras yang di sebarkan di masyarakat di gunakan untuk bansos dan yang disebarkan untuk pedagang pasar itu penting untuk keberlangsungan pasar agar harga dipasar tidak tinggi,&quot; sambungnya.IKAPPI mendorong agar pemerintah berhati-hati dengan lonjakan beras dan sulitnya beras di dapati di pasar tradisional terutama ketika masuknya momen Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
&quot;Musim pemilu sehingga banyak beras yang di ambil diluar pasar tradisional atau produsen besar. Ini yang harus di jaga oleh pemerintah untuk ke depan,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
