<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banyak Kedai Sushi di Jepang Bangkrut, Ada Apa?</title><description>Kedai-kedai sushi di Jepang menutup usahanya sejak masa pandemi Covid pada tahun 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/12/455/2969060/banyak-kedai-sushi-di-jepang-bangkrut-ada-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/12/455/2969060/banyak-kedai-sushi-di-jepang-bangkrut-ada-apa"/><item><title>Banyak Kedai Sushi di Jepang Bangkrut, Ada Apa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/12/455/2969060/banyak-kedai-sushi-di-jepang-bangkrut-ada-apa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/12/455/2969060/banyak-kedai-sushi-di-jepang-bangkrut-ada-apa</guid><pubDate>Senin 12 Februari 2024 14:10 WIB</pubDate><dc:creator>Putri Syifa Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/12/455/2969060/banyak-kedai-sushi-di-jepang-bangkrut-ada-apa-HoissCAgHz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banyak kedai sushi di Jepang bangkrut (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/12/455/2969060/banyak-kedai-sushi-di-jepang-bangkrut-ada-apa-HoissCAgHz.jpg</image><title>Banyak kedai sushi di Jepang bangkrut (Foto: Okezone)</title></images><description>

&amp;nbsp;

JAKARTA - Kedai-kedai sushi di Jepang menutup usahanya sejak masa pandemi Covid pada tahun 2020. Hal ini disebabkan inflasi yang membuat kenaikan harga bahan baku, kekurangan staf, dan pengurangan dukungan era Covid.

BACA JUGA:
Viral Modal Cuma Rp60 Ribu, Pasangan Ini Habiskan Sushi hingga Tumpukan Piring Capai 1 Meter

Sushi merupakan salah satu hidangan paling ikonik di Jepang dengan penggemar di seluruh dunia, namun di negara asalnya, usaha sushi tengah mengalami kesulitan.
Mengutip dari BNN Bloomberg, Senin (12/2/2024), perusahaan riset Tokyo Shoko Research Ltd mencatat pada bulan Januari lima restoran bangkrut di Jepang. Jumlah ini adalah yang tertinggi dalam sebulan sejak Agustus 2020.

BACA JUGA:
4 Tips Mengetahui Sushi Masih Enak Dimakan atau Tidak

Tokyo Shoko Research juga melaporkan bahwa jumlah ini telah melampaui 30 kasus yang terjadi pada tahun 2020, karena restoran-restoran kecil kesulitan beroperasi pada saat inflasi menyebabkan biaya makanan dan utilitas naik. Selain itu, kewajiban untuk membayar pinjaman era Covid turut menambah beban.
Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang terkena dampak lonjakan inflasi global setelah mengalami beberapa dekade penurunan harga dalam ekonomi deflasioner. Kenaikan biaya hidup bagi rumah tangga Jepang disebabkan kenaikan harga impor dan pelemahan yen.Biro Statistik Jepang merilis data bahwa dalam beberapa dekade tahun  lalu, dengan harga ikan naik 14,8% dari tahun sebelumnya pada bulan Mei,  inflasi makanan melonjak ke level tertinggi.
Tokyo Shoko Research menyebutkan kebangkrutan perusahaan secara  keseluruhan meningkat di Jepang, tetapi sektor jasa termasuk restoran  adalah yang paling terpukul, mengalami jumlah kegagalan terbanyak. Tahun  lalu, 45 restoran ramen bangkrut, sekitar dua kali lipat dari tahun  sebelumnya.</description><content:encoded>

&amp;nbsp;

JAKARTA - Kedai-kedai sushi di Jepang menutup usahanya sejak masa pandemi Covid pada tahun 2020. Hal ini disebabkan inflasi yang membuat kenaikan harga bahan baku, kekurangan staf, dan pengurangan dukungan era Covid.

BACA JUGA:
Viral Modal Cuma Rp60 Ribu, Pasangan Ini Habiskan Sushi hingga Tumpukan Piring Capai 1 Meter

Sushi merupakan salah satu hidangan paling ikonik di Jepang dengan penggemar di seluruh dunia, namun di negara asalnya, usaha sushi tengah mengalami kesulitan.
Mengutip dari BNN Bloomberg, Senin (12/2/2024), perusahaan riset Tokyo Shoko Research Ltd mencatat pada bulan Januari lima restoran bangkrut di Jepang. Jumlah ini adalah yang tertinggi dalam sebulan sejak Agustus 2020.

BACA JUGA:
4 Tips Mengetahui Sushi Masih Enak Dimakan atau Tidak

Tokyo Shoko Research juga melaporkan bahwa jumlah ini telah melampaui 30 kasus yang terjadi pada tahun 2020, karena restoran-restoran kecil kesulitan beroperasi pada saat inflasi menyebabkan biaya makanan dan utilitas naik. Selain itu, kewajiban untuk membayar pinjaman era Covid turut menambah beban.
Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang terkena dampak lonjakan inflasi global setelah mengalami beberapa dekade penurunan harga dalam ekonomi deflasioner. Kenaikan biaya hidup bagi rumah tangga Jepang disebabkan kenaikan harga impor dan pelemahan yen.Biro Statistik Jepang merilis data bahwa dalam beberapa dekade tahun  lalu, dengan harga ikan naik 14,8% dari tahun sebelumnya pada bulan Mei,  inflasi makanan melonjak ke level tertinggi.
Tokyo Shoko Research menyebutkan kebangkrutan perusahaan secara  keseluruhan meningkat di Jepang, tetapi sektor jasa termasuk restoran  adalah yang paling terpukul, mengalami jumlah kegagalan terbanyak. Tahun  lalu, 45 restoran ramen bangkrut, sekitar dua kali lipat dari tahun  sebelumnya.</content:encoded></item></channel></rss>
