<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anggaran Tambahan Pupuk Subsidi Rp14 Triliun Belum Cair</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum mencairkan anggaran tambahan pupuk bersubsidi senilai Rp14 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/13/320/2969556/anggaran-tambahan-pupuk-subsidi-rp14-triliun-belum-cair</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/13/320/2969556/anggaran-tambahan-pupuk-subsidi-rp14-triliun-belum-cair"/><item><title>Anggaran Tambahan Pupuk Subsidi Rp14 Triliun Belum Cair</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/13/320/2969556/anggaran-tambahan-pupuk-subsidi-rp14-triliun-belum-cair</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/13/320/2969556/anggaran-tambahan-pupuk-subsidi-rp14-triliun-belum-cair</guid><pubDate>Selasa 13 Februari 2024 13:46 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/13/320/2969556/anggaran-tambahan-pupuk-subsidi-rp14-triliun-belum-cair-xc4kfyjUgh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggaran Tambahan Pupuk Subsidi Rp14 Triliun Belum Cair. (Foto: Okezone.com/Pupuk Indonesia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/13/320/2969556/anggaran-tambahan-pupuk-subsidi-rp14-triliun-belum-cair-xc4kfyjUgh.jpg</image><title>Anggaran Tambahan Pupuk Subsidi Rp14 Triliun Belum Cair. (Foto: Okezone.com/Pupuk Indonesia)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum mencairkan anggaran tambahan pupuk bersubsidi senilai Rp14 triliun. Padahal dana segar dibutuhkan untuk menambah 2,5 juta ton pupuk subsidi sepanjang 2024.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi mengatakan, anggaran tambahan masih dalam proses, kendati waktu pencairannya belum diketahui. Dia memastikan, pemerintah akan segera menyuntikan dana bernilai jumbo tersebut.
&amp;ldquo;Dari Rp14 triliun itu tambahan anggaran dari yang sudah diberikan sebesar Rp26 triliun, jadi Rp14 triliun ini sedang berproses, akan turun, tadi Pak Presiden arahannya clear, nanti akan diberikan tambahan pupuk,&amp;rdquo; ujar Rahmad usai melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Selasa (13/2/2024).

BACA JUGA:
Mentan Amran Tegaskan Bakal Cabut Izin dan Pidanakan Bagi Pengecer Pupuk Subsidi Nakal

Untuk memenuhi pupuk subsidi di tingkat petani saat musim tanam pertama tahun ini, pemerintah menginstruksikan perseroan menyalurkan pupuk dengan kapasitas 4,7 juta ton. Jumlah ini berasal dari anggaran awal yang telah diberikan Kemenkeu senilai Rp26 triliun.
Dia memastikan, penyaluran sudah dilakukan secara bertahap. Karena itu, pasokan pupuk di sentra produksi pertanian diyakini masih aman saat ini.

BACA JUGA:
Ganjar Soroti Akses Pupuk Subsidi yang Dikeluhkan Petani di Banyak Daerah&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Tapi yang sudah diberikan anggarannya itu diminta untuk disalurkan segera, untuk musim tanam ini, jadi Insya Allah pupuk stoknya cukup, sebagian besar sudah ada di daerah, lalu pemerintah menambah anggaran subsidi insya allah tidak ada lagi persoalan pupuk yang mendasar,&amp;rdquo; paparnya.Rahmad menyebut, bila anggaran tambahan senilai Rp14 triliun masuk ke kantong perusahaan, maka pihaknya menambah jumlah pupuk subsidi sebanyak 2,5 juta ton. Sehingga, alokasi pupuk subsidi pada 2024 mencapai 7,2 juta ton.
&amp;ldquo;Kemudian terkait pupuk subsidi yang volumenya 4,7 juta ton dan sudah disetujui bapak Presiden, ditambah lagi anggarannya sehingga nanti akan ketemu jumlahnya 7,2 juta ton,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;ldquo;Dari 4,7 juta ton yang sudah disetujui itu tadi arahannya supaya diambil pada musim tanam pertama sehingga nanti kalau itu habis akan disiapkan lagi anggaran untuk musim tanam kedua. Demikian Insya Allah kalau pupuk lancar produksi akan lancar, produksi beras juga akan naik,&amp;rdquo; bebernya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum mencairkan anggaran tambahan pupuk bersubsidi senilai Rp14 triliun. Padahal dana segar dibutuhkan untuk menambah 2,5 juta ton pupuk subsidi sepanjang 2024.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi mengatakan, anggaran tambahan masih dalam proses, kendati waktu pencairannya belum diketahui. Dia memastikan, pemerintah akan segera menyuntikan dana bernilai jumbo tersebut.
&amp;ldquo;Dari Rp14 triliun itu tambahan anggaran dari yang sudah diberikan sebesar Rp26 triliun, jadi Rp14 triliun ini sedang berproses, akan turun, tadi Pak Presiden arahannya clear, nanti akan diberikan tambahan pupuk,&amp;rdquo; ujar Rahmad usai melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Selasa (13/2/2024).

BACA JUGA:
Mentan Amran Tegaskan Bakal Cabut Izin dan Pidanakan Bagi Pengecer Pupuk Subsidi Nakal

Untuk memenuhi pupuk subsidi di tingkat petani saat musim tanam pertama tahun ini, pemerintah menginstruksikan perseroan menyalurkan pupuk dengan kapasitas 4,7 juta ton. Jumlah ini berasal dari anggaran awal yang telah diberikan Kemenkeu senilai Rp26 triliun.
Dia memastikan, penyaluran sudah dilakukan secara bertahap. Karena itu, pasokan pupuk di sentra produksi pertanian diyakini masih aman saat ini.

BACA JUGA:
Ganjar Soroti Akses Pupuk Subsidi yang Dikeluhkan Petani di Banyak Daerah&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Tapi yang sudah diberikan anggarannya itu diminta untuk disalurkan segera, untuk musim tanam ini, jadi Insya Allah pupuk stoknya cukup, sebagian besar sudah ada di daerah, lalu pemerintah menambah anggaran subsidi insya allah tidak ada lagi persoalan pupuk yang mendasar,&amp;rdquo; paparnya.Rahmad menyebut, bila anggaran tambahan senilai Rp14 triliun masuk ke kantong perusahaan, maka pihaknya menambah jumlah pupuk subsidi sebanyak 2,5 juta ton. Sehingga, alokasi pupuk subsidi pada 2024 mencapai 7,2 juta ton.
&amp;ldquo;Kemudian terkait pupuk subsidi yang volumenya 4,7 juta ton dan sudah disetujui bapak Presiden, ditambah lagi anggarannya sehingga nanti akan ketemu jumlahnya 7,2 juta ton,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;ldquo;Dari 4,7 juta ton yang sudah disetujui itu tadi arahannya supaya diambil pada musim tanam pertama sehingga nanti kalau itu habis akan disiapkan lagi anggaran untuk musim tanam kedua. Demikian Insya Allah kalau pupuk lancar produksi akan lancar, produksi beras juga akan naik,&amp;rdquo; bebernya.</content:encoded></item></channel></rss>
