<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Beras Mahal, Mentan Lapor ke Presiden Jokowi Produksi Petani Turun</title><description>Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melapor ke Presiden Jokowi soal harga beras yang mahal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/13/320/2969567/harga-beras-mahal-mentan-lapor-ke-presiden-jokowi-produksi-petani-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/13/320/2969567/harga-beras-mahal-mentan-lapor-ke-presiden-jokowi-produksi-petani-turun"/><item><title>Harga Beras Mahal, Mentan Lapor ke Presiden Jokowi Produksi Petani Turun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/13/320/2969567/harga-beras-mahal-mentan-lapor-ke-presiden-jokowi-produksi-petani-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/13/320/2969567/harga-beras-mahal-mentan-lapor-ke-presiden-jokowi-produksi-petani-turun</guid><pubDate>Selasa 13 Februari 2024 14:05 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/13/320/2969567/harga-beras-mahal-mentan-lapor-ke-presiden-jokowi-produksi-petani-turun-aNHFraqeRf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mentan lapor harga beras mahal (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/13/320/2969567/harga-beras-mahal-mentan-lapor-ke-presiden-jokowi-produksi-petani-turun-aNHFraqeRf.jpg</image><title>Mentan lapor harga beras mahal (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xMi80LzE3NzE4OC81L3g4c2t4emM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melapor ke Presiden Jokowi soal harga beras yang mahal. Mentan mengatakan, tingginya harga beras saat ini disebabkan karena produksi petani yang menurun.
&quot;Kemudian ditanyakan solusi untuk melakukan akselerasi saat ini harga beras dunia meningkat juga Indonesia ini meningkat,&quot; ujar Mentan Amran di Istana Negara, Selasa (13/2/2024).

BACA JUGA:
Harga Beras Mahal dan Langka, Pedagang Teriak


Mentan Amran menjelaskan turunnya produksi petani sendiri salah satu faktornya disebabkan oleh adanya perubahan iklim yang terjadi akibat adanya El Nino. Sehingga membuat masa tanam mundur hingga musim panen yang ikut mundur. Akhirnya pasokan beras di pasar pun terganggu.
Mentan sendiri menyampaikan 3 saran kepada Presiden Jokowi untuk mendongkrak produksi para petani. Pertama membuka lahan sawah baru, di wilayah yang punya sumber daya air yang memadai.

BACA JUGA:
Erick Thohir Ungkap Alasan Harga Beras Naik


&quot;Kami laporkan ke bapak presiden adalah kita bagaimana mengairi sawah-sawah di Pulau Jawa dan Luar Jawa yang wilayah itu ada sungai, ada seperti Sungai Bengawan Solo, kita bisa pompa airnya naik ke petani, naik ke sawah digunakan oleh petani,&quot; sambungnya.
Kedua, Mentan Amran juga bakal melakukan optimalisasi lahan rawa yang  sebelumnya hanya bisa ditanam hanya satu kali dalam setahun,  ditingkatkan menjadi 2 sampai 3 kali setahun masa panen. Pengoptimalan  lahan rawa ini dikatakan Mentan merupakan alternatif ketimbang harus  membuka tutupan lahan baru.
Selanjutnya, Mentan Amran juga bakal segera menyalurkan benih gratis  sebagai bentuk insentif kepada para petani yang melakukan perluasan  tanam. Sehingga para petani bisa memproduksi lebih banyak padi. Terakhir  adalah penyaluran pupuk bersubsidi yang saat ini nilainya ditambah  menjadi Rp14 triliun.
&quot;Pupuk tambahan dari bapak presiden, nilainya  Rp14 triliun bagaimana ini diproses dengan cepat,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xMi80LzE3NzE4OC81L3g4c2t4emM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melapor ke Presiden Jokowi soal harga beras yang mahal. Mentan mengatakan, tingginya harga beras saat ini disebabkan karena produksi petani yang menurun.
&quot;Kemudian ditanyakan solusi untuk melakukan akselerasi saat ini harga beras dunia meningkat juga Indonesia ini meningkat,&quot; ujar Mentan Amran di Istana Negara, Selasa (13/2/2024).

BACA JUGA:
Harga Beras Mahal dan Langka, Pedagang Teriak


Mentan Amran menjelaskan turunnya produksi petani sendiri salah satu faktornya disebabkan oleh adanya perubahan iklim yang terjadi akibat adanya El Nino. Sehingga membuat masa tanam mundur hingga musim panen yang ikut mundur. Akhirnya pasokan beras di pasar pun terganggu.
Mentan sendiri menyampaikan 3 saran kepada Presiden Jokowi untuk mendongkrak produksi para petani. Pertama membuka lahan sawah baru, di wilayah yang punya sumber daya air yang memadai.

BACA JUGA:
Erick Thohir Ungkap Alasan Harga Beras Naik


&quot;Kami laporkan ke bapak presiden adalah kita bagaimana mengairi sawah-sawah di Pulau Jawa dan Luar Jawa yang wilayah itu ada sungai, ada seperti Sungai Bengawan Solo, kita bisa pompa airnya naik ke petani, naik ke sawah digunakan oleh petani,&quot; sambungnya.
Kedua, Mentan Amran juga bakal melakukan optimalisasi lahan rawa yang  sebelumnya hanya bisa ditanam hanya satu kali dalam setahun,  ditingkatkan menjadi 2 sampai 3 kali setahun masa panen. Pengoptimalan  lahan rawa ini dikatakan Mentan merupakan alternatif ketimbang harus  membuka tutupan lahan baru.
Selanjutnya, Mentan Amran juga bakal segera menyalurkan benih gratis  sebagai bentuk insentif kepada para petani yang melakukan perluasan  tanam. Sehingga para petani bisa memproduksi lebih banyak padi. Terakhir  adalah penyaluran pupuk bersubsidi yang saat ini nilainya ditambah  menjadi Rp14 triliun.
&quot;Pupuk tambahan dari bapak presiden, nilainya  Rp14 triliun bagaimana ini diproses dengan cepat,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
