<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beras Langka dan Mahal karena Bansos? Ini Kata Bulog</title><description>Penyaluran bansos disebut sebagai penyebab mahal dan langkanya beras.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/13/320/2969638/beras-langka-dan-mahal-karena-bansos-ini-kata-bulog</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/13/320/2969638/beras-langka-dan-mahal-karena-bansos-ini-kata-bulog"/><item><title>Beras Langka dan Mahal karena Bansos? Ini Kata Bulog</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/13/320/2969638/beras-langka-dan-mahal-karena-bansos-ini-kata-bulog</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/13/320/2969638/beras-langka-dan-mahal-karena-bansos-ini-kata-bulog</guid><pubDate>Selasa 13 Februari 2024 16:12 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/13/320/2969638/beras-langka-dan-mahal-karena-bansos-ini-kata-bulog-9qIzGb8JPg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penyaluran bansos jadi penyebab mahalnya harga beras (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/13/320/2969638/beras-langka-dan-mahal-karena-bansos-ini-kata-bulog-9qIzGb8JPg.jpg</image><title>Penyaluran bansos jadi penyebab mahalnya harga beras (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xMi80LzE3NzE4OC81L3g4c2t4emM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Penyaluran bansos disebut sebagai penyebab mahal dan langkanya beras. Menanggapi hal ini, Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi membantah bahwa penyaluran bantuan pangan menyebabkan kelangkaan beras di ritel modern.
&quot;Tidak, saya jawab, tidak, tidak, tegas! Kenapa? Baik SPHP maupun bantuan pangan direncanakan bersama sama dan dialokasikan bersama,&quot; jelasnya dalam Diskusi Media perihal Data dan Fakta Kondisi Perberasan Indonesia Terkini di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Selasa (13/2/2024).

BACA JUGA:
Harga Beras Mahal, Pedagang Induk Cipinang Ungkap Fakta Mengejutkan


Diungkapkan Bayu, alasan importasi 2 juta ton tahun ini sejatinya karena untuk bantuan pangan dan SPHP.
&quot;Jadi tidak ada alasan bantuan pangan bikin stok penyaluran SPHP lebih sulit, tidak,&quot; tegasnya.

BACA JUGA:
Beras di Minimarket Langka, Bulog Langsung Guyur 4 Ribu Ton


Dalam kesempatan itu, Bayu juga memastikan penyaluran beras bantuan 10 kg kepada 22 juta keluarga penerima manfaat yang saat ini proses penyalurannya tengah dihentikan sementara akan kembali dilanjutkan. Bayu bilang, alasan pemberhentian sementara i lantaran pihaknya menghormati proses pemilu yang akan berlangsung pada Rabu (14/2/2024) besok.
&quot;Lusa (15/2/2024), bantuan pangan sudah dimulai lagi. Kita menghentikan sementara buat menghormati proses Pemilu. Daripada nanti timbul fitnah dan segala macam. Jadi dihentikan dulu sampai besok. Insya Allah (setelahnya) langsung ada bantuan pangan,&quot; terang Bayu.
Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi  juga telah membantah bahwa program bantuan sosial (bansos) pangan beras  10 kilogram (kg) menjadi penyebab kelangkaan beras di pasar.
Menurutnya, kelangkaan beras premium 5 kg di tingkat ritel saat ini disebabkan oleh melonjaknya harga beli di tingkat produsen.
&quot;Bantuan pangan itu nggak ada kaitannya sama harga, tetapi  (kelangkaan beras saat ini) negara tetap hadir,&quot; katanya usai rapat  terbatas di Istana Kepresidenan, Senin (12/2/2024).
Arief menekankan bahwa pemerintah telah memutuskan untuk menghentikan  sementara bantuan pangan beras pemerintah pada 8 hingga 14 Februari  2024 ini.
Langkah tersebut, kata Arief, diambil untuk menghormati proses  Pemilihan Umum atau Pemilu 2024 yang sedang memasuki masa tenang. Oleh  sebab itu, dia menekankan bahwa program bansos tidak pernah berkorelasi  dengan kelangkaan beras.
&quot;Jadi bansos pangan itu nggak memengaruhi (kelangkaan beras) itu,&quot; pungkas Arief.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xMi80LzE3NzE4OC81L3g4c2t4emM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Penyaluran bansos disebut sebagai penyebab mahal dan langkanya beras. Menanggapi hal ini, Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi membantah bahwa penyaluran bantuan pangan menyebabkan kelangkaan beras di ritel modern.
&quot;Tidak, saya jawab, tidak, tidak, tegas! Kenapa? Baik SPHP maupun bantuan pangan direncanakan bersama sama dan dialokasikan bersama,&quot; jelasnya dalam Diskusi Media perihal Data dan Fakta Kondisi Perberasan Indonesia Terkini di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Selasa (13/2/2024).

BACA JUGA:
Harga Beras Mahal, Pedagang Induk Cipinang Ungkap Fakta Mengejutkan


Diungkapkan Bayu, alasan importasi 2 juta ton tahun ini sejatinya karena untuk bantuan pangan dan SPHP.
&quot;Jadi tidak ada alasan bantuan pangan bikin stok penyaluran SPHP lebih sulit, tidak,&quot; tegasnya.

BACA JUGA:
Beras di Minimarket Langka, Bulog Langsung Guyur 4 Ribu Ton


Dalam kesempatan itu, Bayu juga memastikan penyaluran beras bantuan 10 kg kepada 22 juta keluarga penerima manfaat yang saat ini proses penyalurannya tengah dihentikan sementara akan kembali dilanjutkan. Bayu bilang, alasan pemberhentian sementara i lantaran pihaknya menghormati proses pemilu yang akan berlangsung pada Rabu (14/2/2024) besok.
&quot;Lusa (15/2/2024), bantuan pangan sudah dimulai lagi. Kita menghentikan sementara buat menghormati proses Pemilu. Daripada nanti timbul fitnah dan segala macam. Jadi dihentikan dulu sampai besok. Insya Allah (setelahnya) langsung ada bantuan pangan,&quot; terang Bayu.
Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi  juga telah membantah bahwa program bantuan sosial (bansos) pangan beras  10 kilogram (kg) menjadi penyebab kelangkaan beras di pasar.
Menurutnya, kelangkaan beras premium 5 kg di tingkat ritel saat ini disebabkan oleh melonjaknya harga beli di tingkat produsen.
&quot;Bantuan pangan itu nggak ada kaitannya sama harga, tetapi  (kelangkaan beras saat ini) negara tetap hadir,&quot; katanya usai rapat  terbatas di Istana Kepresidenan, Senin (12/2/2024).
Arief menekankan bahwa pemerintah telah memutuskan untuk menghentikan  sementara bantuan pangan beras pemerintah pada 8 hingga 14 Februari  2024 ini.
Langkah tersebut, kata Arief, diambil untuk menghormati proses  Pemilihan Umum atau Pemilu 2024 yang sedang memasuki masa tenang. Oleh  sebab itu, dia menekankan bahwa program bansos tidak pernah berkorelasi  dengan kelangkaan beras.
&quot;Jadi bansos pangan itu nggak memengaruhi (kelangkaan beras) itu,&quot; pungkas Arief.</content:encoded></item></channel></rss>
