<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo-Gibran Unggul Versi Quick Count, Ekonom Soroti Pengganti Sri Mulyani hingga Luhut</title><description>Pasangan Prabowo-Gibran unggul berdasarkan hitungan cepat atau quick count sejumlah lembaga survei.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/14/320/2970389/prabowo-gibran-unggul-versi-quick-count-ekonom-soroti-pengganti-sri-mulyani-hingga-luhut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/14/320/2970389/prabowo-gibran-unggul-versi-quick-count-ekonom-soroti-pengganti-sri-mulyani-hingga-luhut"/><item><title>Prabowo-Gibran Unggul Versi Quick Count, Ekonom Soroti Pengganti Sri Mulyani hingga Luhut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/14/320/2970389/prabowo-gibran-unggul-versi-quick-count-ekonom-soroti-pengganti-sri-mulyani-hingga-luhut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/14/320/2970389/prabowo-gibran-unggul-versi-quick-count-ekonom-soroti-pengganti-sri-mulyani-hingga-luhut</guid><pubDate>Rabu 14 Februari 2024 21:25 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/14/320/2970389/prabowo-gibran-unggul-versi-quick-count-ekonom-soroti-pengganti-sri-mulyani-hingga-luhut-4A3HPJmC1Z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonom sorotu kabinet Menteri ekonomi Prabowo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/14/320/2970389/prabowo-gibran-unggul-versi-quick-count-ekonom-soroti-pengganti-sri-mulyani-hingga-luhut-4A3HPJmC1Z.jpg</image><title>Ekonom sorotu kabinet Menteri ekonomi Prabowo (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xNC8xLzE3NzI4Mi81L3g4c293MWM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pasangan Prabowo-Gibran unggul berdasarkan hitungan cepat atau quick count sejumlah lembaga survei. Dengan keunggulan ini, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adhinegara, menyoroti komposisi menteri ekonomi dalam kabinet di pemerintahan terbaru, pasca pemilihan presiden (pilpres) 2024.
Bhima melihat koalisi &amp;lsquo;Indonesia Maju&amp;rsquo; atau sembilan partai politik (parpol) yang memberi dukungan politik pada Prabowo-Gibran cukup gemuk. Sehingga akan mempengaruhi komposisi kabinet ke depannya, terutama mereka yang mengisi pos menteri ekonomi.

BACA JUGA:
Nama Jokowi Menggema saat Prabowo Pidato di Istora Senayan: Saya Sangat Kenal Beliau!


Meski masih menjadi teka-teki, Bhima khawatir jika Menteri Keuangan, Menteri Perekonomian, hingga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ditempati bukan dari kalangan profesional.
&amp;ldquo;Tentunya yang dihadapi oleh Prabowo ini adalah koalisi yang sangat gemuk. Ini siapa nih yang akan menempati pos-pos ekonomi atau pos-pos menteri di bidang ekonomi?&amp;rdquo; ujar Bhima saat dihubungi, Rabu (14/2/2024).

BACA JUGA:
Pidato di Istora, Prabowo: SBY dan Jokowi Berjasa bagi Kita


&amp;ldquo;Siapa yang akan menggantikan Sri Mulyani, menggantikan Luhut, dan menggantikan Menteri-Menteri profesional yang ada di lingkaran Jokowi saat ini, itu menjadi teka-teki besar,&amp;rdquo; paparnya.
Dia mengaku khawatir bila menteri ekonomi malah diduduki para politisi dan bukan mereka yang ahli di bidangnya. Jika ini terjadi, Bhima meyakini bisa menurunkan kredibilitas dan kepercayaan yang sudah dibangun para pembantu Jokowi saat ini.
&amp;ldquo;Karena kalau terlalu banyak politisi masuk di bidang ekonomi, saya  pikir ini juga akan menurunkan kredibilitas, jadi yang paling penting  adalah siapa yang akan menjadi pengganti dari menteri-menteri  profesional itu,&amp;rdquo; ucapnya.
Menurutnya, orang yang ditempatkan sebagai menteri ekonomi sangat  substansial. Lantaran erat kaitannya dengan kebijakan yang bersifat  extraordinary bagi pertumbuhan makro ekonomi nasional.
Apalagi, Indonesia berupaya agar pertumbuhan ekonominya bisa naik  menjadi 7% di masa mendatang. Di lain sisi, Bhima memandang belum  ada gagasan besar dari Prabowo-Gibran untuk bisa mencapai pertumbuhan di  level 7%, selain program hilirisasi sumber daya alam.
&amp;ldquo;Ke depan dengan target yang cukup ambisius untuk pertumbuhan ekonomi  7% misalnya, ya harus ada kebijakan yang extraordinary gitu,  sejauh ini sih belum terdengar kebijakan untuk melakukan gebrakan  ekonomi yang berkorelasi meningkatkan pertumbuhan 7%, selain yang  diucapkan soal hilirisasi,&amp;rdquo; tutur Bhima.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xNC8xLzE3NzI4Mi81L3g4c293MWM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pasangan Prabowo-Gibran unggul berdasarkan hitungan cepat atau quick count sejumlah lembaga survei. Dengan keunggulan ini, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adhinegara, menyoroti komposisi menteri ekonomi dalam kabinet di pemerintahan terbaru, pasca pemilihan presiden (pilpres) 2024.
Bhima melihat koalisi &amp;lsquo;Indonesia Maju&amp;rsquo; atau sembilan partai politik (parpol) yang memberi dukungan politik pada Prabowo-Gibran cukup gemuk. Sehingga akan mempengaruhi komposisi kabinet ke depannya, terutama mereka yang mengisi pos menteri ekonomi.

BACA JUGA:
Nama Jokowi Menggema saat Prabowo Pidato di Istora Senayan: Saya Sangat Kenal Beliau!


Meski masih menjadi teka-teki, Bhima khawatir jika Menteri Keuangan, Menteri Perekonomian, hingga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ditempati bukan dari kalangan profesional.
&amp;ldquo;Tentunya yang dihadapi oleh Prabowo ini adalah koalisi yang sangat gemuk. Ini siapa nih yang akan menempati pos-pos ekonomi atau pos-pos menteri di bidang ekonomi?&amp;rdquo; ujar Bhima saat dihubungi, Rabu (14/2/2024).

BACA JUGA:
Pidato di Istora, Prabowo: SBY dan Jokowi Berjasa bagi Kita


&amp;ldquo;Siapa yang akan menggantikan Sri Mulyani, menggantikan Luhut, dan menggantikan Menteri-Menteri profesional yang ada di lingkaran Jokowi saat ini, itu menjadi teka-teki besar,&amp;rdquo; paparnya.
Dia mengaku khawatir bila menteri ekonomi malah diduduki para politisi dan bukan mereka yang ahli di bidangnya. Jika ini terjadi, Bhima meyakini bisa menurunkan kredibilitas dan kepercayaan yang sudah dibangun para pembantu Jokowi saat ini.
&amp;ldquo;Karena kalau terlalu banyak politisi masuk di bidang ekonomi, saya  pikir ini juga akan menurunkan kredibilitas, jadi yang paling penting  adalah siapa yang akan menjadi pengganti dari menteri-menteri  profesional itu,&amp;rdquo; ucapnya.
Menurutnya, orang yang ditempatkan sebagai menteri ekonomi sangat  substansial. Lantaran erat kaitannya dengan kebijakan yang bersifat  extraordinary bagi pertumbuhan makro ekonomi nasional.
Apalagi, Indonesia berupaya agar pertumbuhan ekonominya bisa naik  menjadi 7% di masa mendatang. Di lain sisi, Bhima memandang belum  ada gagasan besar dari Prabowo-Gibran untuk bisa mencapai pertumbuhan di  level 7%, selain program hilirisasi sumber daya alam.
&amp;ldquo;Ke depan dengan target yang cukup ambisius untuk pertumbuhan ekonomi  7% misalnya, ya harus ada kebijakan yang extraordinary gitu,  sejauh ini sih belum terdengar kebijakan untuk melakukan gebrakan  ekonomi yang berkorelasi meningkatkan pertumbuhan 7%, selain yang  diucapkan soal hilirisasi,&amp;rdquo; tutur Bhima.</content:encoded></item></channel></rss>
