<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Kini Tembus Rp6.350 Triliun Akhir 2023</title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan IV 2023 mengalami kenaikan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/15/320/2970567/utang-luar-negeri-indonesia-naik-lagi-kini-tembus-rp6-350-triliun-akhir-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/15/320/2970567/utang-luar-negeri-indonesia-naik-lagi-kini-tembus-rp6-350-triliun-akhir-2023"/><item><title>Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Kini Tembus Rp6.350 Triliun Akhir 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/15/320/2970567/utang-luar-negeri-indonesia-naik-lagi-kini-tembus-rp6-350-triliun-akhir-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/15/320/2970567/utang-luar-negeri-indonesia-naik-lagi-kini-tembus-rp6-350-triliun-akhir-2023</guid><pubDate>Kamis 15 Februari 2024 11:07 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/15/320/2970567/utang-luar-negeri-indonesia-naik-lagi-kini-tembus-rp6-350-triliun-akhir-2023-hKs1NEGmZi.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Utang luar negeri naik lagi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/15/320/2970567/utang-luar-negeri-indonesia-naik-lagi-kini-tembus-rp6-350-triliun-akhir-2023-hKs1NEGmZi.jpeg</image><title>Utang luar negeri naik lagi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yNS8xLzE3NjUzMS81L3g4cnM0Ymk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan IV 2023 mengalami kenaikan. Asisten Gubernur Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan, posisi ULN Indonesia pada akhir triwulan IV 2023 tercatat sebesar USD407,1 miliar setara Rp6.350 triliun atau tumbuh 2,7% (yoy), meningkat dibandingkan dengan posisi triwulan sebelumnya yang tumbuh 0,02% (yoy).
&quot;Peningkatan tersebut terutama bersumber dari transaksi ULN sektor publik,&quot; kata Erwin dalam keterangan resminya, Kamis (15/2/2024).

BACA JUGA:
6 Fakta 4 Negara Hapus Utang RI Rp5 Triliun hingga ULN Turun Jadi Rp6.148 Triliun


Selain itu, peningkatan posisi ULN pada triwulan IV 2023 juga dipengaruhi oleh faktor pelemahan mata uang dolar AS terhadap mayoritas mata uang global termasuk Rupiah.
BI juga melaporkan rintah tetap terkendali serta dikelola secara terukur dan akuntabel. Posisi ULN pemerintah pada akhir triwulan IV 2023 sebesar USD196,6 miliar atau tumbuh 5,4% (yoy), meningkat dari pertumbuhan 3,3% (yoy) pada triwulan sebelumnya.
Perkembangan ULN tersebut terutama disebabkan oleh penarikan pinjaman luar negeri, khususnya pinjaman multilateral, untuk mendukung pembiayaan beberapa program dan proyek.

BACA JUGA:
Naik Terus! ULN Indonesia Rp6.056 Triliun, Ini Rincian Utang Pemerintah dan Swasta


Kenaikan ULN pemerintah juga dipengaruhi oleh peningkatan penempatan investasi portofolio di pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik dan internasional, seiring sentimen positif kepercayaan pelaku pasar sejalan dengan mulai meredanya ketidakpastian pasar keuangan global.
Pemerintah berkomitmen tetap menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara hati-hati, efisien, dan akuntabel.
Sebagai salah satu komponen dalam instrumen pembiayaan APBN dan dalam rangka melanjutkan momentum pertumbuhan ekonomi, pemanfaatan ULN terus diarahkan untuk fokus mendukung upaya Pemerintah dalam pembiayaan sektor produktif serta belanja prioritas.
Dukungan pembiayaan tersebut mencakup antara lain pada sektor Jasa  Kesehatan dan Kegiatan Sosial (23,7% dari total ULN pemerintah),  Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (18,9%),  Jasa Pendidikan (16,6%), Konstruksi (14,1%), serta Jasa Keuangan dan  Asuransi (9,7%).
&quot;Posisi ULN pemerintah relatif aman dan terkendali mengingat hampir  seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,8%  dari total ULN pemerintah,&quot; ungkap Erwin.
ULN swasta tetap terkendali serta melanjutkan kontraksi pertumbuhan.  Posisi ULN swasta pada akhir triwulan IV 2023 tercatat sebesar 197,0  miliar dolar AS, atau mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,9%  (yoy), melanjutkan kontraksi pada triwulan III 2023 sebesar 3,5% (yoy).
Kontraksi pertumbuhan ULN tersebut bersumber dari lembaga keuangan  (financial corporations) dan perusahaan bukan lembaga keuangan  (nonfinancial corporations) yang masing-masing mengalami kontraksi  sebesar 2,4% (yoy) dan 1,8% (yoy).
Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari sektor  Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik, Gas,  Uap/Air Panas, dan Udara Dingin; serta Pertambangan dan Penggalian,  dengan pangsa mencapai 78,7% dari total ULN swasta. ULN swasta juga  tetap didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 74,9%  terhadap total ULN swasta.
Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip  kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tercermin dari rasio ULN  Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 29,7%, serta  didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 86,6% dari  total ULN.
Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia  dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan  ULN, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam  pengelolaannya.
Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan  pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang  berkelanjutan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi  stabilitas perekonomian.
Data lengkap mengenai ULN Indonesia terkini dan metadata dapat  dilihat pada publikasi Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI)  edisi Februari 2024 pada situs web Bank Indonesia. Publikasi ini juga  dapat diakses melalui situs web Kementerian Keuangan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yNS8xLzE3NjUzMS81L3g4cnM0Ymk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan IV 2023 mengalami kenaikan. Asisten Gubernur Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan, posisi ULN Indonesia pada akhir triwulan IV 2023 tercatat sebesar USD407,1 miliar setara Rp6.350 triliun atau tumbuh 2,7% (yoy), meningkat dibandingkan dengan posisi triwulan sebelumnya yang tumbuh 0,02% (yoy).
&quot;Peningkatan tersebut terutama bersumber dari transaksi ULN sektor publik,&quot; kata Erwin dalam keterangan resminya, Kamis (15/2/2024).

BACA JUGA:
6 Fakta 4 Negara Hapus Utang RI Rp5 Triliun hingga ULN Turun Jadi Rp6.148 Triliun


Selain itu, peningkatan posisi ULN pada triwulan IV 2023 juga dipengaruhi oleh faktor pelemahan mata uang dolar AS terhadap mayoritas mata uang global termasuk Rupiah.
BI juga melaporkan rintah tetap terkendali serta dikelola secara terukur dan akuntabel. Posisi ULN pemerintah pada akhir triwulan IV 2023 sebesar USD196,6 miliar atau tumbuh 5,4% (yoy), meningkat dari pertumbuhan 3,3% (yoy) pada triwulan sebelumnya.
Perkembangan ULN tersebut terutama disebabkan oleh penarikan pinjaman luar negeri, khususnya pinjaman multilateral, untuk mendukung pembiayaan beberapa program dan proyek.

BACA JUGA:
Naik Terus! ULN Indonesia Rp6.056 Triliun, Ini Rincian Utang Pemerintah dan Swasta


Kenaikan ULN pemerintah juga dipengaruhi oleh peningkatan penempatan investasi portofolio di pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik dan internasional, seiring sentimen positif kepercayaan pelaku pasar sejalan dengan mulai meredanya ketidakpastian pasar keuangan global.
Pemerintah berkomitmen tetap menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara hati-hati, efisien, dan akuntabel.
Sebagai salah satu komponen dalam instrumen pembiayaan APBN dan dalam rangka melanjutkan momentum pertumbuhan ekonomi, pemanfaatan ULN terus diarahkan untuk fokus mendukung upaya Pemerintah dalam pembiayaan sektor produktif serta belanja prioritas.
Dukungan pembiayaan tersebut mencakup antara lain pada sektor Jasa  Kesehatan dan Kegiatan Sosial (23,7% dari total ULN pemerintah),  Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (18,9%),  Jasa Pendidikan (16,6%), Konstruksi (14,1%), serta Jasa Keuangan dan  Asuransi (9,7%).
&quot;Posisi ULN pemerintah relatif aman dan terkendali mengingat hampir  seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,8%  dari total ULN pemerintah,&quot; ungkap Erwin.
ULN swasta tetap terkendali serta melanjutkan kontraksi pertumbuhan.  Posisi ULN swasta pada akhir triwulan IV 2023 tercatat sebesar 197,0  miliar dolar AS, atau mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,9%  (yoy), melanjutkan kontraksi pada triwulan III 2023 sebesar 3,5% (yoy).
Kontraksi pertumbuhan ULN tersebut bersumber dari lembaga keuangan  (financial corporations) dan perusahaan bukan lembaga keuangan  (nonfinancial corporations) yang masing-masing mengalami kontraksi  sebesar 2,4% (yoy) dan 1,8% (yoy).
Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari sektor  Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik, Gas,  Uap/Air Panas, dan Udara Dingin; serta Pertambangan dan Penggalian,  dengan pangsa mencapai 78,7% dari total ULN swasta. ULN swasta juga  tetap didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 74,9%  terhadap total ULN swasta.
Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip  kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tercermin dari rasio ULN  Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 29,7%, serta  didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 86,6% dari  total ULN.
Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia  dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan  ULN, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam  pengelolaannya.
Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan  pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang  berkelanjutan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi  stabilitas perekonomian.
Data lengkap mengenai ULN Indonesia terkini dan metadata dapat  dilihat pada publikasi Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI)  edisi Februari 2024 pada situs web Bank Indonesia. Publikasi ini juga  dapat diakses melalui situs web Kementerian Keuangan.</content:encoded></item></channel></rss>
