<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hasil Quick Count Pilpres 2024, Pengusaha Properti Singgung Janji 3 Juta Rumah</title><description>Joko Suranto menyatakan hasil hitung cepat atau quick count mampu menjadi modal awal para pelaku usaha, terutama di sektor properti.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/15/470/2970841/hasil-quick-count-pilpres-2024-pengusaha-properti-singgung-janji-3-juta-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/15/470/2970841/hasil-quick-count-pilpres-2024-pengusaha-properti-singgung-janji-3-juta-rumah"/><item><title>Hasil Quick Count Pilpres 2024, Pengusaha Properti Singgung Janji 3 Juta Rumah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/15/470/2970841/hasil-quick-count-pilpres-2024-pengusaha-properti-singgung-janji-3-juta-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/15/470/2970841/hasil-quick-count-pilpres-2024-pengusaha-properti-singgung-janji-3-juta-rumah</guid><pubDate>Kamis 15 Februari 2024 18:34 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/15/470/2970841/hasil-quick-count-pilpres-2024-pengusaha-properti-singgung-janji-3-juta-rumah-GvK8ztPxYN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">3 juta Rumah. (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/15/470/2970841/hasil-quick-count-pilpres-2024-pengusaha-properti-singgung-janji-3-juta-rumah-GvK8ztPxYN.jpg</image><title>3 juta Rumah. (Foto: PUPR)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xNS80LzE3NzI5Ny81L3g4c3E0ejA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Joko Suranto menyatakan hasil hitung cepat atau quick count mampu menjadi modal awal para pelaku usaha, terutama di sektor properti, mengihitung ulang rencana usaha kedepan.
Sebab menurutnya, ketika sebelum penyelenggaraan Pilpres 2024, para pelaku usaha cendrung wait and see atau agak mengendurkan ekspansi usaha, untuk melihat arah kebijakan Presiden berikutnya.

BACA JUGA:
Jadi Penduduk Pertama, Pak Bas dan Istri Pindah Rumah ke IKN Juli 2024

&quot;Bagi pengusaha keunggulan itu membuat yang dinanti sudah selesai, sehingga kepastian dalam usaha itu bisa segera dihitung,&quot; ujar Joko saat dihubungi MNC Portal, Kamis (15/2/2024).
Menurutnya, para pelaku usaha di sektor properti siap menyambut baik apa yang menjadi program Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming yang saat ini mendominasi perolehan suara, untuk merealisasikan janjinya membangun 3 juta rumah.

BACA JUGA:
Menteri PUPR: Tanggul Sungai Wulan di Demak yang Jebol Sudah Ditutup

Joko mengatakan, program 3 Juta rumah tersebut menjadi hal yang perlu didorong oleh Pemerintahan selanjutnya mengingat angka backlog yang hingga saat ini masih sebesar 12,7 juta. Angka tersebut bisa terus bertambah seiring juga pertumbuhan populasi di Indonesia.&quot;Karena pada saatnya di 2035 itu urbanisasi semakin besar, dan jumlah penduduk Indonesia itu 305 juta, dan 66% akan tinggal di perkotaan,&quot; kata Joko.
Sekedar informasi hasil hitung cepat Pilpres 2024, pada hari ini (15/2), Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo - Gibran telah memperoleh sekitar 57,79% suara, Pasangan Anies - Muhaimin memperoleh sekitar 25,70%, dan Ganjar - Mahfud mendapati 16,50% suara, berdasarkan survey Charta Politika.
&quot;Kalau Kita melihat bahwa apa yang terjadi (hasil hitung cepat) di Pemilu itu mungkin ada kepercayaan dan apresiasi masyarakat, sehingga mereka memilih apa yang dia didukung,&quot; tutup Joko.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xNS80LzE3NzI5Ny81L3g4c3E0ejA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Joko Suranto menyatakan hasil hitung cepat atau quick count mampu menjadi modal awal para pelaku usaha, terutama di sektor properti, mengihitung ulang rencana usaha kedepan.
Sebab menurutnya, ketika sebelum penyelenggaraan Pilpres 2024, para pelaku usaha cendrung wait and see atau agak mengendurkan ekspansi usaha, untuk melihat arah kebijakan Presiden berikutnya.

BACA JUGA:
Jadi Penduduk Pertama, Pak Bas dan Istri Pindah Rumah ke IKN Juli 2024

&quot;Bagi pengusaha keunggulan itu membuat yang dinanti sudah selesai, sehingga kepastian dalam usaha itu bisa segera dihitung,&quot; ujar Joko saat dihubungi MNC Portal, Kamis (15/2/2024).
Menurutnya, para pelaku usaha di sektor properti siap menyambut baik apa yang menjadi program Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming yang saat ini mendominasi perolehan suara, untuk merealisasikan janjinya membangun 3 juta rumah.

BACA JUGA:
Menteri PUPR: Tanggul Sungai Wulan di Demak yang Jebol Sudah Ditutup

Joko mengatakan, program 3 Juta rumah tersebut menjadi hal yang perlu didorong oleh Pemerintahan selanjutnya mengingat angka backlog yang hingga saat ini masih sebesar 12,7 juta. Angka tersebut bisa terus bertambah seiring juga pertumbuhan populasi di Indonesia.&quot;Karena pada saatnya di 2035 itu urbanisasi semakin besar, dan jumlah penduduk Indonesia itu 305 juta, dan 66% akan tinggal di perkotaan,&quot; kata Joko.
Sekedar informasi hasil hitung cepat Pilpres 2024, pada hari ini (15/2), Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo - Gibran telah memperoleh sekitar 57,79% suara, Pasangan Anies - Muhaimin memperoleh sekitar 25,70%, dan Ganjar - Mahfud mendapati 16,50% suara, berdasarkan survey Charta Politika.
&quot;Kalau Kita melihat bahwa apa yang terjadi (hasil hitung cepat) di Pemilu itu mungkin ada kepercayaan dan apresiasi masyarakat, sehingga mereka memilih apa yang dia didukung,&quot; tutup Joko.</content:encoded></item></channel></rss>
