<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Jerman Terancam Masuk Jurang Resesi!</title><description>Ekonomi Jerman terancam jatuh semakin dalam ke jurang resesi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/16/320/2971335/ekonomi-jerman-terancam-masuk-jurang-resesi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/16/320/2971335/ekonomi-jerman-terancam-masuk-jurang-resesi"/><item><title>Ekonomi Jerman Terancam Masuk Jurang Resesi!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/16/320/2971335/ekonomi-jerman-terancam-masuk-jurang-resesi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/16/320/2971335/ekonomi-jerman-terancam-masuk-jurang-resesi</guid><pubDate>Jum'at 16 Februari 2024 18:46 WIB</pubDate><dc:creator>Putri Syifa Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/16/320/2971335/ekonomi-jerman-terancam-masuk-jurang-resesi-V1s1eq2nao.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi Jerman Terancam Resesi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/16/320/2971335/ekonomi-jerman-terancam-masuk-jurang-resesi-V1s1eq2nao.jpg</image><title>Ekonomi Jerman Terancam Resesi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri Jerman (DIHK) memperkirakan penurunan output ekonomi Jerman sebesar 0,5% untuk tahun 2024. Hal ini mengindikasikan ekonomi Jerman terancam jatuh semakin dalam ke jurang resesi.

Tahun lalu, Produk Domestik Bruto (PDB) Jerman turun 0,3%. Sejak krisis struktural di awal tahun 2000-an, ini menjadi kali kedua dalam sejarah pascaperang output ekonomi Jerman turun dalam dua tahun berturut-turut.

&quot;Ini menjadi sinyal peringatan yang jelas bahwa Jerman dan Eropa harus segera menanggapi secara serius permasalahan ini. Masalah-masalah struktural terus membebani perekonomian,&quot; kata Direktur Pelaksana DIHK Martin Wansleben.

BACA JUGA:Jepang Resesi, Kini Jerman Jadi Ekonomi Terbesar Ketiga di Dunia&amp;nbsp;


Menurut Wansleben, risiko bisnis untuk perusahaan tetap berada di level yang tinggi. Lebih dari separuh perusahaan Jerman mengkhawatirkan soal harga-harga energi dan bahan mentah, kekurangan jumlah tenaga kerja terampil, permintaan domestik, dan ongkos tenaga kerja, menurut sebuah survei yang dilakukan terhadap lebih dari 27.000 perusahaan di berbagai sektor.

&quot;Sangat mengkhawatirkan bahwa hampir tiga dari lima perusahaan sekarang menilai kondisi kerangka kebijakan ekonomi sebagai risiko bisnis,&quot; ujar Wansleben.

BACA JUGA:Susul Jepang, Kini Inggris Masuk Resesi! Ekonominya&amp;nbsp;Nyungsep&amp;nbsp;


Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan proyeksi untuk perekonomian terbesar di Eropa ini pada akhir Januari lalu, dan memperkirakan pertumbuhan tipis sebesar 0,5%. Meski demikian, hal ini masih menempatkan Jerman di antara negara-negara industri dengan kinerja terburuk.

&quot;Jerman sedang tertinggal karena tidak ada pertumbuhan. Lokasi ini tidak lagi kompetitif,&quot; kata Menteri Keuangan Jerman Christian Lindner kepada surat kabar Handelsblatt pada awal Februari.

Pemerintah Jerman akan mempresentasikan sejumlah proposal untuk agenda pertumbuhan bulan ini. Pada pertengahan tahun nanti, sekelompok ahli juga akan memublikasikan sejumlah proposal untuk reformasi pajak perusahaan, ungkap Lindner dilansir Antara.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri Jerman (DIHK) memperkirakan penurunan output ekonomi Jerman sebesar 0,5% untuk tahun 2024. Hal ini mengindikasikan ekonomi Jerman terancam jatuh semakin dalam ke jurang resesi.

Tahun lalu, Produk Domestik Bruto (PDB) Jerman turun 0,3%. Sejak krisis struktural di awal tahun 2000-an, ini menjadi kali kedua dalam sejarah pascaperang output ekonomi Jerman turun dalam dua tahun berturut-turut.

&quot;Ini menjadi sinyal peringatan yang jelas bahwa Jerman dan Eropa harus segera menanggapi secara serius permasalahan ini. Masalah-masalah struktural terus membebani perekonomian,&quot; kata Direktur Pelaksana DIHK Martin Wansleben.

BACA JUGA:Jepang Resesi, Kini Jerman Jadi Ekonomi Terbesar Ketiga di Dunia&amp;nbsp;


Menurut Wansleben, risiko bisnis untuk perusahaan tetap berada di level yang tinggi. Lebih dari separuh perusahaan Jerman mengkhawatirkan soal harga-harga energi dan bahan mentah, kekurangan jumlah tenaga kerja terampil, permintaan domestik, dan ongkos tenaga kerja, menurut sebuah survei yang dilakukan terhadap lebih dari 27.000 perusahaan di berbagai sektor.

&quot;Sangat mengkhawatirkan bahwa hampir tiga dari lima perusahaan sekarang menilai kondisi kerangka kebijakan ekonomi sebagai risiko bisnis,&quot; ujar Wansleben.

BACA JUGA:Susul Jepang, Kini Inggris Masuk Resesi! Ekonominya&amp;nbsp;Nyungsep&amp;nbsp;


Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan proyeksi untuk perekonomian terbesar di Eropa ini pada akhir Januari lalu, dan memperkirakan pertumbuhan tipis sebesar 0,5%. Meski demikian, hal ini masih menempatkan Jerman di antara negara-negara industri dengan kinerja terburuk.

&quot;Jerman sedang tertinggal karena tidak ada pertumbuhan. Lokasi ini tidak lagi kompetitif,&quot; kata Menteri Keuangan Jerman Christian Lindner kepada surat kabar Handelsblatt pada awal Februari.

Pemerintah Jerman akan mempresentasikan sejumlah proposal untuk agenda pertumbuhan bulan ini. Pada pertengahan tahun nanti, sekelompok ahli juga akan memublikasikan sejumlah proposal untuk reformasi pajak perusahaan, ungkap Lindner dilansir Antara.
</content:encoded></item></channel></rss>
