<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Minta Harga Beras Dikendalikan, Pedagang: Kasihan yang Duitnya Pas-pasan</title><description>Pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, meminta pemerintah segera mengendalikan harga.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/17/320/2971621/minta-harga-beras-dikendalikan-pedagang-kasihan-yang-duitnya-pas-pasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/17/320/2971621/minta-harga-beras-dikendalikan-pedagang-kasihan-yang-duitnya-pas-pasan"/><item><title>Minta Harga Beras Dikendalikan, Pedagang: Kasihan yang Duitnya Pas-pasan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/17/320/2971621/minta-harga-beras-dikendalikan-pedagang-kasihan-yang-duitnya-pas-pasan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/17/320/2971621/minta-harga-beras-dikendalikan-pedagang-kasihan-yang-duitnya-pas-pasan</guid><pubDate>Sabtu 17 Februari 2024 16:50 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/17/320/2971621/minta-harga-beras-dikendalikan-pedagang-kasihan-yang-duitnya-pas-pasan-tmwFmndFD8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pedagang keluhkan mahalnya harga beras (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/17/320/2971621/minta-harga-beras-dikendalikan-pedagang-kasihan-yang-duitnya-pas-pasan-tmwFmndFD8.jpg</image><title>Pedagang keluhkan mahalnya harga beras (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xNy8xLzE3NzM1OS81L3g4c3VmOWk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, meminta pemerintah segera mengendalikan harga. Sebab, mahalnya harga beras berdampak terhadap pedagang berdompet pas-pasan, terlebih keuntungan yang didapat tak seberapa.
Seorang pedagang, Maimun (40) mengatakan harga beras ukuran 50 kilo saat ini sudah tembus Rp770 ribu, bahkan hampir Rp800 ribu sekarung.

BACA JUGA:
Harga Beras Mahal, Pedagang Kurangi Untung

&amp;ldquo;Tahun lalu murah, Rp450 ribu - Rp500 ribu per kilo. Harusnya (segera) turun lah, kalau mahal-mahal, kasian juga sama yang duitnya kurang (pas-pasan),&amp;rdquo; katanya usai kulakan beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu (17/2/2024).
Pantauan di lokasi, rata-rata harga beras medium mencapai Rp690 ribu hingga Rp770 ribu per karung ukuran 50 kilogram. Ini naik dari sekitar Rp650 ribu pada tahun lalu.

BACA JUGA:
5 Fakta Harga Beras Terus Naik hingga Bulan Puasa, Ini Penyebabnya

Sementara itu, terkait bantuan sosial (bansos) beras yang disebar pemerintah, Maimun mengakui cara tersebut tidak berpengaruh terhadap harga.
&amp;ldquo;Kayaknya gak ada pengaruh, karena paling segelintir orang saja yang dapet, yang kita, yang bener-bener butuh ini justru gak dapet,&amp;rdquo; paparnya.Adapun kenaikan harga beras saat ini terhitung sedikit melandai dibandingkan beberapa pekan terakhir. Pedagang lainnya, Arif (36) mengakui penurunan masih sekitar 5 persen dari puncak harga beberapa waktu terakhir.
&amp;ldquo;Sekitar 5 persen atau Rp5000 per karung, sudah agak menurun sedikit. jenis beras medium. Yang naik sudah menurun semua, cuma harganya belum normal,&amp;rdquo; paparnya.
Sebelumnya, Presiden RI Jokowi memastikan bahwa pasokan beras di Pasar Induk Beras Cipinang di Jakarta Timur telah cukup, sehingga siap untuk didistribusikan. Jokowi menyebut kenaikan harga beras terjadi karena masa panen yang terlambat ke sejumlah pasar induk, termasuk adanya gangguan distribusi.
&amp;ldquo;Saya datang di Pasar Induk Cipinang ini untuk memastikan bahwa stok beras di sini ada karena dari sinilah didistribusikan ke ritel, ke super market, ke daerah, dari Pasar Induk Cipinang ini sehingga saya ingin pastikan beras yang ada di sini ada, tersedia, jumlahnya cukup, dan saya melihat melimpah,&amp;rdquo; kata Presiden.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xNy8xLzE3NzM1OS81L3g4c3VmOWk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, meminta pemerintah segera mengendalikan harga. Sebab, mahalnya harga beras berdampak terhadap pedagang berdompet pas-pasan, terlebih keuntungan yang didapat tak seberapa.
Seorang pedagang, Maimun (40) mengatakan harga beras ukuran 50 kilo saat ini sudah tembus Rp770 ribu, bahkan hampir Rp800 ribu sekarung.

BACA JUGA:
Harga Beras Mahal, Pedagang Kurangi Untung

&amp;ldquo;Tahun lalu murah, Rp450 ribu - Rp500 ribu per kilo. Harusnya (segera) turun lah, kalau mahal-mahal, kasian juga sama yang duitnya kurang (pas-pasan),&amp;rdquo; katanya usai kulakan beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu (17/2/2024).
Pantauan di lokasi, rata-rata harga beras medium mencapai Rp690 ribu hingga Rp770 ribu per karung ukuran 50 kilogram. Ini naik dari sekitar Rp650 ribu pada tahun lalu.

BACA JUGA:
5 Fakta Harga Beras Terus Naik hingga Bulan Puasa, Ini Penyebabnya

Sementara itu, terkait bantuan sosial (bansos) beras yang disebar pemerintah, Maimun mengakui cara tersebut tidak berpengaruh terhadap harga.
&amp;ldquo;Kayaknya gak ada pengaruh, karena paling segelintir orang saja yang dapet, yang kita, yang bener-bener butuh ini justru gak dapet,&amp;rdquo; paparnya.Adapun kenaikan harga beras saat ini terhitung sedikit melandai dibandingkan beberapa pekan terakhir. Pedagang lainnya, Arif (36) mengakui penurunan masih sekitar 5 persen dari puncak harga beberapa waktu terakhir.
&amp;ldquo;Sekitar 5 persen atau Rp5000 per karung, sudah agak menurun sedikit. jenis beras medium. Yang naik sudah menurun semua, cuma harganya belum normal,&amp;rdquo; paparnya.
Sebelumnya, Presiden RI Jokowi memastikan bahwa pasokan beras di Pasar Induk Beras Cipinang di Jakarta Timur telah cukup, sehingga siap untuk didistribusikan. Jokowi menyebut kenaikan harga beras terjadi karena masa panen yang terlambat ke sejumlah pasar induk, termasuk adanya gangguan distribusi.
&amp;ldquo;Saya datang di Pasar Induk Cipinang ini untuk memastikan bahwa stok beras di sini ada karena dari sinilah didistribusikan ke ritel, ke super market, ke daerah, dari Pasar Induk Cipinang ini sehingga saya ingin pastikan beras yang ada di sini ada, tersedia, jumlahnya cukup, dan saya melihat melimpah,&amp;rdquo; kata Presiden.</content:encoded></item></channel></rss>
