<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Fakta RI Impor Beras di Awal Tahun</title><description>Pemerintah Indonesia mengimpor beras sebanyak 443 Ribu Ton di Januari 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/18/320/2971333/3-fakta-ri-impor-beras-di-awal-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/18/320/2971333/3-fakta-ri-impor-beras-di-awal-tahun"/><item><title>3 Fakta RI Impor Beras di Awal Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/18/320/2971333/3-fakta-ri-impor-beras-di-awal-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/18/320/2971333/3-fakta-ri-impor-beras-di-awal-tahun</guid><pubDate>Minggu 18 Februari 2024 05:09 WIB</pubDate><dc:creator>Fadila Nur Hasan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/16/320/2971333/3-fakta-ri-impor-beras-di-awal-tahun-7NJ9jrIkFl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI impor beras di Januari 2024 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/16/320/2971333/3-fakta-ri-impor-beras-di-awal-tahun-7NJ9jrIkFl.jpg</image><title>RI impor beras di Januari 2024 (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xNi8xLzE3NzMzNS81L3g4c3NpMHU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah Indonesia impor beras sebanyak 443 Ribu Ton di Januari 2024. Impor beras turun 16,73% secara bulanan, namun naik 135,12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sebelumnya Perum Bulog telah menargetkan untuk mengimpor 2 juta ton beras sepanjang 2024. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan pangan saat Ramadhan dan Lebaran, antisipasi kondisi sebelum panen raya, hingga menghadapi masa paceklik tahun ini.

BACA JUGA:
RI Impor Beras 443 Ribu Ton di Januari 2024, Terbanyak dari Thailand


Diperkirakan masa paceklik terjadi pada Juni, Juli, dan Oktober tahun ini. Sehingga, pasokan beras untuk program Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) atau operasi pasar harus tetap tersedia.
Berdasarkan Penelusuran Okezone, Minggu (18/2/2024), inilah 3 fakta RI impor beras sebagai berikut.

BACA JUGA:
BPS Catat Impor RI di Januari Turun 3,13% Menjadi USD18,51 Miliar


1. Impor Beras sebesar USD279,2 juta
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor beras Indonesia pada Januari 2024 tercatat sebesar USD279,2 juta.
&quot;Dapat kami sampaikan impor beras Januari 2024 senilai USD279,2 juta. Sebagai perbandingan, impor beras pada Januari 2023 tercatat USD118,7 juta,&quot; jelas Plt Kepala BPS Amalia Widyasanti dalam konferensi pers.
2. Impor dari Thailand
Amalia mengatakan, impor beras terbanyak berasal dari Thailand dengan  volume mencapai 237,64 ribu ton, dari Pakistan 129,78 ribu ton dan dari  Myanmar 41,64 ribu ton.
&quot;Dari Thailand senilai USD153 juta kemudian dari Pakistan senilai  USD79,3 juta dan ketiga dari Myanmar senilai USD23,98 juta. Pertumbuhan  nilai impor beras secara month to month turun sebesar 16,73% tapi secara  year on year naik sebesar 135,12%,&quot; tuturnya.
3. Ikuti arahan pemerintah
Amalia mengaku tidak dapat memprediksi pada bulan apa impor beras  meningkat tinggi. Sebab menurutnya hal itu tergantung kebijakan dari  pemerintah.
&quot;Tentunya impor beras ini kan tidak dilepas ke pasar tetapi  tergantung kepada kebijakan sehingga pola impornya tidak ada yang bisa  kita ketahui secara pasti tergantung dari kebijakan impor beras tersebut  yang ditetapkan oleh pemerintah,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xNi8xLzE3NzMzNS81L3g4c3NpMHU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah Indonesia impor beras sebanyak 443 Ribu Ton di Januari 2024. Impor beras turun 16,73% secara bulanan, namun naik 135,12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sebelumnya Perum Bulog telah menargetkan untuk mengimpor 2 juta ton beras sepanjang 2024. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan pangan saat Ramadhan dan Lebaran, antisipasi kondisi sebelum panen raya, hingga menghadapi masa paceklik tahun ini.

BACA JUGA:
RI Impor Beras 443 Ribu Ton di Januari 2024, Terbanyak dari Thailand


Diperkirakan masa paceklik terjadi pada Juni, Juli, dan Oktober tahun ini. Sehingga, pasokan beras untuk program Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) atau operasi pasar harus tetap tersedia.
Berdasarkan Penelusuran Okezone, Minggu (18/2/2024), inilah 3 fakta RI impor beras sebagai berikut.

BACA JUGA:
BPS Catat Impor RI di Januari Turun 3,13% Menjadi USD18,51 Miliar


1. Impor Beras sebesar USD279,2 juta
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor beras Indonesia pada Januari 2024 tercatat sebesar USD279,2 juta.
&quot;Dapat kami sampaikan impor beras Januari 2024 senilai USD279,2 juta. Sebagai perbandingan, impor beras pada Januari 2023 tercatat USD118,7 juta,&quot; jelas Plt Kepala BPS Amalia Widyasanti dalam konferensi pers.
2. Impor dari Thailand
Amalia mengatakan, impor beras terbanyak berasal dari Thailand dengan  volume mencapai 237,64 ribu ton, dari Pakistan 129,78 ribu ton dan dari  Myanmar 41,64 ribu ton.
&quot;Dari Thailand senilai USD153 juta kemudian dari Pakistan senilai  USD79,3 juta dan ketiga dari Myanmar senilai USD23,98 juta. Pertumbuhan  nilai impor beras secara month to month turun sebesar 16,73% tapi secara  year on year naik sebesar 135,12%,&quot; tuturnya.
3. Ikuti arahan pemerintah
Amalia mengaku tidak dapat memprediksi pada bulan apa impor beras  meningkat tinggi. Sebab menurutnya hal itu tergantung kebijakan dari  pemerintah.
&quot;Tentunya impor beras ini kan tidak dilepas ke pasar tetapi  tergantung kepada kebijakan sehingga pola impornya tidak ada yang bisa  kita ketahui secara pasti tergantung dari kebijakan impor beras tersebut  yang ditetapkan oleh pemerintah,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
