<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Buka-bukaan Penyebab Harga Beras Naik</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan penyebab naiknya harga beras secara &amp;lsquo;gila-gilaan&amp;rsquo; di pasaran baik tradisional dan ritel modern</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/19/320/2972472/jokowi-buka-bukaan-penyebab-harga-beras-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/19/320/2972472/jokowi-buka-bukaan-penyebab-harga-beras-naik"/><item><title>Jokowi Buka-bukaan Penyebab Harga Beras Naik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/19/320/2972472/jokowi-buka-bukaan-penyebab-harga-beras-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/19/320/2972472/jokowi-buka-bukaan-penyebab-harga-beras-naik</guid><pubDate>Senin 19 Februari 2024 19:55 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/19/320/2972472/jokowi-buka-bukaan-penyebab-harga-beras-naik-L7ogaemIF7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi Soal Penyebab Harga Beras.s (Foto: Okezone.com/Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/19/320/2972472/jokowi-buka-bukaan-penyebab-harga-beras-naik-L7ogaemIF7.jpg</image><title>Jokowi Soal Penyebab Harga Beras.s (Foto: Okezone.com/Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan penyebab naiknya harga beras secara &amp;lsquo;gila-gilaan&amp;rsquo; di pasaran baik tradisional dan ritel modern. Menurutnya, kenaikan harga pangan pokok ini dipicu oleh gagal panen sejak 2023.
Presiden menjelaskan, gagal panen di sejumlah wilayah terjadi karena adanya El Nino. Sehingga fenomena tersebut berdampak buruk pada sektor pertanian di Tanah Air, salah satunya padi.

BACA JUGA:
Bansos Beras 10 Kg Dilanjutkan hingga Juni 2024, Sesuai Arahan Presiden&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dampak buruknya, jumlah produksi menjadi menurun. Sementara kebutuhan konsumsi masyarakat cenderung tetap atau bahkan mengalami peningkatan.
Kepala Negara juga menyebut kenaikan harga beras tidak saja terjadi di Indonesia, namun juga di banyak negara-negara.

BACA JUGA:
Pengusaha Makanan Minuman Pusing Keluhkan Mahalnya Harga Beras

&amp;ldquo;(Kenaikan harga) Disebabkan oleh adanya perubahan iklim, perubahan cuaca, sehingga banyak yang gagal panen padahal yang makan tetap, produksinya berkurang, sehingga harganya menjadi naik,&amp;rdquo; ujar Presiden di Kota Tangerang Selatan, Senin (19/2/2024).Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Presiden memastikan bantuan sosial (bansos) beras 10 kilogram (Kg) tetap digelontorkan pemerintah kepada 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Harapannya, bansos beras bisa meringankan masyarakat tak mampu.
&amp;ldquo;Bapak Ibu sekalian, kenapa pemerintah memberikan beras 10 kg setiap bulan kepada masyarakat? Karena harga beras di seluruh dunia saat ini mengalami kenaikan harga, tidak hanya di Indonesia saja. Dan pemerintah memberikan bantuan beras ini agar meringankan Bapak Ibu semuanya,&amp;rdquo; paparnya.
Presiden memang hadir langsung dalam kegiatan penyaluran bantuan pangan beras di Kota Tangerang Selatan Senin siang tadi. Dia menegaskan bahwa program beras ini merupakan salah satu solusi dalam menghadapi situasi beras tengah mengalami fluktuasi harga.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan penyebab naiknya harga beras secara &amp;lsquo;gila-gilaan&amp;rsquo; di pasaran baik tradisional dan ritel modern. Menurutnya, kenaikan harga pangan pokok ini dipicu oleh gagal panen sejak 2023.
Presiden menjelaskan, gagal panen di sejumlah wilayah terjadi karena adanya El Nino. Sehingga fenomena tersebut berdampak buruk pada sektor pertanian di Tanah Air, salah satunya padi.

BACA JUGA:
Bansos Beras 10 Kg Dilanjutkan hingga Juni 2024, Sesuai Arahan Presiden&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Dampak buruknya, jumlah produksi menjadi menurun. Sementara kebutuhan konsumsi masyarakat cenderung tetap atau bahkan mengalami peningkatan.
Kepala Negara juga menyebut kenaikan harga beras tidak saja terjadi di Indonesia, namun juga di banyak negara-negara.

BACA JUGA:
Pengusaha Makanan Minuman Pusing Keluhkan Mahalnya Harga Beras

&amp;ldquo;(Kenaikan harga) Disebabkan oleh adanya perubahan iklim, perubahan cuaca, sehingga banyak yang gagal panen padahal yang makan tetap, produksinya berkurang, sehingga harganya menjadi naik,&amp;rdquo; ujar Presiden di Kota Tangerang Selatan, Senin (19/2/2024).Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Presiden memastikan bantuan sosial (bansos) beras 10 kilogram (Kg) tetap digelontorkan pemerintah kepada 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Harapannya, bansos beras bisa meringankan masyarakat tak mampu.
&amp;ldquo;Bapak Ibu sekalian, kenapa pemerintah memberikan beras 10 kg setiap bulan kepada masyarakat? Karena harga beras di seluruh dunia saat ini mengalami kenaikan harga, tidak hanya di Indonesia saja. Dan pemerintah memberikan bantuan beras ini agar meringankan Bapak Ibu semuanya,&amp;rdquo; paparnya.
Presiden memang hadir langsung dalam kegiatan penyaluran bantuan pangan beras di Kota Tangerang Selatan Senin siang tadi. Dia menegaskan bahwa program beras ini merupakan salah satu solusi dalam menghadapi situasi beras tengah mengalami fluktuasi harga.</content:encoded></item></channel></rss>
