<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BUMN Garap Food Estate 2 Juta Hektare di Papua Selatan</title><description>Perusahaan BUMN bakal membangun Food Estate di Merauke, Papua Selatan. Lahan garapan perseroan mencapai 2 juta hektare (ha).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/20/320/2972662/bumn-garap-food-estate-2-juta-hektare-di-papua-selatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/20/320/2972662/bumn-garap-food-estate-2-juta-hektare-di-papua-selatan"/><item><title>BUMN Garap Food Estate 2 Juta Hektare di Papua Selatan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/20/320/2972662/bumn-garap-food-estate-2-juta-hektare-di-papua-selatan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/20/320/2972662/bumn-garap-food-estate-2-juta-hektare-di-papua-selatan</guid><pubDate>Selasa 20 Februari 2024 10:40 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/20/320/2972662/bumn-garap-food-estate-2-juta-hektare-di-papua-selatan-tHQAQaScEI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BUMN garap food estate di Papua (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/20/320/2972662/bumn-garap-food-estate-2-juta-hektare-di-papua-selatan-tHQAQaScEI.jpg</image><title>BUMN garap food estate di Papua (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMS8xLzE3Njc5OC81L3g4cnpuMDI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Perusahaan BUMN bakal membangun Food Estate di Merauke, Papua Selatan. Lahan garapan perseroan mencapai 2 juta hektare (ha).
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko, mengatakan pada tahap awal pembangunan Food Estate, luas lahan yang digarap perseroan baru seluas 60.000 hektare. Nantinya, diperuntukkan penanaman tebu sebagai bahan baku produksi bioetanol.

BACA JUGA:
Kementan Klaim Food Estate Gunung Mas Sudah Panen Jagung hingga Padi


Menurutnya, pemerintah tengah membidik sejumlah regulasi baru terkait dengan mega proyek lumbung pangan di kawasan Timur Indonesia tersebut.
&amp;ldquo;Ya, jadi kan Papua Selatan, kami kan sedang membangun Food Estate ya, jadi kami saat ini kan sedang menyelesaikan nanti berbagai regulasi terkait dengan Food Estate di Papua yang sudah diputuskan nanti,&amp;rdquo; ujar Tiko, Selasa (20/2/2024).
&amp;ldquo;Di akhir nanti akan ada 2 juta hektare, tapi di awal ini baru 60.000 hektare dulu, untuk nantinya itu kawasan pembangunan tebu dan bioetanol,&amp;rdquo; paparnya.

BACA JUGA:
Bertemu Ribuan Petani Lampung, Mahfud: Ketahanan Pangan Nasional Jangan Gagal Seperti Food Estate!


Terkait waktu pelaksanaannya, ditargetkan proses penanaman tebu mulai dilakukan pada April atau Mei 2024. Tiko menyebut, proyek Food Estate tidaklah mudah karena butuh waktu 1-2 tahun untuk menyesuaikan antara bibit dengan tanahnya.
&amp;ldquo;Kami sedang percepat, harapan kami nanti bulan April atau Mei kita mulai tanam, tapi nanti saya ingatkan juga ke teman-teman bahwa membangun food estate ini nggak mudah ya, karena kita mesti butuh waktu 1-2 tahun untuk menyesuaikan dulu antara bibit dengan tanahnya,&amp;rdquo; beber dia.
Tak hanya dimanfaatkan sebagai bahan baku bioetanol, pemerintah juga  menargetkan Food Estate di Merauke, Papua Selatan, bisa meningkatkan  kemandirian atau swasembada pangan nasional, khususnya produksi gula.
&amp;ldquo;Ya, kita harapkan ini memang proyek jangka panjang, nanti diharapkan  juga pemerintah selanjutnya melanjutkan untuk nanti, ini kemandirian  pangan untuk produksi gula Indonesia, supaya bisa mencapai swasembada,&amp;rdquo;  ucapnya.
&amp;ldquo;Tapi juga nanti meningkatkan produksi bioetanol, supaya nanti makin  banyak pengguna bioetanol untuk menurunkan emisi bahan bakar kita,&amp;rdquo;  lanjut Tiko.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMS8xLzE3Njc5OC81L3g4cnpuMDI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Perusahaan BUMN bakal membangun Food Estate di Merauke, Papua Selatan. Lahan garapan perseroan mencapai 2 juta hektare (ha).
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko, mengatakan pada tahap awal pembangunan Food Estate, luas lahan yang digarap perseroan baru seluas 60.000 hektare. Nantinya, diperuntukkan penanaman tebu sebagai bahan baku produksi bioetanol.

BACA JUGA:
Kementan Klaim Food Estate Gunung Mas Sudah Panen Jagung hingga Padi


Menurutnya, pemerintah tengah membidik sejumlah regulasi baru terkait dengan mega proyek lumbung pangan di kawasan Timur Indonesia tersebut.
&amp;ldquo;Ya, jadi kan Papua Selatan, kami kan sedang membangun Food Estate ya, jadi kami saat ini kan sedang menyelesaikan nanti berbagai regulasi terkait dengan Food Estate di Papua yang sudah diputuskan nanti,&amp;rdquo; ujar Tiko, Selasa (20/2/2024).
&amp;ldquo;Di akhir nanti akan ada 2 juta hektare, tapi di awal ini baru 60.000 hektare dulu, untuk nantinya itu kawasan pembangunan tebu dan bioetanol,&amp;rdquo; paparnya.

BACA JUGA:
Bertemu Ribuan Petani Lampung, Mahfud: Ketahanan Pangan Nasional Jangan Gagal Seperti Food Estate!


Terkait waktu pelaksanaannya, ditargetkan proses penanaman tebu mulai dilakukan pada April atau Mei 2024. Tiko menyebut, proyek Food Estate tidaklah mudah karena butuh waktu 1-2 tahun untuk menyesuaikan antara bibit dengan tanahnya.
&amp;ldquo;Kami sedang percepat, harapan kami nanti bulan April atau Mei kita mulai tanam, tapi nanti saya ingatkan juga ke teman-teman bahwa membangun food estate ini nggak mudah ya, karena kita mesti butuh waktu 1-2 tahun untuk menyesuaikan dulu antara bibit dengan tanahnya,&amp;rdquo; beber dia.
Tak hanya dimanfaatkan sebagai bahan baku bioetanol, pemerintah juga  menargetkan Food Estate di Merauke, Papua Selatan, bisa meningkatkan  kemandirian atau swasembada pangan nasional, khususnya produksi gula.
&amp;ldquo;Ya, kita harapkan ini memang proyek jangka panjang, nanti diharapkan  juga pemerintah selanjutnya melanjutkan untuk nanti, ini kemandirian  pangan untuk produksi gula Indonesia, supaya bisa mencapai swasembada,&amp;rdquo;  ucapnya.
&amp;ldquo;Tapi juga nanti meningkatkan produksi bioetanol, supaya nanti makin  banyak pengguna bioetanol untuk menurunkan emisi bahan bakar kita,&amp;rdquo;  lanjut Tiko.</content:encoded></item></channel></rss>
