<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenaikan Tarif Tol Belum Tepat di Tengah Lonjakan Harga Pangan</title><description>Kenaikan tarif dinilai belum tepat di tengah lonjakan harga pangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/20/320/2972742/kenaikan-tarif-tol-belum-tepat-di-tengah-lonjakan-harga-pangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/20/320/2972742/kenaikan-tarif-tol-belum-tepat-di-tengah-lonjakan-harga-pangan"/><item><title>Kenaikan Tarif Tol Belum Tepat di Tengah Lonjakan Harga Pangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/20/320/2972742/kenaikan-tarif-tol-belum-tepat-di-tengah-lonjakan-harga-pangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/20/320/2972742/kenaikan-tarif-tol-belum-tepat-di-tengah-lonjakan-harga-pangan</guid><pubDate>Selasa 20 Februari 2024 12:43 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/20/320/2972742/kenaikan-tarif-tol-belum-tepat-di-tengah-lonjakan-harga-pangan-APVeVPPoTO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kenaikan tarif tol dinilai tidak tepat (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/20/320/2972742/kenaikan-tarif-tol-belum-tepat-di-tengah-lonjakan-harga-pangan-APVeVPPoTO.jpg</image><title>Kenaikan tarif tol dinilai tidak tepat (Foto: Antara)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xMi8xLzE3NzE3Ni81L3g4c2s4eWU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Kenaikan tarif dinilai belum tepat di tengah lonjakan harga pangan. Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menilai kenaikan tarif tol ini tentu bakal berdampak pada peningkatan biaya logistik. Hal tersebut tentunya akan direspons dengan adanya kenaikan harga barang di pasar.

BACA JUGA:
Segini Kenaikan Tarif Tol Serpong-Cinere yang Berlaku 21 Februari 2024


&quot;Saya rasa ini memang harus diperhatikan momennya, harusnya kenaikan setelah lebaran, ini kondisi masyarakat masih dihadapkan oleh harga - harga yang terus merangkak naik, di satu sisi menghadapi lebaran, tentu pengeluaran tinggi sekali,&quot; ujar Trubus dalam Market Review IDXChannel, Selasa (20/2/2024).
Menurutnya, kenaikan tarif tol setiap dua tahun sekali merupakan instrumen kebijakan pemerintah untuk menjaga iklim investasi di jalan tol. Akan tetapi, peningkatan tarif tersebut dirasa perlu untuk melihat momentum hari besar keagamaan, hingga mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.

BACA JUGA:
Siap-Siap, Tarif Tol Jakarta-Cikampek dan MBZ Bakal Naik


Trubus menilai, rencana kenaikan beberapa ruas jalan tol hingga Bulan Maret mendatang akan melewati momentum puasa dan lebaran. Mengingat pada musim tersebut konsumsi masyarakat cenderung tinggi, kenaikan tarif tol tentu akan menambah beban. Menurutnya kenaikan tarif tol cocok diterapkan setelah musim lebaran.
&quot;Saya rasa ini memang harus diperhatikan momennya, harusnya kenaikan  setelah lebaran, ini kondisi masyarakat masih dihadapkan oleh harga  harga yang terus merangkak naik, di satu sisi menghadapi lebaran, tentu  pengeluaran tinggi sekali,&quot; tutupnya.
Sekedar informasi tambahan, setidaknya ada 4 ruas tol yang dalam  waktu dekat mengalami kenaikan. Seperti Jalan Tol Jakarta - Cikampek,  Jalan Tol Layang MBZ, Jalan Tol Serpong - Cinere, dan Jalan Tol Jombang -  Mojokerto.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xMi8xLzE3NzE3Ni81L3g4c2s4eWU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Kenaikan tarif dinilai belum tepat di tengah lonjakan harga pangan. Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menilai kenaikan tarif tol ini tentu bakal berdampak pada peningkatan biaya logistik. Hal tersebut tentunya akan direspons dengan adanya kenaikan harga barang di pasar.

BACA JUGA:
Segini Kenaikan Tarif Tol Serpong-Cinere yang Berlaku 21 Februari 2024


&quot;Saya rasa ini memang harus diperhatikan momennya, harusnya kenaikan setelah lebaran, ini kondisi masyarakat masih dihadapkan oleh harga - harga yang terus merangkak naik, di satu sisi menghadapi lebaran, tentu pengeluaran tinggi sekali,&quot; ujar Trubus dalam Market Review IDXChannel, Selasa (20/2/2024).
Menurutnya, kenaikan tarif tol setiap dua tahun sekali merupakan instrumen kebijakan pemerintah untuk menjaga iklim investasi di jalan tol. Akan tetapi, peningkatan tarif tersebut dirasa perlu untuk melihat momentum hari besar keagamaan, hingga mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.

BACA JUGA:
Siap-Siap, Tarif Tol Jakarta-Cikampek dan MBZ Bakal Naik


Trubus menilai, rencana kenaikan beberapa ruas jalan tol hingga Bulan Maret mendatang akan melewati momentum puasa dan lebaran. Mengingat pada musim tersebut konsumsi masyarakat cenderung tinggi, kenaikan tarif tol tentu akan menambah beban. Menurutnya kenaikan tarif tol cocok diterapkan setelah musim lebaran.
&quot;Saya rasa ini memang harus diperhatikan momennya, harusnya kenaikan  setelah lebaran, ini kondisi masyarakat masih dihadapkan oleh harga  harga yang terus merangkak naik, di satu sisi menghadapi lebaran, tentu  pengeluaran tinggi sekali,&quot; tutupnya.
Sekedar informasi tambahan, setidaknya ada 4 ruas tol yang dalam  waktu dekat mengalami kenaikan. Seperti Jalan Tol Jakarta - Cikampek,  Jalan Tol Layang MBZ, Jalan Tol Serpong - Cinere, dan Jalan Tol Jombang -  Mojokerto.</content:encoded></item></channel></rss>
