<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketua OJK: Sektor Jasa Keuangan RI Tumbuh Positif di 2023</title><description>Mahendra Siregar menyatakan sektor jasa keuangan tumbuh positif ditopang struktur permodalan yang kuat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/20/320/2972827/ketua-ojk-sektor-jasa-keuangan-ri-tumbuh-positif-di-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/20/320/2972827/ketua-ojk-sektor-jasa-keuangan-ri-tumbuh-positif-di-2023"/><item><title>Ketua OJK: Sektor Jasa Keuangan RI Tumbuh Positif di 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/20/320/2972827/ketua-ojk-sektor-jasa-keuangan-ri-tumbuh-positif-di-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/20/320/2972827/ketua-ojk-sektor-jasa-keuangan-ri-tumbuh-positif-di-2023</guid><pubDate>Selasa 20 Februari 2024 14:51 WIB</pubDate><dc:creator>Pika Piqhaniah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/20/320/2972827/ketua-ojk-sektor-jasa-keuangan-ri-tumbuh-positif-di-2023-ACeNBvUnbq.PNG" expression="full" type="image/jpeg">Ketua OJK Mahendra Siregar soal sektor Jasa Keuangan (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/20/320/2972827/ketua-ojk-sektor-jasa-keuangan-ri-tumbuh-positif-di-2023-ACeNBvUnbq.PNG</image><title>Ketua OJK Mahendra Siregar soal sektor Jasa Keuangan (Foto: Antara)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8zMC8xLzE3NjcxNi81L3g4cng3N3Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyatakan sektor jasa keuangan tumbuh positif ditopang struktur permodalan yang kuat.
&quot;Sejalan dengan positifnya kinerja perekonomian Indonesia di tahun 2023, sektor jasa keuangan tumbuh positif ditopang oleh struktur permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, dan profil risiko yang terjaga,&quot; kata Mahendra dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2024 dikutip Antara, Selasa (20/2/2024).

BACA JUGA:
Dugaan Pelanggaran, OJK Pantau Ketat Investree

Dari aspek intermediasi, Mahendra menuturkan kredit dan piutang pembiayaan tumbuh double digit dengan risiko kredit yang relatif terkendali. Kredit perbankan sepanjang 2023 tumbuh 10,38 persen secara year on year (yoy).
Sementara itu penghimpunan dana di pasar modal berhasil melampaui target Rp200 triliun dengan jumlah emiten baru mencetak rekor tertinggi dibandingkan negara-negara kawasan.

BACA JUGA:
OJK-BEI Bakal Bikin Aturan Liquidity Provider bagi Saham

&quot;Minat berinvestasi di pasar modal terus tumbuh dengan jumlah investor bertumbuh lima kali lipat dalam empat tahun terakhir,&quot; tuturnya.Jumlah investor di pasar modal Indonesia tumbuh 17,6 persen year on year (yoy) menjadi 12,1 juta per 20 Desember 2023 dari tahun 2022 yang tercatat 10,3 juta investor.
Berdasarkan demografi, per 20 Desember 2023 investor pasar modal didominasi oleh 62,33 persen laki-laki, 56,47 persen usia di bawah 30 tahun, serta 68,14 persen berdomisili di Pulau Jawa.
Di sisi lain, di tengah normalisasi kebijakan moneter yang terus berlanjut serta tekanan terhadap arus investasi, likuiditas sektor jasa keuangan terjaga, berada di atas ambang ketentuan walaupun pengaruhnya telah terlihat dengan pertumbuhan dana pihak ketiga yang termoderasi.
Solvabilitas industri jasa keuangan juga terpantau solid baik di sektor perbankan, perusahaan pembiayaan maupun asuransi dan dana pensiun. Bahkan sektor perbankan mencatat Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal sebesar 27,65 persen di atas negara-negara kawasan.
Kredit restrukturisasi Covid-19 terus turun mencerminkan sektor riil sudah bangkit. Jumlah kredit restrukturisasi Covid-19 berkurang menjadi sebesar Rp285,32 triliun pada November 2023.
&quot;Kami yakin transisi menuju normalisasi akan berjalan baik didukung dengan kecukupan pencadangan yang telah dibentuk selama ini,&quot; tuturnya.
Pencapaian-pencapaian tersebut berkat dukungan dari industri dan sinergi yang semakin baik antar otoritas sektor keuangan yaitu OJK, Kementerian keuangan, Bank Indonesia dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8zMC8xLzE3NjcxNi81L3g4cng3N3Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyatakan sektor jasa keuangan tumbuh positif ditopang struktur permodalan yang kuat.
&quot;Sejalan dengan positifnya kinerja perekonomian Indonesia di tahun 2023, sektor jasa keuangan tumbuh positif ditopang oleh struktur permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, dan profil risiko yang terjaga,&quot; kata Mahendra dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2024 dikutip Antara, Selasa (20/2/2024).

BACA JUGA:
Dugaan Pelanggaran, OJK Pantau Ketat Investree

Dari aspek intermediasi, Mahendra menuturkan kredit dan piutang pembiayaan tumbuh double digit dengan risiko kredit yang relatif terkendali. Kredit perbankan sepanjang 2023 tumbuh 10,38 persen secara year on year (yoy).
Sementara itu penghimpunan dana di pasar modal berhasil melampaui target Rp200 triliun dengan jumlah emiten baru mencetak rekor tertinggi dibandingkan negara-negara kawasan.

BACA JUGA:
OJK-BEI Bakal Bikin Aturan Liquidity Provider bagi Saham

&quot;Minat berinvestasi di pasar modal terus tumbuh dengan jumlah investor bertumbuh lima kali lipat dalam empat tahun terakhir,&quot; tuturnya.Jumlah investor di pasar modal Indonesia tumbuh 17,6 persen year on year (yoy) menjadi 12,1 juta per 20 Desember 2023 dari tahun 2022 yang tercatat 10,3 juta investor.
Berdasarkan demografi, per 20 Desember 2023 investor pasar modal didominasi oleh 62,33 persen laki-laki, 56,47 persen usia di bawah 30 tahun, serta 68,14 persen berdomisili di Pulau Jawa.
Di sisi lain, di tengah normalisasi kebijakan moneter yang terus berlanjut serta tekanan terhadap arus investasi, likuiditas sektor jasa keuangan terjaga, berada di atas ambang ketentuan walaupun pengaruhnya telah terlihat dengan pertumbuhan dana pihak ketiga yang termoderasi.
Solvabilitas industri jasa keuangan juga terpantau solid baik di sektor perbankan, perusahaan pembiayaan maupun asuransi dan dana pensiun. Bahkan sektor perbankan mencatat Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal sebesar 27,65 persen di atas negara-negara kawasan.
Kredit restrukturisasi Covid-19 terus turun mencerminkan sektor riil sudah bangkit. Jumlah kredit restrukturisasi Covid-19 berkurang menjadi sebesar Rp285,32 triliun pada November 2023.
&quot;Kami yakin transisi menuju normalisasi akan berjalan baik didukung dengan kecukupan pencadangan yang telah dibentuk selama ini,&quot; tuturnya.
Pencapaian-pencapaian tersebut berkat dukungan dari industri dan sinergi yang semakin baik antar otoritas sektor keuangan yaitu OJK, Kementerian keuangan, Bank Indonesia dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).</content:encoded></item></channel></rss>
