<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Blok Migas Belum Laku, Ini Penyebabnya</title><description>ESDM mencatat ada lima wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi yang belum laku</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/20/320/2972828/5-blok-migas-belum-laku-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/20/320/2972828/5-blok-migas-belum-laku-ini-penyebabnya"/><item><title>5 Blok Migas Belum Laku, Ini Penyebabnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/20/320/2972828/5-blok-migas-belum-laku-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/20/320/2972828/5-blok-migas-belum-laku-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Selasa 20 Februari 2024 14:51 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/20/320/2972828/5-blok-migas-belum-laku-ini-penyebabnya-8v1A07GNLA.jfif" expression="full" type="image/jpeg">5 Sumur Migas Belum Laku. (Foto: Okezone.com/Feby) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/20/320/2972828/5-blok-migas-belum-laku-ini-penyebabnya-8v1A07GNLA.jfif</image><title>5 Sumur Migas Belum Laku. (Foto: Okezone.com/Feby) </title></images><description>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat ada lima wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi yang belum laku. Kelima blok migas tersebut di antaranya Panai, Patin, Natuna D-Alpha, Akimeugah I dan Akimeugah II.
Padahal, potensi di Natuna D-Alpha digadang-gadang mencapai 46 trilion cubic feet (TCF) atau 2,5 kali dari Blok Masela. Kemudian adapula Akimeugah I dan Akimeugah II yang tadinya bernama Blok Warim, yang juga disebut kategori giant atau raksasa.

BACA JUGA:
Resmi! Petronas Garap Harta Karun Migas di Papua Barat

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Tutuka Ariadj mengatakan, alasan belum lakunya Akimeugah I dan II karena dihadapkan pada masalah infrastruktur yang memang belum bagus. Sementara untuk Natuna D-Alpha karena tantangan kandungan CO2 yang tinggi.
&quot;Kalau Akimeugah iya (medan berat), infrastruktur belum bagus. Kalau Natuna masalah CO2 yang sangat tinggi,&quot; jelasnya ketika ditemui di Perkantoran Lemigas, Jakarta, Selasa (20/2/2024).

BACA JUGA:
Pertamina Genjot Produksi Migas di Blok Rokan

Dikatakan Tutuka, oleh karena itu untuk blok yang belum laku ini ditetapkan menjadi WK Available dan akan ditawarkan ke investor dengan mekanisme joint study. Katanya, pihaknya pun akan terbuka kepada siapapun pihak yang berminat.
&quot;Siapa aja, Pertamina kan kalau dia merasa sudah terlalu banyak dan tidak mau ini, kita terbuka siapapun boleh. Siapa yang bersedia boleh, kan tantangannya beda,&quot; tuturnya.Bahkan Tutuka mengatakan, pihaknya juga akan memberi insentif bagi mereka yang mau masuk ke Blok Warim.
&quot;Ada (insentif), kalau warim iya. Kita akan duduk bareng dengan yang berminat, kira-kira ekonomisnya bagaimana, kita serius akan hal itu,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat ada lima wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi yang belum laku. Kelima blok migas tersebut di antaranya Panai, Patin, Natuna D-Alpha, Akimeugah I dan Akimeugah II.
Padahal, potensi di Natuna D-Alpha digadang-gadang mencapai 46 trilion cubic feet (TCF) atau 2,5 kali dari Blok Masela. Kemudian adapula Akimeugah I dan Akimeugah II yang tadinya bernama Blok Warim, yang juga disebut kategori giant atau raksasa.

BACA JUGA:
Resmi! Petronas Garap Harta Karun Migas di Papua Barat

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Tutuka Ariadj mengatakan, alasan belum lakunya Akimeugah I dan II karena dihadapkan pada masalah infrastruktur yang memang belum bagus. Sementara untuk Natuna D-Alpha karena tantangan kandungan CO2 yang tinggi.
&quot;Kalau Akimeugah iya (medan berat), infrastruktur belum bagus. Kalau Natuna masalah CO2 yang sangat tinggi,&quot; jelasnya ketika ditemui di Perkantoran Lemigas, Jakarta, Selasa (20/2/2024).

BACA JUGA:
Pertamina Genjot Produksi Migas di Blok Rokan

Dikatakan Tutuka, oleh karena itu untuk blok yang belum laku ini ditetapkan menjadi WK Available dan akan ditawarkan ke investor dengan mekanisme joint study. Katanya, pihaknya pun akan terbuka kepada siapapun pihak yang berminat.
&quot;Siapa aja, Pertamina kan kalau dia merasa sudah terlalu banyak dan tidak mau ini, kita terbuka siapapun boleh. Siapa yang bersedia boleh, kan tantangannya beda,&quot; tuturnya.Bahkan Tutuka mengatakan, pihaknya juga akan memberi insentif bagi mereka yang mau masuk ke Blok Warim.
&quot;Ada (insentif), kalau warim iya. Kita akan duduk bareng dengan yang berminat, kira-kira ekonomisnya bagaimana, kita serius akan hal itu,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
