<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK: Belum Ada BUMN Masuk Pipeline IPO</title><description>OJK menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada perusahaan BUMN di dalam pipeline penawaran umum perdana saham.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/21/278/2973400/ojk-belum-ada-bumn-masuk-pipeline-ipo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/21/278/2973400/ojk-belum-ada-bumn-masuk-pipeline-ipo"/><item><title>OJK: Belum Ada BUMN Masuk Pipeline IPO</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/21/278/2973400/ojk-belum-ada-bumn-masuk-pipeline-ipo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/21/278/2973400/ojk-belum-ada-bumn-masuk-pipeline-ipo</guid><pubDate>Rabu 21 Februari 2024 15:51 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/21/278/2973400/ojk-belum-ada-bumn-masuk-pipeline-ipo-HVTE5B1Itv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IPO Bei (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/21/278/2973400/ojk-belum-ada-bumn-masuk-pipeline-ipo-HVTE5B1Itv.jpg</image><title>IPO Bei (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMi8xLzE3NjgxNS81L3g4czB6Ymc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan  bahwa hingga saat ini belum ada perusahaan BUMN di dalam pipeline penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
&amp;ldquo;Untuk tahun 2024 ini, belum ada kelompok usaha BUMN atau anak usaha BUMN yang masuk dalam pipeline,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/2/2024).

BACA JUGA:
Bangkrut, OJK Cabut Izin Usaha Perumda BPR Bank Purworejo

Kendati demikian, OJK optimistis kinerja penghimpunan dana di pasar modal akan stabil dan bahkan lebih baik dari tahun 2023. OJK juga yakin target penghimpunan dana tahun 2024 sebesar Rp200 triliun akan tercapai.

BACA JUGA:
Merger BTN Syariah-Bank Muamalat, OJK: Cukup Menarik

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut belum ada perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan melantai di bursa hingga saat ini. Sebagai informasi, saat ini terdapat 24 perusahaan dalam pipeline IPO.&amp;ldquo;Saat ini belum ada BUMN di pipeline. Kami harap dari BUMN dan anak BUMN juga dapat tercatat di pasar modal,&amp;rdquo; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna kepada wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (15/2/2024).
Menurut Nyoman, IPO BUMN tergantung dari kesiapan perusahaan dan anak usahanya. Bursa dalam hal ini terus mendukung dan melakukan edukasi terkait IPO. Hal itu disebut bisa meningkatkan kesiapan perusahaan BUMN dan anak usahanya untuk masuk ke pasar modal.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8wMi8xLzE3NjgxNS81L3g4czB6Ymc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan  bahwa hingga saat ini belum ada perusahaan BUMN di dalam pipeline penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
&amp;ldquo;Untuk tahun 2024 ini, belum ada kelompok usaha BUMN atau anak usaha BUMN yang masuk dalam pipeline,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/2/2024).

BACA JUGA:
Bangkrut, OJK Cabut Izin Usaha Perumda BPR Bank Purworejo

Kendati demikian, OJK optimistis kinerja penghimpunan dana di pasar modal akan stabil dan bahkan lebih baik dari tahun 2023. OJK juga yakin target penghimpunan dana tahun 2024 sebesar Rp200 triliun akan tercapai.

BACA JUGA:
Merger BTN Syariah-Bank Muamalat, OJK: Cukup Menarik

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut belum ada perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan melantai di bursa hingga saat ini. Sebagai informasi, saat ini terdapat 24 perusahaan dalam pipeline IPO.&amp;ldquo;Saat ini belum ada BUMN di pipeline. Kami harap dari BUMN dan anak BUMN juga dapat tercatat di pasar modal,&amp;rdquo; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna kepada wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (15/2/2024).
Menurut Nyoman, IPO BUMN tergantung dari kesiapan perusahaan dan anak usahanya. Bursa dalam hal ini terus mendukung dan melakukan edukasi terkait IPO. Hal itu disebut bisa meningkatkan kesiapan perusahaan BUMN dan anak usahanya untuk masuk ke pasar modal.</content:encoded></item></channel></rss>
