<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga BBM Non Subsidi Bakal Naik Usai Pemilu 2024? Ini Penjelasan Shell</title><description>Kementerian ESDM telah memberikan sinyal kenaikan harga BBM non subsidi usai penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) 2204.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/21/320/2973150/harga-bbm-non-subsidi-bakal-naik-usai-pemilu-2024-ini-penjelasan-shell</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/21/320/2973150/harga-bbm-non-subsidi-bakal-naik-usai-pemilu-2024-ini-penjelasan-shell"/><item><title>Harga BBM Non Subsidi Bakal Naik Usai Pemilu 2024? Ini Penjelasan Shell</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/21/320/2973150/harga-bbm-non-subsidi-bakal-naik-usai-pemilu-2024-ini-penjelasan-shell</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/21/320/2973150/harga-bbm-non-subsidi-bakal-naik-usai-pemilu-2024-ini-penjelasan-shell</guid><pubDate>Rabu 21 Februari 2024 08:58 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/21/320/2973150/harga-bbm-non-subsidi-bakal-naik-usai-pemilu-2024-ini-penjelasan-shell-oeeRwADyxF.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Harga BBM non subsidi bakal naik (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/21/320/2973150/harga-bbm-non-subsidi-bakal-naik-usai-pemilu-2024-ini-penjelasan-shell-oeeRwADyxF.jpeg</image><title>Harga BBM non subsidi bakal naik (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yOS8xLzE3NjY0Ny81L3g4cnZlamc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian ESDM telah memberikan sinyal kenaikan harga BBM non subsidi usai penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) 2204. Hal itu lantaran harga minyak dunia yang terus mengalami kenaikan imbas konflik di Timur Tengah.

BACA JUGA:
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Seluruh SPBU Indonesia


Merespons hal itu, VP Corporate Relations Shell Indonesia Susi Hutapea menjelaskan bahwa pihaknya melakukan penyesuaian harga BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) secara berkala dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti produk minyak olahan berdasarkan MOPS (Mean of Platts Singapore), kondisi dan volatilitas pasar, nilai tukar mata uang asing, pajak pemerintah dan bea cukai, biaya distribusi, biaya operasional, kinerja perusahaan, dan aktivitas promosi yang sedang dilakukan.
&quot;Penyesuaian harga BBM yang kami lakukan sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku mengenai harga jual BBM,&quot; jelas Susi ketika dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (20/2/2024).

BACA JUGA:
Ada Sinyal Harga BBM Non Subsidi Naik Usai Pemilu 2024


Seperti diketahui, Shell memang telah memutuskan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 Februari 2024 lalu.
Dilansir dari laman resmi Shell, berikut harga BBM yang berlaku mulai Kamis (1/2/2024).
Harga Shell Super atau BBM bernilai oktan 92 (RON 92) yang sebelumnya  Rp13.390 kini naik Rp150 per liter menjadi Rp13.540 per liter di  Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Untuk harga Shell V-Power (RON 95) bahkan naik Rp200 per liter  menjadi Rp14.380 per liter. Harga tersebut berlalu di SPBU Shell  wilayah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Banten, sedangkan di  Sumatera Utara Rp14.690 per liter.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yOS8xLzE3NjY0Ny81L3g4cnZlamc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian ESDM telah memberikan sinyal kenaikan harga BBM non subsidi usai penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) 2204. Hal itu lantaran harga minyak dunia yang terus mengalami kenaikan imbas konflik di Timur Tengah.

BACA JUGA:
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Seluruh SPBU Indonesia


Merespons hal itu, VP Corporate Relations Shell Indonesia Susi Hutapea menjelaskan bahwa pihaknya melakukan penyesuaian harga BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) secara berkala dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti produk minyak olahan berdasarkan MOPS (Mean of Platts Singapore), kondisi dan volatilitas pasar, nilai tukar mata uang asing, pajak pemerintah dan bea cukai, biaya distribusi, biaya operasional, kinerja perusahaan, dan aktivitas promosi yang sedang dilakukan.
&quot;Penyesuaian harga BBM yang kami lakukan sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku mengenai harga jual BBM,&quot; jelas Susi ketika dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (20/2/2024).

BACA JUGA:
Ada Sinyal Harga BBM Non Subsidi Naik Usai Pemilu 2024


Seperti diketahui, Shell memang telah memutuskan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 Februari 2024 lalu.
Dilansir dari laman resmi Shell, berikut harga BBM yang berlaku mulai Kamis (1/2/2024).
Harga Shell Super atau BBM bernilai oktan 92 (RON 92) yang sebelumnya  Rp13.390 kini naik Rp150 per liter menjadi Rp13.540 per liter di  Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Untuk harga Shell V-Power (RON 95) bahkan naik Rp200 per liter  menjadi Rp14.380 per liter. Harga tersebut berlalu di SPBU Shell  wilayah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Banten, sedangkan di  Sumatera Utara Rp14.690 per liter.</content:encoded></item></channel></rss>
