<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Laporan Belanja Pemerintah Habiskan Anggaran Rp3.325 Triliun</title><description>Pemerintah Indonesia menghabiskan anggaran sebanyak Rp3.325 triliun untuk belanja negara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/21/320/2973198/ini-laporan-belanja-pemerintah-habiskan-anggaran-rp3-325-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/21/320/2973198/ini-laporan-belanja-pemerintah-habiskan-anggaran-rp3-325-triliun"/><item><title>Ini Laporan Belanja Pemerintah Habiskan Anggaran Rp3.325 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/21/320/2973198/ini-laporan-belanja-pemerintah-habiskan-anggaran-rp3-325-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/21/320/2973198/ini-laporan-belanja-pemerintah-habiskan-anggaran-rp3-325-triliun</guid><pubDate>Rabu 21 Februari 2024 10:45 WIB</pubDate><dc:creator>Pika Piqhaniah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/21/320/2973198/ini-laporan-belanja-pemerintah-habiskan-anggaran-rp3-325-triliun-FedTJvOLzd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rincian penggunaan belanja negara dalam APBN (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/21/320/2973198/ini-laporan-belanja-pemerintah-habiskan-anggaran-rp3-325-triliun-FedTJvOLzd.jpg</image><title>Rincian penggunaan belanja negara dalam APBN (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xNi8xLzE3NzMzNS81L3g4c3NpMHU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah Indonesia menghabiskan anggaran sebanyak Rp3.325 triliun untuk belanja negara. Hal ini disampaikan oleh Direktorat Jenderal Anggaran mengenai anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk belanja negara bagi masyarakat.
Melansir akun resmi @ditjenanggaran, Rabu (21/2/2024), anggaran negara yang termasuk ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut dikeluarkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan di berbagai sektor.

BACA JUGA:
Mau Tambah Bansos Beras 10 Kg, Jokowi: Nanti Lihat APBN


&amp;ldquo;Mulai dari sekarang sudah sadar manfaat APBN kan? Jutaan orang mungkin tidak menyadari berbagai manfaat dari APBN yang merupakan #UangKita. Tercatat ada sebanyak 3.325 triliun rupiah yang dialokasikan pemerintah untuk belanja negara bagi masyarakat dan anda adalah salah satunya,&amp;rdquo; tulis akun @ditjenanggaran.

BACA JUGA:
Perbedaan APBN dan APBD serta Sumber Uangnya


Berikut adalah data anggaran negara yang dibelanjakan senilai Rp3.325 triliun.
Pendidikan: Rp225,1 triliun
Pelayanan Umum: Rp827,7 triliun
Agama: Rp11,8 triliun
Pertahanan: Rp139,1 triliun
Perlindungan Sosial: Rp270,2 triliun
Ekonomi: Rp664,2 triliun
Perlindungan Lingkungan Hidup: Rp14,1 triliun
Pariwisata: Rp3,4 triliun
Perumahan Dan Fasilitas Umum: Rp41,8 triliun
Kesehatan: Rp97,4 triliun
Ketertiban Dan Keamanan: Rp192,8 triliun
Sebagai informasi, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati  mengungkapkan bahwa ada pembahasan terkait sinkronisasi anggaran yang  akan dilakukan antara pemerintah saat ini dengan pemerintah selanjutnya.
&quot;Memang nanti kan tidak terhindarkan itu harus ada pembahasan antara  pemerintah sekarang dengan yang akan datang,&quot; kata Sri Mulyani pada 19  Februari 2024.
Selain itu, dia juga menyampaikan, sinkronisasi pemerintah merupakan sesuatu yang tidak bisa terhindarkan.
&quot;Tapi nanti memang kan tidak terhindarkan harus ada pembahasan antara pemerintah sekarang dengan yang akan datang,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xNi8xLzE3NzMzNS81L3g4c3NpMHU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah Indonesia menghabiskan anggaran sebanyak Rp3.325 triliun untuk belanja negara. Hal ini disampaikan oleh Direktorat Jenderal Anggaran mengenai anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk belanja negara bagi masyarakat.
Melansir akun resmi @ditjenanggaran, Rabu (21/2/2024), anggaran negara yang termasuk ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut dikeluarkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan di berbagai sektor.

BACA JUGA:
Mau Tambah Bansos Beras 10 Kg, Jokowi: Nanti Lihat APBN


&amp;ldquo;Mulai dari sekarang sudah sadar manfaat APBN kan? Jutaan orang mungkin tidak menyadari berbagai manfaat dari APBN yang merupakan #UangKita. Tercatat ada sebanyak 3.325 triliun rupiah yang dialokasikan pemerintah untuk belanja negara bagi masyarakat dan anda adalah salah satunya,&amp;rdquo; tulis akun @ditjenanggaran.

BACA JUGA:
Perbedaan APBN dan APBD serta Sumber Uangnya


Berikut adalah data anggaran negara yang dibelanjakan senilai Rp3.325 triliun.
Pendidikan: Rp225,1 triliun
Pelayanan Umum: Rp827,7 triliun
Agama: Rp11,8 triliun
Pertahanan: Rp139,1 triliun
Perlindungan Sosial: Rp270,2 triliun
Ekonomi: Rp664,2 triliun
Perlindungan Lingkungan Hidup: Rp14,1 triliun
Pariwisata: Rp3,4 triliun
Perumahan Dan Fasilitas Umum: Rp41,8 triliun
Kesehatan: Rp97,4 triliun
Ketertiban Dan Keamanan: Rp192,8 triliun
Sebagai informasi, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati  mengungkapkan bahwa ada pembahasan terkait sinkronisasi anggaran yang  akan dilakukan antara pemerintah saat ini dengan pemerintah selanjutnya.
&quot;Memang nanti kan tidak terhindarkan itu harus ada pembahasan antara  pemerintah sekarang dengan yang akan datang,&quot; kata Sri Mulyani pada 19  Februari 2024.
Selain itu, dia juga menyampaikan, sinkronisasi pemerintah merupakan sesuatu yang tidak bisa terhindarkan.
&quot;Tapi nanti memang kan tidak terhindarkan harus ada pembahasan antara pemerintah sekarang dengan yang akan datang,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
