<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Baru Awal 2024, Jokowi Sudah Tarik Utang Rp107,6 Triliun</title><description>Pemerintah sudah melakukan penarikan utang baru sebesar Rp107,6 triliun pada Januari 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/23/320/2974284/baru-awal-2024-jokowi-sudah-tarik-utang-rp107-6-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/23/320/2974284/baru-awal-2024-jokowi-sudah-tarik-utang-rp107-6-triliun"/><item><title>Baru Awal 2024, Jokowi Sudah Tarik Utang Rp107,6 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/23/320/2974284/baru-awal-2024-jokowi-sudah-tarik-utang-rp107-6-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/23/320/2974284/baru-awal-2024-jokowi-sudah-tarik-utang-rp107-6-triliun</guid><pubDate>Jum'at 23 Februari 2024 09:44 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/23/320/2974284/baru-awal-2024-jokowi-sudah-tarik-utang-rp107-6-triliun-FA7ghIkl5u.png" expression="full" type="image/jpeg">Baru Awal 2024, Jokowi Sudah Tarik Utang Rp107 Triliun (Foto: Tangkapan Layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/23/320/2974284/baru-awal-2024-jokowi-sudah-tarik-utang-rp107-6-triliun-FA7ghIkl5u.png</image><title>Baru Awal 2024, Jokowi Sudah Tarik Utang Rp107 Triliun (Foto: Tangkapan Layar)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah sudah melakukan penarikan utang baru sebesar Rp107,6 triliun pada Januari 2024. Penarikan utang baru ini setara 16,6% dari target APBN sebesar Rp648,1 triliun.

&quot;Pembayaran anggaran on track, kita telah melakukan realisasi pembiayaan sebesar Rp107,6 triliun di 2024 ini, khususnya di Januari,&quot; kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat konferensi pers APBNKITA edisi Februari 2024, Kamis (22/2/2024).

BACA JUGA:APBN Surplus Rp31,3 Triliun di Januari 2024, Sri Mulyani Bawa Kabar Gembira&amp;nbsp;


Realisasi penarikan utang juga tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi pembiayaan utang pada Januari 2022 yang saat itu sebesar Rp95,62 triliun

Suahasil menyebut pemerintah akan terus melakukan pemantauan atas dinamika pasar keuangan, sehingga penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) bisa dilakukan secara efisien dan bisa memitigasi seluruh risiko di tingkat global.

BACA JUGA:8 Fakta Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp6.350 Triliun&amp;nbsp;


&quot;Tentu kita akan terus melakukan pemantauan atas dinamika pasar keuangan supaya kita dalam menerbitkan SBN bisa terus betul-betul secara efisien dan mengantisipasi dan memitigasi seluruh risiko dari kondisi di tingkat global,&quot; ujarnya.

Kementerian Keuangan juga akan terus melakukan koordinasi dan sinergi dengan Bank Indonesia, serta pembiayaan dilakukan secara prudent dan fleksibel.



&amp;ldquo;Kalau kita mengatakan fleksibel, artinya pengadaan utang selalu kita pikirkan da&amp;#322;am konteks timing, kapan, besarannya, bentuk instrumennya, dan currency mix,&amp;rdquo; katanya.



Perlu diketahui, APBN 2024 hingga akhir Januari mencatatkan surplus sebesar Rp31,3 triliun atau 0,14% PDB, dengan keseimbangan primer tercatat positif sebesar Rp61,4 triliun.



Realisasi Belanja Negara mencapai Rp184,2 triliun atau 5,5 % pagu APBN. Dukungan APBN kepada APBD melalui Transfer ke Daerah (TKD) meningkat, di mana sampai dengan 31 Januari 2024 mencapai Rp87,8 triliun (10,2% dari pagu APBN).

</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah sudah melakukan penarikan utang baru sebesar Rp107,6 triliun pada Januari 2024. Penarikan utang baru ini setara 16,6% dari target APBN sebesar Rp648,1 triliun.

&quot;Pembayaran anggaran on track, kita telah melakukan realisasi pembiayaan sebesar Rp107,6 triliun di 2024 ini, khususnya di Januari,&quot; kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat konferensi pers APBNKITA edisi Februari 2024, Kamis (22/2/2024).

BACA JUGA:APBN Surplus Rp31,3 Triliun di Januari 2024, Sri Mulyani Bawa Kabar Gembira&amp;nbsp;


Realisasi penarikan utang juga tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi pembiayaan utang pada Januari 2022 yang saat itu sebesar Rp95,62 triliun

Suahasil menyebut pemerintah akan terus melakukan pemantauan atas dinamika pasar keuangan, sehingga penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) bisa dilakukan secara efisien dan bisa memitigasi seluruh risiko di tingkat global.

BACA JUGA:8 Fakta Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp6.350 Triliun&amp;nbsp;


&quot;Tentu kita akan terus melakukan pemantauan atas dinamika pasar keuangan supaya kita dalam menerbitkan SBN bisa terus betul-betul secara efisien dan mengantisipasi dan memitigasi seluruh risiko dari kondisi di tingkat global,&quot; ujarnya.

Kementerian Keuangan juga akan terus melakukan koordinasi dan sinergi dengan Bank Indonesia, serta pembiayaan dilakukan secara prudent dan fleksibel.



&amp;ldquo;Kalau kita mengatakan fleksibel, artinya pengadaan utang selalu kita pikirkan da&amp;#322;am konteks timing, kapan, besarannya, bentuk instrumennya, dan currency mix,&amp;rdquo; katanya.



Perlu diketahui, APBN 2024 hingga akhir Januari mencatatkan surplus sebesar Rp31,3 triliun atau 0,14% PDB, dengan keseimbangan primer tercatat positif sebesar Rp61,4 triliun.



Realisasi Belanja Negara mencapai Rp184,2 triliun atau 5,5 % pagu APBN. Dukungan APBN kepada APBD melalui Transfer ke Daerah (TKD) meningkat, di mana sampai dengan 31 Januari 2024 mencapai Rp87,8 triliun (10,2% dari pagu APBN).

</content:encoded></item></channel></rss>
