<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gaikindo Yakin Industri Mobil Listrik Tumbuh   </title><description>Gaikindo menyambut baik insentif yang diberikan pemerintah untuk pembelian mobil listrik di Indonesia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/23/320/2974600/gaikindo-yakin-industri-mobil-listrik-tumbuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/23/320/2974600/gaikindo-yakin-industri-mobil-listrik-tumbuh"/><item><title>Gaikindo Yakin Industri Mobil Listrik Tumbuh   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/23/320/2974600/gaikindo-yakin-industri-mobil-listrik-tumbuh</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/23/320/2974600/gaikindo-yakin-industri-mobil-listrik-tumbuh</guid><pubDate>Jum'at 23 Februari 2024 18:40 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/23/320/2974600/gaikindo-yakin-industri-mobil-listrik-tumbuh-FafgWevPxl.png" expression="full" type="image/jpeg">Industri Mobil Listrik RI. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/23/320/2974600/gaikindo-yakin-industri-mobil-listrik-tumbuh-FafgWevPxl.png</image><title>Industri Mobil Listrik RI. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut baik insentif yang diberikan pemerintah untuk pembelian mobil listrik di Indonesia.
Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara menilai, pemberian insentif ini tidak hanya mendorong konsumsi masyarakat untuk membeli mobil listrik, tapi sekaligus menjadi angin segar bagi calon investor otomotif masuk ke Indonesia.
&quot;Itu bukan hanya memberikan insentif kepada pembeli, tapi juga memberikan insentif kepada industrinya karena dengan banyaknya penjualan ini industri akan tumbuh,&quot; ujar Kukuh dalam diskusi bersama IDXChannel, Jumat (23/2/2024).

BACA JUGA:
5 Mobil Listrik Termahal di IIMS 2024, Ini Daftarnya

Kukuh menjelaskan dengan adanya pemberian insentif khusus untuk pembelian mobil listrik ini akan menggiatkan kegiatan industri di Tanah Air. Pasalnya, Indonesia dengan jumlah penduduk yang juga cukup besar, ditambah dengan adanya insentif untuk belanja masyarakat bakal menjadi pilihan yang menarik bagi calon investor masuk ke Indonesia.
&quot;Sudah tidak lagi wait and see, tapi memasuki tahapan baru yaitu kompetisi, kita bisa lihat variannya (mobil listrik di RI) bermunculan, dulu sangat sedikit, sekarang banyak pilihan baru tentu ini menjadi peluang bagi masyarakat untuk memilih mana yang cocok sesuai dengan kemampuannya,&quot; lanjutnya.

BACA JUGA:
Respons Hyundai dan BYD Mobil Listrik Bebas Pajak Barang Mewah

Menurutnya, penjualan mobil di Indonesia terutama untuk pembelian mobil listrik setiap tahunnya mengalami peningkatan. Berdasarkan data Gaikindo, jumlah penjualan kendaraan listrik pada tahun 2022 lalu sebanyak 10 ribu unit, sedangkan pada tahun 2023 penjualan meningkat menjadi 17 ribu unit.
Kukuh optimis, adanya insentif fiskal tersebut bakal meningkatkan lagi total penjualan kendaraan listrik di Indonesia sepanjang tahun 2024. Meningkatnya penjualan atau permintaan kendaraan listrik ini tentu bakal menguntungkan juga bagi industri nikel di Indonesia karena sebagai salah satu bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik.Selain itu, dikatakan Kukuh, pemberian insentif fiskal ini juga bakal mendorong para produsen kendaraan listrik di Indonesia lebih semangat untuk menambah Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Sebab semakin tinggi atau TKDN besaran pemberian insentifnya berbeda dengan TKDN yang masih rendah.
&quot;Kita Gaikindo ada tren meningkat, masyarakat juga mendapatkan manfaatnya, potensi pasar cukup besar untuk EV, kalau semua kita dorong, ekosistem industri kita makin kompetitif, kita punya perjanjian dengan beberapa negara untuk menjadi pasar ekspor juga ke depannya,&quot; tutup Kukuh.
</description><content:encoded>JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut baik insentif yang diberikan pemerintah untuk pembelian mobil listrik di Indonesia.
Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara menilai, pemberian insentif ini tidak hanya mendorong konsumsi masyarakat untuk membeli mobil listrik, tapi sekaligus menjadi angin segar bagi calon investor otomotif masuk ke Indonesia.
&quot;Itu bukan hanya memberikan insentif kepada pembeli, tapi juga memberikan insentif kepada industrinya karena dengan banyaknya penjualan ini industri akan tumbuh,&quot; ujar Kukuh dalam diskusi bersama IDXChannel, Jumat (23/2/2024).

BACA JUGA:
5 Mobil Listrik Termahal di IIMS 2024, Ini Daftarnya

Kukuh menjelaskan dengan adanya pemberian insentif khusus untuk pembelian mobil listrik ini akan menggiatkan kegiatan industri di Tanah Air. Pasalnya, Indonesia dengan jumlah penduduk yang juga cukup besar, ditambah dengan adanya insentif untuk belanja masyarakat bakal menjadi pilihan yang menarik bagi calon investor masuk ke Indonesia.
&quot;Sudah tidak lagi wait and see, tapi memasuki tahapan baru yaitu kompetisi, kita bisa lihat variannya (mobil listrik di RI) bermunculan, dulu sangat sedikit, sekarang banyak pilihan baru tentu ini menjadi peluang bagi masyarakat untuk memilih mana yang cocok sesuai dengan kemampuannya,&quot; lanjutnya.

BACA JUGA:
Respons Hyundai dan BYD Mobil Listrik Bebas Pajak Barang Mewah

Menurutnya, penjualan mobil di Indonesia terutama untuk pembelian mobil listrik setiap tahunnya mengalami peningkatan. Berdasarkan data Gaikindo, jumlah penjualan kendaraan listrik pada tahun 2022 lalu sebanyak 10 ribu unit, sedangkan pada tahun 2023 penjualan meningkat menjadi 17 ribu unit.
Kukuh optimis, adanya insentif fiskal tersebut bakal meningkatkan lagi total penjualan kendaraan listrik di Indonesia sepanjang tahun 2024. Meningkatnya penjualan atau permintaan kendaraan listrik ini tentu bakal menguntungkan juga bagi industri nikel di Indonesia karena sebagai salah satu bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik.Selain itu, dikatakan Kukuh, pemberian insentif fiskal ini juga bakal mendorong para produsen kendaraan listrik di Indonesia lebih semangat untuk menambah Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Sebab semakin tinggi atau TKDN besaran pemberian insentifnya berbeda dengan TKDN yang masih rendah.
&quot;Kita Gaikindo ada tren meningkat, masyarakat juga mendapatkan manfaatnya, potensi pasar cukup besar untuk EV, kalau semua kita dorong, ekosistem industri kita makin kompetitif, kita punya perjanjian dengan beberapa negara untuk menjadi pasar ekspor juga ke depannya,&quot; tutup Kukuh.
</content:encoded></item></channel></rss>
