<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepala Bapanas Singgung Biaya Makan Siang Gratis Rp500 Triliun, Lebih Besar dari Bangun IKN</title><description>Arief Prasetyo Adi memprediksi kebutuhan biaya untuk merealisasikan program makan siang gratis tembus Rp500 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/23/470/2974321/kepala-bapanas-singgung-biaya-makan-siang-gratis-rp500-triliun-lebih-besar-dari-bangun-ikn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/23/470/2974321/kepala-bapanas-singgung-biaya-makan-siang-gratis-rp500-triliun-lebih-besar-dari-bangun-ikn"/><item><title>Kepala Bapanas Singgung Biaya Makan Siang Gratis Rp500 Triliun, Lebih Besar dari Bangun IKN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/23/470/2974321/kepala-bapanas-singgung-biaya-makan-siang-gratis-rp500-triliun-lebih-besar-dari-bangun-ikn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/23/470/2974321/kepala-bapanas-singgung-biaya-makan-siang-gratis-rp500-triliun-lebih-besar-dari-bangun-ikn</guid><pubDate>Jum'at 23 Februari 2024 10:49 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/23/470/2974321/kepala-bapanas-singgung-biaya-makan-siang-gratis-rp500-triliun-lebih-besar-dari-bangun-ikn-HBhXsVRvnG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Biaya Program Makan Gratis Lebih Besar IKN Nusantara (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/23/470/2974321/kepala-bapanas-singgung-biaya-makan-siang-gratis-rp500-triliun-lebih-besar-dari-bangun-ikn-HBhXsVRvnG.jpg</image><title>Biaya Program Makan Gratis Lebih Besar IKN Nusantara (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yMi8xLzE3NzU0MS81L3g4dDR0a2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi memprediksi kebutuhan biaya untuk merealisasikan program makan siang gratis tembus Rp500 triliun. Angka tersebut bahkan jauh lebih besar dari estimasi pembiayaan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sekitar Rp466 triliun.
Aief merinci, kebutuhan biaya untuk merealisasikan program makan siang gratis tersebut terutama untuk pengadaan sarana dan prasarana penyimpanan bahan pangan, pengadaan bahan pangan, hingga pendistribusiannya.

BACA JUGA:
Progres Infrastruktur Dasar IKN Tahap I Sudah 74,8%, Pak Bas: Sesuai Rencana

Mengingat, hingga saat ini produktivitas pertanian di Indonesia masih cukup terbatas, sehingga masih perlu pengadaan bahan pangan lebih untuk merealisasikan program makan siang gratis.
&quot;Saya baru bertemu dengan tim beliau (Prabowo Subianto), sebenarnya kalau mau di eksekusi (program makan siang gratis) itu seperti apa, itu angkanya kurang lebih Rp500 triliun,&quot; ujar Arief saat ditemui dalam acara Nagara Institute dikutip, Jumat (23/2/2024).

BACA JUGA:
Tempat Terbatas, Cuma 6.000 PNS yang Pindah ke IKN di Tahap I

Lebih lanjut, Arief menjelaskan pengadaan yang paling utama untuk merealisasikan program tersebut adalah gudang penyimpanan bahan pangan terlebih dahulu. Karena dengan program tersebut, perlu memastikan ketersediaan bahan pangan cukup dan tidak menimbulkan dampak kelangkaan di pasar.Belum lagi, dikatakan Arief, ketika berbicara untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia, maka penyediaan benih, ketersedian pupuk, pembukaan lahan baru juga harus dilakukan. Hal itu agar menekan jumlah impor pangan ketika ada peningkatan kebutuhan di dalam negeri.
Selain itu program susu gratis yang juga paralel dengan cita-cita mengentaskan stunting itu juga bakal membawa Indonesia untuk melakukan impor tambahan untuk sapi indukan dan sapi perah.
Akan tetapi, dikatakan Arief, program tersebut jika dijalankan bakal berdampak luas terhadap perekonomian para petani di dalam negeri. Sebab pemerintah bakal mencari lebih banyak bahan pangan yang bakal membuat petani makin giat untuk bertanam.
&quot;Nanti kan Presiden terpilih kalau itu (makan siang gratis) terjadi, positifnya itu akan menggerakan ekonomi di pedesaan begitu sudah ada di hilir untuk meng- offtake (hasil pertanian),&quot; kata Arief.
&quot;Jadi giat ekonomi itu pertanian kita akan banyak nandur, pupuk perlu, susu sapi, nanti kedepan impor sapi indukan ada dua, termasuk sapi perah, tapi harus di detailkan satu persatu,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yMi8xLzE3NzU0MS81L3g4dDR0a2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi memprediksi kebutuhan biaya untuk merealisasikan program makan siang gratis tembus Rp500 triliun. Angka tersebut bahkan jauh lebih besar dari estimasi pembiayaan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sekitar Rp466 triliun.
Aief merinci, kebutuhan biaya untuk merealisasikan program makan siang gratis tersebut terutama untuk pengadaan sarana dan prasarana penyimpanan bahan pangan, pengadaan bahan pangan, hingga pendistribusiannya.

BACA JUGA:
Progres Infrastruktur Dasar IKN Tahap I Sudah 74,8%, Pak Bas: Sesuai Rencana

Mengingat, hingga saat ini produktivitas pertanian di Indonesia masih cukup terbatas, sehingga masih perlu pengadaan bahan pangan lebih untuk merealisasikan program makan siang gratis.
&quot;Saya baru bertemu dengan tim beliau (Prabowo Subianto), sebenarnya kalau mau di eksekusi (program makan siang gratis) itu seperti apa, itu angkanya kurang lebih Rp500 triliun,&quot; ujar Arief saat ditemui dalam acara Nagara Institute dikutip, Jumat (23/2/2024).

BACA JUGA:
Tempat Terbatas, Cuma 6.000 PNS yang Pindah ke IKN di Tahap I

Lebih lanjut, Arief menjelaskan pengadaan yang paling utama untuk merealisasikan program tersebut adalah gudang penyimpanan bahan pangan terlebih dahulu. Karena dengan program tersebut, perlu memastikan ketersediaan bahan pangan cukup dan tidak menimbulkan dampak kelangkaan di pasar.Belum lagi, dikatakan Arief, ketika berbicara untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia, maka penyediaan benih, ketersedian pupuk, pembukaan lahan baru juga harus dilakukan. Hal itu agar menekan jumlah impor pangan ketika ada peningkatan kebutuhan di dalam negeri.
Selain itu program susu gratis yang juga paralel dengan cita-cita mengentaskan stunting itu juga bakal membawa Indonesia untuk melakukan impor tambahan untuk sapi indukan dan sapi perah.
Akan tetapi, dikatakan Arief, program tersebut jika dijalankan bakal berdampak luas terhadap perekonomian para petani di dalam negeri. Sebab pemerintah bakal mencari lebih banyak bahan pangan yang bakal membuat petani makin giat untuk bertanam.
&quot;Nanti kan Presiden terpilih kalau itu (makan siang gratis) terjadi, positifnya itu akan menggerakan ekonomi di pedesaan begitu sudah ada di hilir untuk meng- offtake (hasil pertanian),&quot; kata Arief.
&quot;Jadi giat ekonomi itu pertanian kita akan banyak nandur, pupuk perlu, susu sapi, nanti kedepan impor sapi indukan ada dua, termasuk sapi perah, tapi harus di detailkan satu persatu,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
