<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Berikut</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah terbatas pada area 7.250-7.270 pada perdagangan awal pekan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/26/278/2975390/ihsg-diprediksi-melemah-simak-rekomendasi-saham-berikut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/26/278/2975390/ihsg-diprediksi-melemah-simak-rekomendasi-saham-berikut"/><item><title>IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Berikut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/26/278/2975390/ihsg-diprediksi-melemah-simak-rekomendasi-saham-berikut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/26/278/2975390/ihsg-diprediksi-melemah-simak-rekomendasi-saham-berikut</guid><pubDate>Senin 26 Februari 2024 08:15 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/26/278/2975390/ihsg-diprediksi-melemah-simak-rekomendasi-saham-berikut-hicpsjMCcj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi melemah hari ini (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/26/278/2975390/ihsg-diprediksi-melemah-simak-rekomendasi-saham-berikut-hicpsjMCcj.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi melemah hari ini (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah terbatas pada area 7.250-7.270 pada perdagangan awal pekan. Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan mengatakan, IHSG selama sepekan ini diperkirakan fluktuatif di level 7.250-7.350.

BACA JUGA:
IHSG Awal Pekan Berpotensi Melemah


Adapun, sentimen yang memengaruhi gerak indeks hari ini antara lain, rilis data New Home Sales Amerika Serikat (AS) periode Januari 2024 yang dijadwalkan hari ini. New Home Sales AS periode tersebut diproyeksikan akan meningkat dari yang sebelumnya sebesar 8% MoM di Desember 2023. Hal ini sejalan dengan rilis data Existing Home Sales yang mengalami peningkatan di Januari 2024 dan menjadi level tertinggi dalam lima bulan terakhir.

BACA JUGA:
IHSG Pekan Depan Diprediksi Melemah Terbatas di 7.250-7.270


&amp;ldquo;Kondisi ini mengindikasikan perbaikan aktivitas ekonomi di AS, setelah sebelumnya indeks manufaktur mencatatkan kenaikan ke atas 51,&amp;rdquo; kata Valdy dalam risetnya, Senin (26/2/2024).
Sementara dari dalam negeri, penyaluran kredit tumbuh 11,5% year on year di Januari 2024. Data ini juga menjadi indikasi peningkatan aktivitas ekonomi di Indonesia di awal 2024 ini. Selanjutnya pasar mengantisipasi data inflasi di akhir pekan ini.
Di sisi lain, indeks-indeks Wall Street ditutup beragam di Jumat  (23/2/2024). Meski demikian, DJIA dan S&amp;amp;P 500 mencatatkan level  penutupan tertinggi baru di perdagangan tersebut.
Sebelumnya, penguatan yang lebih solid dicatatkan oleh mayoritas  indeks di Eropa di Jumat (23/2/2024). Pergerakan indeks-indeks global  tersebut masih dipengaruhi oleh respon pasar terhadap rilis kinerja  keuangan kuartal IV 2023.
Untuk perdagangan hari ini, Valdy merekomendasikan PT Aneka Tambang  Tbk (ANTM), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Pabrik Kertas  Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT  Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan  PT XL Axiata Tbk (EXCL).</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah terbatas pada area 7.250-7.270 pada perdagangan awal pekan. Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan mengatakan, IHSG selama sepekan ini diperkirakan fluktuatif di level 7.250-7.350.

BACA JUGA:
IHSG Awal Pekan Berpotensi Melemah


Adapun, sentimen yang memengaruhi gerak indeks hari ini antara lain, rilis data New Home Sales Amerika Serikat (AS) periode Januari 2024 yang dijadwalkan hari ini. New Home Sales AS periode tersebut diproyeksikan akan meningkat dari yang sebelumnya sebesar 8% MoM di Desember 2023. Hal ini sejalan dengan rilis data Existing Home Sales yang mengalami peningkatan di Januari 2024 dan menjadi level tertinggi dalam lima bulan terakhir.

BACA JUGA:
IHSG Pekan Depan Diprediksi Melemah Terbatas di 7.250-7.270


&amp;ldquo;Kondisi ini mengindikasikan perbaikan aktivitas ekonomi di AS, setelah sebelumnya indeks manufaktur mencatatkan kenaikan ke atas 51,&amp;rdquo; kata Valdy dalam risetnya, Senin (26/2/2024).
Sementara dari dalam negeri, penyaluran kredit tumbuh 11,5% year on year di Januari 2024. Data ini juga menjadi indikasi peningkatan aktivitas ekonomi di Indonesia di awal 2024 ini. Selanjutnya pasar mengantisipasi data inflasi di akhir pekan ini.
Di sisi lain, indeks-indeks Wall Street ditutup beragam di Jumat  (23/2/2024). Meski demikian, DJIA dan S&amp;amp;P 500 mencatatkan level  penutupan tertinggi baru di perdagangan tersebut.
Sebelumnya, penguatan yang lebih solid dicatatkan oleh mayoritas  indeks di Eropa di Jumat (23/2/2024). Pergerakan indeks-indeks global  tersebut masih dipengaruhi oleh respon pasar terhadap rilis kinerja  keuangan kuartal IV 2023.
Untuk perdagangan hari ini, Valdy merekomendasikan PT Aneka Tambang  Tbk (ANTM), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Pabrik Kertas  Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT  Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan  PT XL Axiata Tbk (EXCL).</content:encoded></item></channel></rss>
