<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pendiri Daiso Meninggal Dunia Tinggalkan Harta Rp29,7 Triliun, Ini Kisah sang Pencipta Keajaiban 100 Yen</title><description>Miliarder sekaligus pendiri Daiso Hirotake Yano meninggal dunia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/26/455/2975780/pendiri-daiso-meninggal-dunia-tinggalkan-harta-rp29-7-triliun-ini-kisah-sang-pencipta-keajaiban-100-yen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/26/455/2975780/pendiri-daiso-meninggal-dunia-tinggalkan-harta-rp29-7-triliun-ini-kisah-sang-pencipta-keajaiban-100-yen"/><item><title>Pendiri Daiso Meninggal Dunia Tinggalkan Harta Rp29,7 Triliun, Ini Kisah sang Pencipta Keajaiban 100 Yen</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/26/455/2975780/pendiri-daiso-meninggal-dunia-tinggalkan-harta-rp29-7-triliun-ini-kisah-sang-pencipta-keajaiban-100-yen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/26/455/2975780/pendiri-daiso-meninggal-dunia-tinggalkan-harta-rp29-7-triliun-ini-kisah-sang-pencipta-keajaiban-100-yen</guid><pubDate>Senin 26 Februari 2024 20:37 WIB</pubDate><dc:creator>Putri Syifa Amelia</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Miliarder sekaligus pendiri Daiso Hirotake Yano meninggal dunia. Hitotake meninggal dunia di usianya yang ke 80 tahun akibat gagal jantung.
&quot;Kami dengan sedih mengumumkan meninggalnya Pendiri dan Mantan Presiden Daiso Industries Company Limited, Mr. Hirotake Yano, pada hari Senin yang lalu,&quot; tulis laman web resmi Daiso, dikutip Senin (26/2/2024).
Berdasarkan pernyataan resmi yang dirilis melalui laman web resmi Daiso, upacara pemakaman telah dilakukan secara pribadi dan hanya dihadiri oleh anggota keluarga.
Untuk diketahui, Daiso adalah toko dengan harga serba seratus yen atau sekitar Rp10,324 (kurs Rp103 per yen).

BACA JUGA:
Benarkah Anak Orang Kaya Punya Kecenderungan Tukang Bully?

Berdasarkan data yang dirilis oleh Bloomberg Billionaires Index, Yano memiliki kekayaan bersih sekitar USD1,9 miliar atau sekitar Rp29,5 triliun (kurs Rp15.550 per USD)
Sebelum menjadi miliarder pendiri Daiso, dirinya harus melalui banyak rintangan dalam meniti karirnya tersebut.
Yano adalah seorang lulusan Universitas Chuo di Tokyo. Pada 1967, Yano melakukan berbagai jenis pekerjaan, salah satunya adalah menjalankan perikanan mertuanya hingga bangkrut.
Kemudian pada tahun 1972, pada usia 29 tahun, Yano mendirikan bisnis pertamanya, sebuah toko penjual kaki lima yang dia namakan Yano Shoten atau Yano Store.

BACA JUGA:
Tabungan Orang Kaya di Atas Rp5 Miliar Turun Terus, Ada Apa?

Lima tahun setelahnya, nama perusahaan  diubah menjadi Daiso yang memiliki arti &quot;menciptakan sesuatu yang besar&quot;. Perusahaan ini kemudian menjadi terkenal karena memiliki konsep semua barangnya  dijual hanya seharga 100 yen.
Konsep harga serba 100 yen ini didapatkan karena Yano istrinya, Katsuyo, merasa bahwa menentukan harga produk secara berbeda terlalu memakan waktu. Oleh sebab itulah kemudian toko yang mereka dirikan menetapkan harga serba 100 yen untuk setiap item.
Seiring stagnasi ekonomi Jepang pada tahun 1990 Daiso menjadi sukses. Hal ini juga dipicu oleh  kesadaran pelanggan terhadap harga yang lebih tinggi. Model bisnis yang dipelopori oleh Yano kini populer di seluruh dunia.Berdasarkan data pada akhir 2023 Daiso telah memiliki 4.360 toko di Jepang dan hampir 1.000 toko di seluruh dunia, dengan gerai di Asia, Amerika Utara, dan Timur Tengah.
Daiso harus menyesuaikan pendekatannya terhadap harga. Saat ini telah menjual barang dengan kelipatan 100 yen.
Setiap bulannya Daiso memiliki lebih dari 70.000 item berbeda di stok dan mengembangkan lebih dari 1.000 produk baru.
Daiso dengan bangga mengklaim sebagai pemasok barang rumah tangga nomor satu di Jepang.
</description><content:encoded>JAKARTA - Miliarder sekaligus pendiri Daiso Hirotake Yano meninggal dunia. Hitotake meninggal dunia di usianya yang ke 80 tahun akibat gagal jantung.
&quot;Kami dengan sedih mengumumkan meninggalnya Pendiri dan Mantan Presiden Daiso Industries Company Limited, Mr. Hirotake Yano, pada hari Senin yang lalu,&quot; tulis laman web resmi Daiso, dikutip Senin (26/2/2024).
Berdasarkan pernyataan resmi yang dirilis melalui laman web resmi Daiso, upacara pemakaman telah dilakukan secara pribadi dan hanya dihadiri oleh anggota keluarga.
Untuk diketahui, Daiso adalah toko dengan harga serba seratus yen atau sekitar Rp10,324 (kurs Rp103 per yen).

BACA JUGA:
Benarkah Anak Orang Kaya Punya Kecenderungan Tukang Bully?

Berdasarkan data yang dirilis oleh Bloomberg Billionaires Index, Yano memiliki kekayaan bersih sekitar USD1,9 miliar atau sekitar Rp29,5 triliun (kurs Rp15.550 per USD)
Sebelum menjadi miliarder pendiri Daiso, dirinya harus melalui banyak rintangan dalam meniti karirnya tersebut.
Yano adalah seorang lulusan Universitas Chuo di Tokyo. Pada 1967, Yano melakukan berbagai jenis pekerjaan, salah satunya adalah menjalankan perikanan mertuanya hingga bangkrut.
Kemudian pada tahun 1972, pada usia 29 tahun, Yano mendirikan bisnis pertamanya, sebuah toko penjual kaki lima yang dia namakan Yano Shoten atau Yano Store.

BACA JUGA:
Tabungan Orang Kaya di Atas Rp5 Miliar Turun Terus, Ada Apa?

Lima tahun setelahnya, nama perusahaan  diubah menjadi Daiso yang memiliki arti &quot;menciptakan sesuatu yang besar&quot;. Perusahaan ini kemudian menjadi terkenal karena memiliki konsep semua barangnya  dijual hanya seharga 100 yen.
Konsep harga serba 100 yen ini didapatkan karena Yano istrinya, Katsuyo, merasa bahwa menentukan harga produk secara berbeda terlalu memakan waktu. Oleh sebab itulah kemudian toko yang mereka dirikan menetapkan harga serba 100 yen untuk setiap item.
Seiring stagnasi ekonomi Jepang pada tahun 1990 Daiso menjadi sukses. Hal ini juga dipicu oleh  kesadaran pelanggan terhadap harga yang lebih tinggi. Model bisnis yang dipelopori oleh Yano kini populer di seluruh dunia.Berdasarkan data pada akhir 2023 Daiso telah memiliki 4.360 toko di Jepang dan hampir 1.000 toko di seluruh dunia, dengan gerai di Asia, Amerika Utara, dan Timur Tengah.
Daiso harus menyesuaikan pendekatannya terhadap harga. Saat ini telah menjual barang dengan kelipatan 100 yen.
Setiap bulannya Daiso memiliki lebih dari 70.000 item berbeda di stok dan mengembangkan lebih dari 1.000 produk baru.
Daiso dengan bangga mengklaim sebagai pemasok barang rumah tangga nomor satu di Jepang.
</content:encoded></item></channel></rss>
