<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bendungan Pertama di Sulawesi Barat Dibangun, Anggaran Rp1,02 Triliun</title><description>Kementerian PUPR membangun Bendungan Budong-Budong di Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/26/470/2975421/bendungan-pertama-di-sulawesi-barat-dibangun-anggaran-rp1-02-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/26/470/2975421/bendungan-pertama-di-sulawesi-barat-dibangun-anggaran-rp1-02-triliun"/><item><title>Bendungan Pertama di Sulawesi Barat Dibangun, Anggaran Rp1,02 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/26/470/2975421/bendungan-pertama-di-sulawesi-barat-dibangun-anggaran-rp1-02-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/26/470/2975421/bendungan-pertama-di-sulawesi-barat-dibangun-anggaran-rp1-02-triliun</guid><pubDate>Senin 26 Februari 2024 09:37 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/26/470/2975421/bendungan-pertama-di-sulawesi-barat-dibangun-anggaran-rp1-02-triliun-FxE2YB3JRG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bendungan pertama di Sulawesi Barat dibangun (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/26/470/2975421/bendungan-pertama-di-sulawesi-barat-dibangun-anggaran-rp1-02-triliun-FxE2YB3JRG.jpg</image><title>Bendungan pertama di Sulawesi Barat dibangun (Foto: PUPR)</title></images><description>


JAKARTA - Kementerian PUPR membangun Bendungan Budong-Budong di Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Pembangunan bendungan ini sekaligus yang pertama dilakukan di Sulbar sejak Indonesia merdeka.
&quot;Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,&quot; kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resminya, Minggu (25/2/2024).

BACA JUGA:
Bendungan Lolak Rp2 Triliun, Jadi Pengendali Banjir hingga Hasilkan Listrik

Bendungan Budong-Budong dibangun oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR dengan kapasitas tampungan 65,18 juta m3 dalam rangka pengembangan dan peningkatan Daerah Irigasi (DI) seluas 3.577 hektar.
Kepala BWS Sulawesi III Kementerian PUPR Dedi Yudha Lesmana mengatakan, kontrak konstruksi pembangunan Bendungan Budong-Budong telah dimulai sejak 8 Desember 2020. Sedangkan pekerjaan konstruksi bendungan dimulai September 2023. &quot;Pembangunan bendungan pertama di Sulawesi Barat ini masih dalam tahap penyelesaian konstruksi dengan progres fisik 27%,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Jokowi Resmikan Bendungan Lolak Rp2,02 Triliun, Intip Kecanggihannya

Pembangunannya dilaksanakan oleh kontraktor PT. Abipraya-Bumi Karsa, KSO dan Konsultan Supervisi PT. Indra Karya - PT. Tuah Agung Anugrah - PT. Ciriajasa E.C, KSO dengan biaya sebesar Rp1,02 triliun
Bendungan Budong-Budong juga memiliki potensi manfaat air baku sebesar 410 liter/detik. Kabupaten Mamuju Tengah sebagai daerah yang tengah berkembang diperkirakan akan banyak kegiatan pembangunan baik di bidang pertanian lahan basah maupun kegiatan industri yang membutuhkan air baku dari sumber air bendungan.Selain irigasi dan penyediaan air baku, pembangunan bendungan ini  juga sangat diperlukan sebagai pengendali banjir untuk kawasan rawan  bencana seperti Kecamatan Budong-Budong, Topoyo, dan Karossa dengan  mereduksi 60% dari 341,59 m3/detik menjadi 106,76 m3/detik.
Wilayah Kabupaten Mamuju Tengah dilalui tujuh sungai yakni Sungai  Budong-Budong, Lumu, Karama, Karossa, Benggaulu, Kamansi, dan  Panggajoang yang mengalir dari daerah perbukitan di bagian timur menuju  ke daerah pesisir arah barat dan bermuara di perairan laut Selat  Makassar. Bendungan Budong-Budong akan dibangun dengan membendung Sungai  Salulebbo yang merupakan anak sungai Budong- Budong.
Kabupaten Mamuju Tengah sendiri memiliki luas wilayah 306.527 km2  yang didominasi dengan lahan kering sekitar 38% dan sekitar 24% lahan  kering sekunder. Kabupaten ini terdiri dari lima kecamatan yakni  Kecamatan Tobadak, Pangale, Budong-Budong, Topoyo, dan Karossa dengan  komoditas unggulan seperti tanaman pangan padi dan palawija serta  perkebunan sawit, kakao, kelapa, jeruk, kopi, tanaman obat, dan  aromatika (nilam).
Secara administratif, Bendungan Budong-Budong berada di Desa  salulebo, Kecamatan Topoyo dengan daerah layanan meliputi Daerah Irigasi  Tobadak, Sulobaja, Bambadaru, Sallogata, Tinali, Barakkang, dan Lembah  Hada.</description><content:encoded>


JAKARTA - Kementerian PUPR membangun Bendungan Budong-Budong di Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Pembangunan bendungan ini sekaligus yang pertama dilakukan di Sulbar sejak Indonesia merdeka.
&quot;Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,&quot; kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resminya, Minggu (25/2/2024).

BACA JUGA:
Bendungan Lolak Rp2 Triliun, Jadi Pengendali Banjir hingga Hasilkan Listrik

Bendungan Budong-Budong dibangun oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR dengan kapasitas tampungan 65,18 juta m3 dalam rangka pengembangan dan peningkatan Daerah Irigasi (DI) seluas 3.577 hektar.
Kepala BWS Sulawesi III Kementerian PUPR Dedi Yudha Lesmana mengatakan, kontrak konstruksi pembangunan Bendungan Budong-Budong telah dimulai sejak 8 Desember 2020. Sedangkan pekerjaan konstruksi bendungan dimulai September 2023. &quot;Pembangunan bendungan pertama di Sulawesi Barat ini masih dalam tahap penyelesaian konstruksi dengan progres fisik 27%,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Jokowi Resmikan Bendungan Lolak Rp2,02 Triliun, Intip Kecanggihannya

Pembangunannya dilaksanakan oleh kontraktor PT. Abipraya-Bumi Karsa, KSO dan Konsultan Supervisi PT. Indra Karya - PT. Tuah Agung Anugrah - PT. Ciriajasa E.C, KSO dengan biaya sebesar Rp1,02 triliun
Bendungan Budong-Budong juga memiliki potensi manfaat air baku sebesar 410 liter/detik. Kabupaten Mamuju Tengah sebagai daerah yang tengah berkembang diperkirakan akan banyak kegiatan pembangunan baik di bidang pertanian lahan basah maupun kegiatan industri yang membutuhkan air baku dari sumber air bendungan.Selain irigasi dan penyediaan air baku, pembangunan bendungan ini  juga sangat diperlukan sebagai pengendali banjir untuk kawasan rawan  bencana seperti Kecamatan Budong-Budong, Topoyo, dan Karossa dengan  mereduksi 60% dari 341,59 m3/detik menjadi 106,76 m3/detik.
Wilayah Kabupaten Mamuju Tengah dilalui tujuh sungai yakni Sungai  Budong-Budong, Lumu, Karama, Karossa, Benggaulu, Kamansi, dan  Panggajoang yang mengalir dari daerah perbukitan di bagian timur menuju  ke daerah pesisir arah barat dan bermuara di perairan laut Selat  Makassar. Bendungan Budong-Budong akan dibangun dengan membendung Sungai  Salulebbo yang merupakan anak sungai Budong- Budong.
Kabupaten Mamuju Tengah sendiri memiliki luas wilayah 306.527 km2  yang didominasi dengan lahan kering sekitar 38% dan sekitar 24% lahan  kering sekunder. Kabupaten ini terdiri dari lima kecamatan yakni  Kecamatan Tobadak, Pangale, Budong-Budong, Topoyo, dan Karossa dengan  komoditas unggulan seperti tanaman pangan padi dan palawija serta  perkebunan sawit, kakao, kelapa, jeruk, kopi, tanaman obat, dan  aromatika (nilam).
Secara administratif, Bendungan Budong-Budong berada di Desa  salulebo, Kecamatan Topoyo dengan daerah layanan meliputi Daerah Irigasi  Tobadak, Sulobaja, Bambadaru, Sallogata, Tinali, Barakkang, dan Lembah  Hada.</content:encoded></item></channel></rss>
