<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Maybank Indonesia Raup Laba Rp2,35 Triliun Sepanjang 2023</title><description>PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan Laba Sebelum Pajak (PBT) sebesar Rp2,35 triliun sepanjang 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/278/2976115/maybank-indonesia-raup-laba-rp2-35-triliun-sepanjang-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/278/2976115/maybank-indonesia-raup-laba-rp2-35-triliun-sepanjang-2023"/><item><title>Maybank Indonesia Raup Laba Rp2,35 Triliun Sepanjang 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/278/2976115/maybank-indonesia-raup-laba-rp2-35-triliun-sepanjang-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/278/2976115/maybank-indonesia-raup-laba-rp2-35-triliun-sepanjang-2023</guid><pubDate>Selasa 27 Februari 2024 15:19 WIB</pubDate><dc:creator>Pika Piqhaniah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/27/278/2976115/maybank-indonesia-raup-laba-rp2-35-triliun-sepanjang-2023-BKb0Ovtfoy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laporan keuangan Bank Maybank Indonesia (Foto: Maybank)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/27/278/2976115/maybank-indonesia-raup-laba-rp2-35-triliun-sepanjang-2023-BKb0Ovtfoy.jpg</image><title>Laporan keuangan Bank Maybank Indonesia (Foto: Maybank)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wOC8xLzE2Mzk3OC81L3g4ajU3c3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
JAKARTA - PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan Laba Sebelum Pajak (PBT) sebesar Rp2,35 triliun sepanjang 2023. Laba Maybank naik 15,4% dari Rp2,04 triliun tahun sebelumnya. Laba setelah Pajak &amp;amp; Kepentingan Non- Pengendali (PATAMI) naik 18,5% menjadi Rp1,74 triliun dari Rp1,47 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan, dikutip Selasa (27/2/2024), pendapatan operasional meningkat sehubungan dengan imbal hasil kredit dan komposisi aset yang membaik didukung kinerja pembiayaan ritel serta non-ritel RSME dan Unit Usaha Syariah yang tumbuh positif. Demikian juga, kondisi perekonomian Indonesia dan daya beli masyarakat yang terus meningkat sepanjang tahun 2023, turut berkontribusi pada peningkatan laba Bank.

BACA JUGA:
Maybank (BNII) Raup Laba Sebelum Pajak Rp1,27 Triliun di Semester I-2023


Net interest income (NII) naik 3,7% didukung oleh imbal hasil aset yang lebih tinggi serta pendapatan terhadap komposisi aset yang membaik. Margin Bunga Bersih (Net Interest Margin/NIM) meningkat 7 bps menjadi 5,0% meskipun biaya simpanan meningkat, seiring dengan kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) sepanjang tahun.
Pendapatan fee-based naik 15,6% menjadi Rp2,03 triliun dari Rp1,76 triliun tahun sebelumnya sehubungan dengan pendapatan fee transaksi Global Markets (GM) yang tumbuh 33,6% menjadi Rp181 miliar dari Rp136 miliar. Bank juga mencatat pendapatan fee selain Global Markets yang naik 14,1% menjadi Rp1,85 triliun dari Rp1,62 triliun, ditopang oleh pendapatan fee atas asset recovery yang meningkat lebih dari 5 (lima) kali lipat, fee bisnis kartu kredit yang meningkat 22,8% dan fee terkait pembiayaan otomotif roda dua yang tumbuh 5,2%.

BACA JUGA:
Maybank (BNII) Siapkan Dana Rp819,2 untuk Lunasi Utang


Total kredit yang disalurkan mencapai Rp116,00 triliun, tumbuh 7,6% dari Rp107,82 triliun tahun sebelumnya seiring dengan iklim bisnis yang stabil dan daya beli masyarakat yang menguat di sepanjang tahun 2023.
Kredit ritel dan non-ritel yang dikelola melalui Community Financial Services (CFS), tumbuh 10,6% menjadi Rp74,28 triliun dari Rp67,17 triliun tahun sebelumnya. Kredit CFS Ritel tumbuh 11,5% menjadi Rp43,47 triliun dari Rp38,99 triliun, ditopang oleh kredit otomotif anak perusahaan yang tumbuh 18,8%, kartu kredit dan KTA yang tumbuh 20,3%, serta KPR yang terus tumbuh sebesar 1,3% Y-o-Y.
Kredit CFS Non-ritel meningkat 9,3% menjadi Rp30,81 triliun dari Rp28,18 triliun didukung oleh pertumbuhan yang signifikan pada kredit Business Banking sebesar  12,8% menjadi Rp11,80 triliun dari Rp10,47 triliun tahun lalu. Adapun  kredit Business Banking juga tumbuh 11,6% Q-o-Q.
Lebih lanjut, kredit Retail Small and Medium Enterprises (RSME)  tumbuh 9,7% menjadi Rp13,88 triliun dari Rp12,65 triliun dan kredit  Small-Medium Enterprises (SME+) yang juga tumbuh 1,6% Y-o-Y.
Kredit Global Banking tumbuh 2,6% menjadi Rp41,72 triliun dari Rp40,65 triliun didukung oleh penyaluran kredit yang membaik, khususnya Financial Institutions  Group (FIG) yang tercatat naik 87,9% Y-o-Y. Kredit Global Banking juga  mencatat pertumbuhan sebesar 2,5% Q-o-Q.
Simpanan nasabah tumbuh 9,3% menjadi Rp115,50 triliun dari Rp105,71  triliun tahun sebelumnya seiring dengan meningkatnya CASA sebesar 8,6%  dan Deposito Berjangka sebesar 10,0%. Peningkatan CASA ditopang oleh  Giro yang tumbuh 10,2% dan Tabungan yang meningkat 6,1%. dan pertumbuhan  ini berjalan selaras dengan strategi Bank untuk mengoptimalkan dana  murah. Deposito Berjangka juga tumbuh 10,0% seiring dengan tren  peningkatan sejak semester pertama tahun 2023.
Rasio CASA relatif stabil pada 51,1% dibandingkan dengan 51,4% tahun sebelumnya. Pada tahun 2023, Maybank Indonesia secara aktif menggalakkan berbagai  aktivitas pemasaran serta melakukan modernisasi infrastruktur Teknologi  Informasi dan keamanan siber. Di samping itu, Bank juga melakukan  pengembangan sumber daya manusia dan talents guna mendukung pertumbuhan  bisnis.
Berbagai upaya tersebut mendorong kenaikan biaya overhead cost sebesar 7,2%. Kualitas aset Bank membaik berkat upaya pengawasan dan pemantauan  serta pengendalian kredit yang terus dilakukan oleh Bank, diiringi iklim  bisnis yang lebih baik. Pendapatan Operasional setelah Pencadangan naik  14,2% sehubungan dengan menurunnya pencadangan (CKPN) sebesar 11,9%.  Saldo NPL kredit turun 9,8%.
Bank mencatat rasio Non-Performing Loan (NPL) membaik menjadi 2,9%  (gross) dan 1,9% (net) pada Desember 2023 dari 3,5% (gross) dan 2,3%  (net) pada Desember 2022. Per Desember 2023, rasio Loan to Deposit (LDR)  berada pada level 96,3% dan Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada pada  level yang sehat sebesar 210,2%, jauh diatas ketentuan regulator sebesar  100%. Rasio Kecukupan Modal (CAR) tetap kuat sebesar 27,7% pada  Desember 2023 dengan total modal tercatat sebesar Rp29,84 triliun pada  akhir Desember 2023.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wOC8xLzE2Mzk3OC81L3g4ajU3c3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
JAKARTA - PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan Laba Sebelum Pajak (PBT) sebesar Rp2,35 triliun sepanjang 2023. Laba Maybank naik 15,4% dari Rp2,04 triliun tahun sebelumnya. Laba setelah Pajak &amp;amp; Kepentingan Non- Pengendali (PATAMI) naik 18,5% menjadi Rp1,74 triliun dari Rp1,47 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan, dikutip Selasa (27/2/2024), pendapatan operasional meningkat sehubungan dengan imbal hasil kredit dan komposisi aset yang membaik didukung kinerja pembiayaan ritel serta non-ritel RSME dan Unit Usaha Syariah yang tumbuh positif. Demikian juga, kondisi perekonomian Indonesia dan daya beli masyarakat yang terus meningkat sepanjang tahun 2023, turut berkontribusi pada peningkatan laba Bank.

BACA JUGA:
Maybank (BNII) Raup Laba Sebelum Pajak Rp1,27 Triliun di Semester I-2023


Net interest income (NII) naik 3,7% didukung oleh imbal hasil aset yang lebih tinggi serta pendapatan terhadap komposisi aset yang membaik. Margin Bunga Bersih (Net Interest Margin/NIM) meningkat 7 bps menjadi 5,0% meskipun biaya simpanan meningkat, seiring dengan kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) sepanjang tahun.
Pendapatan fee-based naik 15,6% menjadi Rp2,03 triliun dari Rp1,76 triliun tahun sebelumnya sehubungan dengan pendapatan fee transaksi Global Markets (GM) yang tumbuh 33,6% menjadi Rp181 miliar dari Rp136 miliar. Bank juga mencatat pendapatan fee selain Global Markets yang naik 14,1% menjadi Rp1,85 triliun dari Rp1,62 triliun, ditopang oleh pendapatan fee atas asset recovery yang meningkat lebih dari 5 (lima) kali lipat, fee bisnis kartu kredit yang meningkat 22,8% dan fee terkait pembiayaan otomotif roda dua yang tumbuh 5,2%.

BACA JUGA:
Maybank (BNII) Siapkan Dana Rp819,2 untuk Lunasi Utang


Total kredit yang disalurkan mencapai Rp116,00 triliun, tumbuh 7,6% dari Rp107,82 triliun tahun sebelumnya seiring dengan iklim bisnis yang stabil dan daya beli masyarakat yang menguat di sepanjang tahun 2023.
Kredit ritel dan non-ritel yang dikelola melalui Community Financial Services (CFS), tumbuh 10,6% menjadi Rp74,28 triliun dari Rp67,17 triliun tahun sebelumnya. Kredit CFS Ritel tumbuh 11,5% menjadi Rp43,47 triliun dari Rp38,99 triliun, ditopang oleh kredit otomotif anak perusahaan yang tumbuh 18,8%, kartu kredit dan KTA yang tumbuh 20,3%, serta KPR yang terus tumbuh sebesar 1,3% Y-o-Y.
Kredit CFS Non-ritel meningkat 9,3% menjadi Rp30,81 triliun dari Rp28,18 triliun didukung oleh pertumbuhan yang signifikan pada kredit Business Banking sebesar  12,8% menjadi Rp11,80 triliun dari Rp10,47 triliun tahun lalu. Adapun  kredit Business Banking juga tumbuh 11,6% Q-o-Q.
Lebih lanjut, kredit Retail Small and Medium Enterprises (RSME)  tumbuh 9,7% menjadi Rp13,88 triliun dari Rp12,65 triliun dan kredit  Small-Medium Enterprises (SME+) yang juga tumbuh 1,6% Y-o-Y.
Kredit Global Banking tumbuh 2,6% menjadi Rp41,72 triliun dari Rp40,65 triliun didukung oleh penyaluran kredit yang membaik, khususnya Financial Institutions  Group (FIG) yang tercatat naik 87,9% Y-o-Y. Kredit Global Banking juga  mencatat pertumbuhan sebesar 2,5% Q-o-Q.
Simpanan nasabah tumbuh 9,3% menjadi Rp115,50 triliun dari Rp105,71  triliun tahun sebelumnya seiring dengan meningkatnya CASA sebesar 8,6%  dan Deposito Berjangka sebesar 10,0%. Peningkatan CASA ditopang oleh  Giro yang tumbuh 10,2% dan Tabungan yang meningkat 6,1%. dan pertumbuhan  ini berjalan selaras dengan strategi Bank untuk mengoptimalkan dana  murah. Deposito Berjangka juga tumbuh 10,0% seiring dengan tren  peningkatan sejak semester pertama tahun 2023.
Rasio CASA relatif stabil pada 51,1% dibandingkan dengan 51,4% tahun sebelumnya. Pada tahun 2023, Maybank Indonesia secara aktif menggalakkan berbagai  aktivitas pemasaran serta melakukan modernisasi infrastruktur Teknologi  Informasi dan keamanan siber. Di samping itu, Bank juga melakukan  pengembangan sumber daya manusia dan talents guna mendukung pertumbuhan  bisnis.
Berbagai upaya tersebut mendorong kenaikan biaya overhead cost sebesar 7,2%. Kualitas aset Bank membaik berkat upaya pengawasan dan pemantauan  serta pengendalian kredit yang terus dilakukan oleh Bank, diiringi iklim  bisnis yang lebih baik. Pendapatan Operasional setelah Pencadangan naik  14,2% sehubungan dengan menurunnya pencadangan (CKPN) sebesar 11,9%.  Saldo NPL kredit turun 9,8%.
Bank mencatat rasio Non-Performing Loan (NPL) membaik menjadi 2,9%  (gross) dan 1,9% (net) pada Desember 2023 dari 3,5% (gross) dan 2,3%  (net) pada Desember 2022. Per Desember 2023, rasio Loan to Deposit (LDR)  berada pada level 96,3% dan Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada pada  level yang sehat sebesar 210,2%, jauh diatas ketentuan regulator sebesar  100%. Rasio Kecukupan Modal (CAR) tetap kuat sebesar 27,7% pada  Desember 2023 dengan total modal tercatat sebesar Rp29,84 triliun pada  akhir Desember 2023.</content:encoded></item></channel></rss>
