<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga BBM Bakal Naik 1 Maret 2024</title><description>Kenaikan harga BBM masih terus berlanjut pada 1 Maret 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/320/2975616/harga-bbm-bakal-naik-1-maret-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/320/2975616/harga-bbm-bakal-naik-1-maret-2024"/><item><title>Harga BBM Bakal Naik 1 Maret 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/320/2975616/harga-bbm-bakal-naik-1-maret-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/320/2975616/harga-bbm-bakal-naik-1-maret-2024</guid><pubDate>Selasa 27 Februari 2024 04:17 WIB</pubDate><dc:creator>Fadila Nur Hasan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/26/320/2975616/harga-bbm-bakal-naik-1-maret-2024-gFT030Rdpu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga BBM non subsidi Pertamina (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/26/320/2975616/harga-bbm-bakal-naik-1-maret-2024-gFT030Rdpu.jpg</image><title>Harga BBM non subsidi Pertamina (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yOS8xLzE3NjY0Ny81L3g4cnZlamc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kenaikan harga BBM masih terus berlanjut pada 1 Maret 2024. Hal itu disebabkan imbas dari konflik di Timur Tengah sehingga terjadinya tren harga minyak dunia melonjak naik.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menyampaikan Pemerintah telah mengirim sinyal harga BBM akan naik usai Pemilu 2024.
Namun, pemerintah juga masih akan mencermati pergerakan harga minyak dunia yang berpotensi mengerek harga BBM.

BACA JUGA:
Truk Tangki Meledak di Dumai, Stok BBM Aman?


&quot;Kalau saya cermati harga minyak naik lagi kayaknya mau ke sana, karena intensitas Timur Tengah masih tinggi karena mengganggu logistik jadi akhirnya terpengaruh. Jadi memang perlu dicermati, saya setuju karena harga minyak cenderung naik terus,&quot; kata Tutuka di Perkantoran Lemigas belum lama ini, dikutip Selasa (27/2/2024).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menambahkan, harga BBM nonsubsidi akan selalu tergantung dengan harga minyak dunia.

BACA JUGA:
Daftar Harga BBM Pertamina di Seluruh SPBU Indonesia 26 Februari 2024


&quot;Jadi kan kalau yang nonsubsidi ini kan ikut formula harga indeks minyak, sekarang minyak sudah USD82 per barel. Jadi dibanding sama tahun lalu ada kenaikan antara USD5-6 dan itu pasti mempengaruhi biaya produksi,&quot; katanya.
Arifin megatakan usai Pemilu 2024,  mempersilahkan penjualan BBM nonsubsidi kepada masing-masing badan usaha karena mengikuti pergerakan harga minyak dunia.
Namun, untuk harga BBM subsidi Pertamina tetap akan ditahan. Sebab  Menurut Arifin badan usaha akan melakukan evaluasi masing-masing  mengenai harga BBM nonsubsidi. Apalagi, badan usaha memang kerap saling  berkompetisi satu sama lain.
&quot;Itu biar badan usaha yang bisa mengevaluasi. Tapi, mereka saling  berkompetisi naiknya berapa. Pemerintah nahan yang subsidi, enggak ada  kenaikan. Yang non subsidi itu badan usaha masing-masing,&quot; tukasnya.
Di sisi lain, Presiden Direktur BP-AKR Vanda Laura merespons  pernyataan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang telah  memberikan sinyal kenaikan harga BBM non subsidi usai penyelenggaraan  pemilihan umum (Pemilu) 2204.
Vanda mengatakan, BP-AKR akan melakukan penyesuaian harga secara  berkala dengan mempertimbangan berbagai faktor diantaranya harga minyak  dunia, biaya operasional, kondisi pasar, dan juga pajak pemerintah.
&quot;Penyesuaian harga BBM yang dilakukan oleh BP-AKR senantiasa  mengikuti regulasi pemerintah. Kami terus memantau situasi dan melakukan  adaptasi yang di perlukan untuk penentuan harga BBM,&quot; jelasnya kepada  MNC Portal Indonesia.
Sementara itu, VP Corporate Relations Shell Indonesia Susi Hutapea  menjelaskan bahwa pihaknya melakukan penyesuaian harga BBM di Stasiun  Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) secara berkala. Adapu pertimbangan  berbagai faktor, seperti produk minyak olahan berdasarkan MOPS (Mean of  Platts Singapore), kondisi dan volatilitas pasar, nilai tukar mata uang  asing, pajak pemerintah dan bea cukai, biaya distribusi, biaya  operasional, kinerja perusahaan, dan aktivitas promosi yang sedang  dilakukan.
&quot;Penyesuaian harga BBM yang kami lakukan sesuai dengan peraturan  pemerintah yang berlaku mengenai harga jual BBM,&quot; jelas Susi ketika  dihubungi MNC Portal Indonesia.
Baca Selengkapnya: Ini Penyebab Harga BBM Akan Naik pada 1 Maret 2024</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yOS8xLzE3NjY0Ny81L3g4cnZlamc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kenaikan harga BBM masih terus berlanjut pada 1 Maret 2024. Hal itu disebabkan imbas dari konflik di Timur Tengah sehingga terjadinya tren harga minyak dunia melonjak naik.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menyampaikan Pemerintah telah mengirim sinyal harga BBM akan naik usai Pemilu 2024.
Namun, pemerintah juga masih akan mencermati pergerakan harga minyak dunia yang berpotensi mengerek harga BBM.

BACA JUGA:
Truk Tangki Meledak di Dumai, Stok BBM Aman?


&quot;Kalau saya cermati harga minyak naik lagi kayaknya mau ke sana, karena intensitas Timur Tengah masih tinggi karena mengganggu logistik jadi akhirnya terpengaruh. Jadi memang perlu dicermati, saya setuju karena harga minyak cenderung naik terus,&quot; kata Tutuka di Perkantoran Lemigas belum lama ini, dikutip Selasa (27/2/2024).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menambahkan, harga BBM nonsubsidi akan selalu tergantung dengan harga minyak dunia.

BACA JUGA:
Daftar Harga BBM Pertamina di Seluruh SPBU Indonesia 26 Februari 2024


&quot;Jadi kan kalau yang nonsubsidi ini kan ikut formula harga indeks minyak, sekarang minyak sudah USD82 per barel. Jadi dibanding sama tahun lalu ada kenaikan antara USD5-6 dan itu pasti mempengaruhi biaya produksi,&quot; katanya.
Arifin megatakan usai Pemilu 2024,  mempersilahkan penjualan BBM nonsubsidi kepada masing-masing badan usaha karena mengikuti pergerakan harga minyak dunia.
Namun, untuk harga BBM subsidi Pertamina tetap akan ditahan. Sebab  Menurut Arifin badan usaha akan melakukan evaluasi masing-masing  mengenai harga BBM nonsubsidi. Apalagi, badan usaha memang kerap saling  berkompetisi satu sama lain.
&quot;Itu biar badan usaha yang bisa mengevaluasi. Tapi, mereka saling  berkompetisi naiknya berapa. Pemerintah nahan yang subsidi, enggak ada  kenaikan. Yang non subsidi itu badan usaha masing-masing,&quot; tukasnya.
Di sisi lain, Presiden Direktur BP-AKR Vanda Laura merespons  pernyataan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang telah  memberikan sinyal kenaikan harga BBM non subsidi usai penyelenggaraan  pemilihan umum (Pemilu) 2204.
Vanda mengatakan, BP-AKR akan melakukan penyesuaian harga secara  berkala dengan mempertimbangan berbagai faktor diantaranya harga minyak  dunia, biaya operasional, kondisi pasar, dan juga pajak pemerintah.
&quot;Penyesuaian harga BBM yang dilakukan oleh BP-AKR senantiasa  mengikuti regulasi pemerintah. Kami terus memantau situasi dan melakukan  adaptasi yang di perlukan untuk penentuan harga BBM,&quot; jelasnya kepada  MNC Portal Indonesia.
Sementara itu, VP Corporate Relations Shell Indonesia Susi Hutapea  menjelaskan bahwa pihaknya melakukan penyesuaian harga BBM di Stasiun  Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) secara berkala. Adapu pertimbangan  berbagai faktor, seperti produk minyak olahan berdasarkan MOPS (Mean of  Platts Singapore), kondisi dan volatilitas pasar, nilai tukar mata uang  asing, pajak pemerintah dan bea cukai, biaya distribusi, biaya  operasional, kinerja perusahaan, dan aktivitas promosi yang sedang  dilakukan.
&quot;Penyesuaian harga BBM yang kami lakukan sesuai dengan peraturan  pemerintah yang berlaku mengenai harga jual BBM,&quot; jelas Susi ketika  dihubungi MNC Portal Indonesia.
Baca Selengkapnya: Ini Penyebab Harga BBM Akan Naik pada 1 Maret 2024</content:encoded></item></channel></rss>
